oleh

Pontianak Tergelincir Ke Zona Merah Covid 19, Ini Imbauan Kapolrestabes Pontianak Kombes Pol Komaruddin.

Pontianak, Berita Kota Online – Seiring tingginya Kasus Covid 19 di Kota Pontianak Kalimantan Barat yang kini memasuki status Zona Merah, Kapolrestabes Pontianak Kombes Pol Komaruddin mengaku dirinya telah melakukan koordinasi bersama tim satuan tugas Penanggulangan Covid 19 Kota Pontianak yang diketuai Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono beberapa waktu lalu.

Kapolrestabes Pontianak Kombes Pol Komaruddin. Bersama Kepala Redaksi Berita Kota Online saat Silaturrahim di Kantornya di Pontianak

Kapolrestabes Pontianak Kombes Pol Komaruddin.

Hasil pertemuan tersebut Tim Satuan Tugas Penanggulangan Covid 19 yang terdiri unsur pemerintah daerah, TNI Polri Satpol PP dan unsur lainnya akan kembali melakukan langkah langkah strategis mendisiplinkan penegakan protokol kesehatan sesuai Peraturan Walikota (Perwali).

Terutama melakukan pembatasan warga ditempat tempat keramaian di mall, pasar tradisional termasuk pelaku usaha Warung kopi dimana warga biasanya beraktivitas untuk nongkrong.

“Hasil pertemuan kemarin menunjukkan data kota Pontianak masuk zona merah jadi Satgas akan kembali melakukan tindakan ataupun upaya upaya yang nantinya melakukan kegiatan seperti pembatasan dan pemberlakuan kembali kebijakan kebijakan yang telah dikeluarkan sebelumnya, demi kita bisa menekan angka sebaran virus corona yang memang sudah sangat memperihatinkan”, ucap Kapolrestabes Pontianak Kombes Pol Komaruddin kepada Berita Kota Online di ruang kerjanya, Kamis (12/11/2020).

Menurut Komaruddin sejauh ini pihak jajaran Kepolisian telah turun menghimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan hingga menerapkan sanksi berupa Sanksi teguran, sanksi tertulis dan sanksi bekerja sosial hingga memberikan sanksi Denda sebagai upaya memutuskan laju transmisi covid 19 di kota Pontianak.

“Artinya kami terus bekerja berupaya mendisiplinkan masyarakat, siapapun yang melakukan pelanggaran akan kita tindak, ini untuk keselamatan orang banyak”, katanya.

Kombes Pol. Komaruddin berharap kesadaran Warga masyarakat dan pelaku usaha ikut serius menekan laju penularan Covid 19 di wilayahnya dengan saling mengingatkan satu sama lainnya tentang pentingnya protokol kesehatan untuk kepentingan bersama. Bukan kelompok kelompok tertentu tapi keselamatan masyarakat pontianak.

“Dibutuhkan peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk betul betul mematuhi protokol kesehatan. Surat keputusan Perwali yang sudah dikeluarkan sudah beberapa kali dilakukan upaya upaya penegakan hingga pendisiplinan, sampai saat ini denda yang sudah diperoleh dari pelaku pelanggaran itu sudah mencapai seratus juga lebih”, jelasnya.

Untuk itu Kombes Pol. Komaruddin menghimbau kepada masyarakat dan para pelaku usaha lainnya termasuk warung kopi yang biasa dijadikan tempat nonkrong, agar mematuhi Perwali yang sudah disosialisasikan.

Kombes Komaruddin mengatakan dalam 2 minggu kedepan selama 14 hari pihaknya akan melakukan pembatasan kembali penegakan Perwali di kota pontianak hingga betul betul kota pontianak bisa di tekan kembali setidaknya bisa menjadi zona kuning.

“yang perlu digaris bawahi adalah tingkat kesadaran atau kepedulian masyarakat diharapkan masyarakat juga ikut peduli, jika misalnya ada teman nonkrongnya tidak pakai masker yah ditegur karena saya pastikan orang yang tidak menggunakan masker itu akan menjadi ancaman untuk masyarakat yang lain, jadi tidak usah didekati, semuanya saling mengingatkan agar seluruh masyarakat yang beraktivitas di kota pontianak menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya. tuturnya.

Menurut Kombes Komaruddin menurunkan level kasus covid 19 dari zona merah ke zona lebih aman dibutuhkan peran dari pelaku usaha khususnya seperti di Cafe, Warung kopi yang mana pengunjungnya masih banyak yang tidak menggunakan masker, mana kala di temukan maka pengelola bisa dikenakan sanksi dikarenakan pengelola tidak mampu atau tidak mau ikut menertibkan.

“Saya kira bukan hal yang sulit untuk mengingatkan jangan sampe ada orang yang berada dicafe tersebut ada yang tidak menggunakan masker ataupun berkerumun sebab ini untuk keselamatan kita semua. Jangan tidak peduli, jangan tidak mau patuh terhadap protokol karena bukan hanya dirinya yang terancam tapi orang lain yang ada disekitar situ juga terancam” katanya.

“Jadi yang bisa membuat Kota Pontianak ini aman atau bisa kita tekan levelnya bukan siapa siapa tapi masyarakat itu sendiri yang bisa melakukan” imbau Kapolrestabes Pontianak Kombes Komaruddin.

Diberitakan sebelumnya mulai hari Senin Tanggal 9 November 2020 hingga 14 hari kedepan Pemerintah Kota Pontianak kembali memperketat aktivitas masyarakat di malam hari hingga pukul 21.00 WIB selama 14 hari ke depan, dalam upaya mencegah atau memutus rantai penyebaran COVID-19, setelah Pontianak sempat ditetapkan sebagai zona merah.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono selaku ketua Tim Satgas penanggulangan Covid 19 mengatakan,  pihaknya akan melakukan penutupan sementara terhadap tempat-tempat kerumunan warga, seperti taman-taman, termasuk kegiatan lain, seperti di GOR setiap hari Minggu yang ramai dikunjungi warga Pontianak.

Selain itu pasar tradisional juga dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Demikian pula razia masker dan tes usap di pasar-pasar tradisional.

Walikota minta masyarakat, baik pedagang dan pengunjung, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan

Termasuk pembatasan dalam penyelenggaraan acara resepsi pernikahan akan dibatasi jumlah undangan yang hadir, yakni maksimal separuh dari kapasitas ruangan. Selain itu, penyelenggara diwajibkan mengatur secara ketat dengan protokol kesehatan.

Walikota mengharapkan kepada seluruh warga yang akan menggelar acara resepsi, diminta untuk melaporkan kepada Satgas COVID-19 kecamatan setempat agar bisa dilakukan pengawasan dalam mentaati protokol kesehatan.

Simak Video selengkapnya :

 

Penulis : A. AR. Rakhmansya Iskandar / Andi Ahmad
Editor : Andi Eka / Asrat Tella / H.Sakkar / Saiful Dg Ngemba

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed