oleh

Jumpa Pers Ketua Umum Germak : Dugaan Korupsi Proyek Pemprov Sulsel Disinyalir Dalangnya Oknum di Perseroda

BERITA KOTA ONLINE.COM, MAKASSAR – Ketua Umum Gerakan Mahasiwa Anti Korupsi (Germak) Indonesia Ashary Setiawan membeberkan sejumlah Kongkalikong proyek melibatkan oknum Perseroda yang nota bene merupakan kalangan Dinasti mantan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang telah ditangkap KPK pada Jumat (26/02/2021) lalu.

Ketua Umum Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Germak) Indonesia Ashary Setiawan saat jumpa pers di Rumah Makan Ati Raja jl. Gunung Merapi Makassar (4/03/2021) sore sekitar pukul 17.00 wita

Hal tersebut dibeberkan Ashary Setiawan di hadapan awak media saat Jumpa Pers di Rumah Makan Ati Raja jl. Gunung Merapi Makassar (4/03/2021) sore pukul 17.00 wita.

Ashary Setiawan yang akrab di sapa Kama Cappi membeberkan bahwa sejauh ini Perusahaan Daerah yang nota bene sebagai Ipar Nurdin Abdullah itu di duga kuat mengatur sejumlah proyek dan menerima Mahar dari Para Kontraktor atas suruhan Istri Mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

“Diperusda itu siapa, itu ada nama taufik, dia ini adalah adiknya ibu Lilis istri Nurdin Abdullah. Taufik itulah yang mengatur semua proyek suruhan lilis, jadi taufik itu pencari uangnya ibu lilis tidak mungkin itu tidak diketahui nurdin abdullah”, bebernya.

Menurut Kama Cappi sejak Perusda yang kini menjadi Perseroda dipimpin oleh Taufik Fachruddin ditengarai sosok taufik menjadi orang pengendali semua urusan proyek termasuk makelar pejabat yang ingin menduduki jabatan strategis di Pemprov Sulsel.

“Perusda saat ini sudah sangat sakit, karena kenapa, Pimpinan Perusda itu lagi-lagi mengurusi semua internal pemprov, dia lah yang mengatur kalau kita mau jadi kadis, mau jadi kepala bagian, bahkan sekda pun tidak berfungsi disini, jadi diatur semua iparnya gubernur nurdin abdullah yaitu taufik, adiknya ibu lilis istrinya gubernur”, terang Kama Cappi.

Lebih lanjut Kama Cappi mengatakan terkait tertangkapnya Nurdin Abdullah Mantan Gubernur Sulsel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan menerima fee sejumlah kontraktor kata Kama Cappi hal itu tidak sampai disitu, KPK juga perlu mengusut keterlibatan oknum yang didalangi pihak Perseroda.

“Proyek Sulsel sejak 2020 lalu itu kan diatur oleh Taufik Ipar Nurdin sendiri yang duduk di perusda, dia lah yang  memonopoli semua proyek dan itu diketahui oleh Nurdin abdullah”, ungkap Kama Cappi.

“Jadi saya minta masyarakat Sulawesi Selatan bahwa mari kita sama-sama melawan korupsi”, tuturnya.

Lebih jauh Kama Cappi mengatakan lembaganya memiliki sejumlah Data nama nama perusahaan yang diduga menyetor fee atas petunjuk Taufik. Ia pun berencana melaporkan beberapa data terkait kasus dugaan korupsi ke pihak Kejati Sulsel

“Saya siap bertanggung jawab dan siap mengawal KPK dalam pemberantasan Korupsi di Sulsel, besok saya akan laporkan ke kejati datanya, nilainya kurang lebih 300 milliar”, pungkas Ketua Umum Germak Indonesia Kama Cappi.

Tidak hanya itu Kama Cappi juga menyebut dugaan keterlibatan mantan Pj Walikota Rudy Djamaluddin yang kini menjabat kepala Bina Marga kata kama Cappi Rudy bahagian kroni Nurdin Abdullah yang juga ikut andil dalam kongkalikong penerima fee yang berkolaborasi dengan Taufik di sejumlah kontraktor dalam proyek bernilai puluhan hingga ratusan milliar rupiah.

“Taufik itu berkolaborasi dengan Rudy Djamaluddin itu bukan orang lain Nurdin Abdullah”, ucapnya.

Sementara Itu Pimpinan Perusda Taufik saat ingin dikonfirmasi awak media gagal ditemui kata protokoler perusda pimpinannya itu sedang menggelar rapat.

“lagi rapat ki pak”, ungkap arman salah satu pegawai yang mengaku sebagai protokoler di perseroda dengan sikap emosi kepada awak media. (arya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed