oleh

Aksi Bakar Ban, Massa Kama Cappi Demo Tuntut Kejati Sulsel Periksa Oknum Pejabat, Pengusaha dan Kontraktor Terkait Dugaan Korupsi RPH Makassar dan Rest Area Jeneponto

BERITA KOTA ONLINE.COM, MAKASSAR – Massa pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GERMAK) Indonesia dan Lembaga Pemantau Pembangunan Sulsel (LPPSS) kembali turun melakukan orasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, jalan Urip Sumoharjo, Selasa 30 Maret 2021.

Massa pengunjuk rasa memakai baju kebesaran lengkap dengan topi serba merah, mereka membawa spanduk dan Bendera sambil membakar Ban di ruas jalan depan kantor Kejati Sulsel dan dikawal aparat Kepolisian.

Dalam orasinya, massa yang dipimpin langsung Kama Cappi itu mendesak pihak Kejati Sulsel untuk serius menyelidiki kasus tindak pidana korupsi dugaan suap dan gratifikasi Proyek Rumah Potong Hewan (RPH) di Antang Makassar dan Rest Area di Kab. Jeneponto yang disebut Kama Cappi diorganisir kalangan Keluarga dan teman Konco NA sendiri.

Kama Cappi menuntut Pihak Kejati Sulsel segera menindak lanjuti terkait laporan dan bukti yang telah ia serahkan beberapa waktu lalu, untuk segera turun memeriksa nama oknum pejabat, pengusaha dan kontraktor yang telah merugikan negara milliar rupiah.

“Kami minta kepala kejaksaan tinggi sulawesi selatan untuk segera tindak lanjuti laporan kami, jangan coba coba ‘bermain’ kasus ini. kami datang kembali mempertanyakan sudah sampai dimana hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kejaksaan tinggi, jangan sampe ‘masuk angin’,” ucap Kama Cappi dalam orasinya.

Kata dia, sejumlah nama oknum pejabat dalam lingkup pemprov Sulsel diduga menerima fee dan kongkalikong dengan sejumlah pengusaha dan kontraktor untuk mendapatkan proyek anggaran tahun 2020 lalu.

“Hukum harus ditegakkan, pihak kepolisian, kejaksaan tinggi dan KPK adalah garda terdepan penuntasan kasus korupsi, jangan malah ‘melindungi’ para koruptor, ingat politiae legius non leges politi adoprandae, politik harus tunduk pada hukum bukan sebaliknya,” teriak Kama Cappi di atas atap mobil massa komando.

Sementara itu ditempat sama, Koordinator Aksi Germak Indonesia, Maslim mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah KPK, Kejati dan Kepolisian dalam mengungkap kasus korupsi di Sulsel. Ia pun berharap pihak Kejati Sulsel dan Kepolisian untuk profesional dan transparan menuntaskan kasus ini.

“Kami tetap mengawal kasus ini sampai tuntas dan akan mempresure terus menerus kasus ini sampai ke akar akarnya, jangan sampai ada lagi aparat penegak hukum ‘main mata’ dengan persoalan ini. Kami tidak ingin ada lagi pejabat apalagi seorang profesor tersangkut lagi korupsi karena itu namanya mencoreng dunia pendidikan yang ada di daerah ini,” ujarnya.

Massa aksi kemudian diterima Idil selaku Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel. Dihadapan massa idil mengatakan Kejaksaan masih berusaha mengumpulkan data terkait kasus dugaan Korupsi Proyek RPH Makassar dan Rest Area Jeneponto.

“Untuk tindak lanjutnya silahkan teman teman germak untuk bisa mengawasi terus apa yang kami lakukan, bisa nanti pada saat pengumpulan data, keterangan silahkan kawal terus kami tidak akan main dalam perkara itu,” katanya.

Usai menggelar unjuk rasa di Kejati Sulsel, Massa Kama Cappi kemudian melanjutkan orasi di Kantor Gubernur Sulsel mengendarai sepeda motor dan mobil Komando Aksi. Pengunjuk rasa juga membakar Ban dan dijaga ketat petugas pengamanan gubernur Satpol PP.

Tidak hanya itu massa Kama Cappi juga bergerak ke kantor Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulsel jalan AP. Pettarani Makassar untuk menyuarakan aspirasinya (arya).

Editor : Andi Eka / Robin / Asrat Tella / Syamsul Bakhri As / Syaiful Dg Ngemba / A. AR. Rakhmansya Iskandar / Andi Ahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed