MEDAN, BERITAKOTAONLINE.COM –Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang melibatkan dosen bernama Tiromsi Sitanggang (57) terhadap suaminya, Rusman Maralen Situngkir (61).
Kegiatan rekonstruksi ini dilakukan pada Selasa, 15 Oktober 2024, di rumah korban yang terletak di Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia.
Rekonstruksi ini bertujuan untuk mengungkap kronologi kejadian pembunuhan yang terjadi pada Jumat, 22 Maret lalu.
BACA JUGA:
Kasus Pembunuhan Penjual Gorengan: Polisi Temukan Bukti Baru dan Identitas Pelaku Semakin Jelas
Saat rekonstruksi, terungkap bahwa pelaku menyuruh karyawannya keluar rumah sebanyak empat kali sebelum melakukan aksi kejam tersebut.
“Ini merupakan bagian dari penyidikan yang kami lakukan,” ungkap Kapolsek Medan Helvetia Kompol Alexander Piliang.
Dalam rekonstruksi, karyawati pelaku datang untuk bekerja sekitar pukul 08.00 WIB dan bertemu dengan korban.
Sekitar pukul 08.45 WIB, pelaku meminta karyawatinya pergi membeli galon air minum ke minimarket terdekat.
Setelah karyawatinya pergi, pelaku kembali menyuruhnya keluar rumah beberapa kali dengan berbagai alasan.
“Setelah disuruh keluar, karyawati tersebut terus berusaha menghubungi pelaku, namun tidak ada respons,” jelas Kapolsek Alexander.
BACA JUGA:
Pria Ditemukan Tewas Tenggelam Di Muara Sungai Sulu,Tangis Keluarga Pecah
Hal ini menimbulkan kecurigaan, mengingat karyawati tersebut tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah selama ia pergi.
Ketika karyawati itu kembali sekitar pukul 11.00 WIB, ia menemukan pintu rumah korban dalam keadaan tertutup dan dililit rantai dari dalam.
Setelah membuka pintu, ia duduk di ruang karyawan dan merasa ada yang tidak beres. Kapolsek menyebutkan, “Pelaku diduga melakukan pembunuhan saat saksi keluar rumah.”
Hingga saat ini, Tiromsi Sitanggang belum mengakui perbuatannya dalam pembunuhan suaminya.
“Tersangka tetap membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya,” kata Kompol Alexander. Polisi terus mengumpulkan bukti untuk memperkuat dakwaan terhadap pelaku.
Kapolsek menambahkan, penyidik masih mendalami motif di balik pembunuhan ini, yang diduga terkait dengan masalah asuransi.
“Kami masih mencari informasi dan saksi lain yang mungkin terlibat dalam kasus ini,” ujarnya.
Proses penyelidikan tetap berlanjut untuk mengungkap semua fakta yang ada.
Rekonstruksi ini menegaskan betapa pentingnya penyelidikan yang transparan dan akurat dalam kasus pembunuhan.
Dengan adanya pengakuan saksi dan bukti-bukti yang ada, diharapkan keadilan dapat ditegakkan.
“Kami akan terus bekerja hingga semua misteri dalam kasus ini terungkap,” pungkas Kapolsek Alexander ((Dg. Ngemba)
Editor: Muston
===================










