oleh

Komisioner Bawaslu Sulsel Launching Kampong Tolak Politik Uang dan Hoax di Desa Mangeloreng Maros

Maros, Beritakota Online-Sosialisasi pencegahan terhadaS.osialisasing dan informasi hoax menjelang Pemilihan Kepala Daerah tanggal 9 Desember tahun 2020, Bawaslu Kabupaten Maros, menggelar Launching Kampong Anti Politik Uang dan Hoax, di Aula Kantor Desa Mangeloreng, Sabtu (10/10/2020).

Sosialisasi pencegahan terhadaS.osialisasing dan informasi hoax menjelang Pemilihan Kepala Daerah tanggal 9 Desember tahun 2020, Bawaslu Kabupaten Maros, menggelar Launching Kampong Anti Politik Uang dan Hoax, di Aula Kantor Desa Mangeloreng, Sabtu (10/10/2020).(Foto : Mansur)

Launching Kampong Anti Politik Uang dan Hoax itu, dihadiri Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan, Saiful Jihad, Komisioner Bawaslu Kabupaten Maros, Amiruddin SH, Kapolsek Bantimurung AKP Andi Husain SH, Babinsa Sertu Sirham, Babhinkantibmas Aiptu Salla Muin, Kepala Desa Mangeloreng, Muhammad Darwis, Tokoh Masyarakat dan Pemuda Desa Mangeloreng, di rangkaikan penandatanganan dan penerimaan prasasti dari Komisioner Bawaslu Kabupaten Maros.

Kegiatan yang dilakukan Bawaslu ini merupakan bagian dari Pengawasan Pemilu Partisipatif dengan program Bawaslu Siap Awasi Kampong (BASIKAP) pada pelaksanaan Pilkada Kabupaten Maros tahun 2020.

Komisioner Bawaslu Sulsel Saiful Jihad dalam sambutannya mengatakan larangan politik uang di dalam Pilkada, telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2015.

Di dalam Undang-Undang tersebut, orang yang memberikan uang kepada masyarakat dan masyarakat yang menerima uang tersebut, dapat dikanakan pidana.

“Yang memberi uang dan yang menerima, sama-sama dikenakan sanksi. Sanksi itu, tidak mengenal siapa orangnya, Kades dan perangkatnya, kandidat dan timsesnya bisa kena sanksi, jika melanggar,” tegasnya.

Saiful Jihad menambahkan dengan adanya kegiatan tersebut, kita harus menyadari betapa bahayanya Politik uang dan Hoax.

Saiful berharap, masyarakat dapat berperan aktif menolak politik uang dan menyebarkan informasi hoax. “Kami berharap, bersama Bawaslu masyarakat dapat memerangi Hoax dan Politik uang, sehingga terciptanya demokrasi yang adil,” jelas Saiful.

Sementara Kepala Desa Mangeloreng, Muhammad Darwis menuturkan, politik uang ini sangat membahayakan bagi pelakunya. Maka dirinya meminta kepada Bawaslu agar memproses para kandidat dan tim pemenangnya yang mau bermain politik uang.

Darwis juga mengatakan, atas nama Desa Mangeloreng dan warga masyarakat Desa Mangeloreng, menyampaikan terima kasih kepada Bawaslu yang sudah bekerja sama dengan pihak Desa untuk mensukseskan Lounching tersebut . Karena dengan adanya kegiatan launching Kampung Tolak Politik Uang dan Hoax ini, Bawaslu bersama masyarakat  dapat memerangi politik uang.

“Saya berharap kepada seluruh stake holder dan pemangku kepentingan agar bahu-membahu bersama Bawaslu kita lawan politik uang di Pilkada Kabupaten Maros yang akan digelar pada bulan Desember mendatang,” tutup Darwis.(Mansur/Abd Haris)

Editor : Andi Eka/Asrat Tella/Syamsul Bakhri/H.Sakkar/Andi A Effendy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed