oleh

Aksi Koboi, Kama Cappi Naik Kuda, Unjuk Rasa Di Kantor Gubernur Sulsel Soroti Dugaan Persekongkolan dalam Tender Proyek Flat Dalmas Rp 45 Milliar

BERITA KOTA ONLINE.COM, MAKASSAR – Lembaga Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GERMAK) Indonesia dan Lembaga Pemantau Pembangunan (LPP) Sulawesi Selatan kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Gubernuran Sulawesi Selatan jalan Urip Sumoharjo Makassar, Senin (12/04/2021).

Kali ini Massa Germak Indonesia dan LPPSS yang dipimpin Kama Cappi kembali menyoroti dugaan persekongkolan proyek Pembangunan Flat Dalmas di Polda Sulsel dalam Lingkup Pemprov Sulsel yang menelan anggaran sekitar Rp. 45 Milliar Tahun 2021.

Massa Germak Indonesia dan LPPSS yang di Komandoi Jendral Lapangan Maslim dan Ainun Nadjib itu membakar Ban dan orasi. Dalam aksinya tampak pula Kama Cappi berorasi sambil menunggangi Kuda mirip Koboi yang disebutnya simbol ketidakpercayaan terhadap moral pejabat yang lebih rendah dibandingakan seekor Hewan.

“Kami membawa kuda ini sebagai bentuk tidak percaya manusia yang ada dipusaran kantor gubernur utamanya di ULP, karena kami duga kuda lebih punya akhlak dan moral dari pada seorang yang melakukan korupsi yang menderitakan rakyat banyak,” tutur Kama Cappi.

Dalam orasinya Ketua Umum LPPSS Kama Cappi menyebut pihak kontraktor pemenang tender yaitu PT Harfia Graha Perkasa milik H. Sahar yang disebutnya merupakan pemain besar sejumlah tender Mega proyek dalam lingkup Pemprov Sulsel yang di duga terjadi adanya suap dan bentuk manipulasi dalam proses tender yang tidak sesuai dengan prosedur.

Menurut Kama Cappi, kemenangan H. Sahar dalam tender Proyek Dalmas Polda Sulsel itu diduga bersekongkol dengan oknum Urusan Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Sulsel dan di duga terjadi suap dan penyalagunaan jabatan dan kewenangan dalam memenangkan salah satu peserta tender.

“Saudari ibu sari pudji astuti kongkalikong dengan PT Harfia Graha Perkasa, itu adalah perusahaan saudara H. Sahar yang dikenal kontraktor ulung di Sulawesi selatan, dialah bersaudara menguasai proyek yg ada disulsel, dua orang ini nota bene bagian konco Konco dan suruhan taufik fakhruddin di perusda Keluarga Mantan Gubernur Sulsel,” beber Kama Cappi dihadapan awak media.

Kama Cappi juga meminta PLT Gubernur Sulsel mencopot pejabat ULP Pemprov Sulsel terkait dugaan Persekongkolan dalam tender Proyek Flat Dalmas di Polda Sulsel

“Kepada PLT Gubernur sulsel segera copot pejabat ULP Pemprov Sulsel yang nota bene mereka bahagian Konco Konco yang kerjasama dengan keluarga Mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) yang menerima suap pihak kontraktor.

Ditempat yang sama Jendral Lapangan Ainun Nadjib dalam orasinya menyuarakan somasinya meminta PLT Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman membatalkan pemenang Tender PT Harfia Graha Perkasa.

“Kami atas nama germak indonesia dan LPPSS mendesak dan menuntut pelaksana tugas gubernur sulsel, agar membatalkan pemenang tender perusahaan PT Harfiah Graha Perkasa dalam kegiatan proyek pembangunan flat dalmas polda sulsel karena di duga adanya permainan manipulasi dalam proses tender yang tidak sesuai prosedur,” ucap Ainun di atas atap mobil komandonya (Arya).

Editor : Andi Eka / Robin / Asrat Tella / Syamsul Bakhri As / Syaiful Dg Ngemba / A. AR. Rakhmansya Iskandar / Andi Ahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed