oleh

Advocat Kama Cappi dan LSM Dampingi Korban, Desak Polisi Tangkap Pelaku Dugaan Penganiayaan dan Pengeroyokan

BERITA KOTA ONLINE.COM, MAKASSAR — Gegara Saling balas celoteh ‘Pelacur’ di Live IG,  kasus sesama teman kost  tersebut berakhir dengan aksi kekerasan yang dialami Perempuan Remaja yang diduga Dianiaya dan Dikeroyok Temannya sendiri hingga memar.

Korban (AW) didampingi pengacara Ary Dumais SH dan Rezky Amriani SH selaku penasehat hukum saat jumpa pers di kantor Advocat Ashari Setiawan jalan Gunung Bawakaraeng, Selasa (11/5/2021)

Hal tersebut terungkap dari pengakuan Seorang Remaja Putri berinisial AW (21) yang mengaku mengalami trauma usai dianiaya dan dikeroyok temannya sendiri perempuan berinisial (DA) di rumah kostnya.

Kasus korban penganiayaan secara beramai-ramai yang sempat viral di media sosial kini menjadi salah satu penanganan serius Advokad Ashari Setiawan SE SH MH dan Partner untuk ditindak lanjuti perkaranya.

Meski korban mengaku sudah membuat laporan ke pihak kepolisian Polrestabes Makassar, namun hingga kini pihak polisi belum memproses para pelaku.

Akibat ulah pelaku, perempuan remaja asal Kendari yang hendak kuliah ke makassar ini mengaku mengalami luka-luka dibeberapa bagian tubuhnya.

“Luka memar pada tulang kering sebelah kiri, rasa sakit pada pundak sebelah kiri, dan rasa sakit pada bagian kepala, kaki, badan, dan sempat demam saat itu,” ungkap korban dalam keterangannya saat Jumpa Pers di Kantor Kuasa Hukum Ashari Setiawan di jalan Gunung Bawakaraeng Makassar, Selasa (11/5/2021).

Bukti video viral aksi penganiayaan dan pengeroyokan yang dialami (AW) yang viral dimedia sosial

Menurut Korban, peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Rabu 05 April 2021 di rumah kostnya jalan Kumala 2 Makassar sekitar pukul 02.00 Wita malam.

korban menjelaskan, peristiwa naas itu dipicu saat dirinya direkam temannya secara live Instagram (IG) tanpa diduga video live tersebut ditonton oleh pelaku (DA) yang lantas menyebut wajah korban sebagai ‘Pelacur Bocah’.

“Saat itu teman saya lagi live IG kebetulan wajah saya ada disitu, entah kenapa pelaku langsung mengatai saya ‘Pelacur Bocah’, mendengar itu saya membalasnya dengan menyebutnya Pelacur Tua, kok dia marah, yang mulai mengatai pelacur itu kan dia bukan saya,” ucapnya.

Lanjutnya, selang keesokan harinya, tiba-tiba pelaku bersama rekan-rekannya mendatangi korban di rumah kostnya. Dimana awalnya pelaku memancing korban keluar dari kamar kostnya dengan mematikan aliran listrik kamar kost korban.

“lampu kamar saya mati, jadi saya keluar membuka pintu kamar untuk menyalakan lampu kamar yang padam, seketika itu juga pelaku sudah berada di depan kamar kost saya, lalu menyerang saya, ada temannya menjambak rambut saya yang lain merekam video ,” terangnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kuasa Hukum Korban Ari Dumais SH mengatakan pihaknya mendesak Kapolrestabes makassar agar menangkap pelaku penganiyayaan dan pengeroyokan sesuai pasal 351 dan 170 KUHP karena berdampak buruk terhadap generasi muda.

“Atas kejadian ini, pihak kami dari Kantor Advokad Ashari Setiawan SH MH akan terus melakukan langkah mengawal perkara ini dan melakukan upaya hukum guna tercipta keadilan bagi si korban,” tegas Ari Dumais SH selaku kuasa Hukum didampingi Rezky Amriani SH.

Dalam jumpa pers, selain Kuasa Hukum korban juga di dampingi oleh sejumlah LSM yang akan siap mengawal demi penegakan hukum melindungi kekerasan perempuan.

“Pelakunya harus segera ditangkap dan ditahan, apabila penegak hukum tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik tentu saya sebagai LSM siap turun aksi, ini bukti bahwa aparat penegak hukum tidak mampu melindungi perempuan dari tindakan kekerasan,” tutur Maslim Ketua LSM LPPSS

Diketahui sebelumnya, dugaan aksi penganiayayaan pengeroyokan Korban di rumah kos sempat viral di media sosial Facebook, belum diketahui penyebar video tersebut, kendati demikian Kuasa Hukum dan LSM menyesalkan pihak kepolisian hingga kini membiarkan pelaku dugaan penganiayaan dan pengeroyokan berkeliaran.

“Kami minta aparat kepolisian agar serius dan segera mengusut dan memproses kasus ini, jangan dipandang sebelah mata, apalagi kejadiannya terjadi saat bulan ramadhan yang seharusnya kasus ini tidak perlu terjadi. kenapa bisa terjadi,” tandas Candra Ketua LSM Mata Air.

Senada hal tersebut. Kama Cappi selaku Advocat Ashari Setiawan dan parner sekaligus LSM ini mengatakan dirinya sangat menyayangkan tindakan kepolisian yang lambat menangani kasus tersebut.

Menurut Kama Cappi, kasus pengeroyokan yang dilakukan sekelompok pelaku terjadi di bulan ramadhan yang semestinya digunakan ibadah dimesjid, tapi kenyataannya terjadi dugaan penganiayayan dan pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang perempuan dan pria.

“Persoalan ini memang sangat mencoreng bulan ramadhan, ini bulan semestinya digunakan ibadah dimesjid, tapi kenyataannya terjadi pengeroyokan yang dilakukan sekelompok orang perempuan,”

“Saya minta kasus ini pihak kepolisian untuk bertindak tegas dan pelakunya ditangkap semua secepatnya, jika mana tidak maka kami semua LSM akan turun aksi ke polrestabes makassar dan kapolda sulsel,” pungkas Kama Cappi aktivis yang getol melakukan demo ini kepada awak media. (arya).

Editor : Andi Eka / Robin / Asrat Tella / Syamsul Bakhri As / Syaiful Dg Ngemba / A. AR. Rakhmansya Iskandar / Andi Ahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed