oleh

SAdAP : Unjuk Rasa lebih Elegan Bila Dilakukan Unjuk Rembug Bersama Elemen dan Aparatur Pemerintah

Jakarta, Beritakota Online-Syarifuddin Daeng Punna tokoh masyarakat sulsel yang ada di jakarta terus menyampaikan pesan-pesan damai. Kali ini pria yang akrab disapa SAdAP ini memberi pandangan terkait berbagai masalah yang terjadi di daerah setelah melihat adanya riak-riak yang terjadi belakangan ini melalui video dan pemberitaan yang bertebaran di sosial media.

Seperti kejadian yang terjadi di kendari baru-baru ini, menurut saya aksi demonstrasi mahasiswa yang dinilai sejumlah pihak dibubarkan dengan cara manuver helikopter oleh kepolisian sebenarnya insiden yang perlu dimaklumi, sebab namanya manusia biasa selalu saja ada kekeliruan, termasuk adik-adik mahasiswa yang saya pikir lebih paham bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak terang SAdAP.

Bapak Kapolda Sultra itu menurut saya adalah figur yang baik dan bermasyarakat, kalau ada segelintir orang yang menyalahkan sepenuhnya beliau akibat kelalaian anggotanya yang melakukan manuver helikopter tersebut, hal itu sepenuhnya kesalahan pilotnya sebab tidak ada instruksi pimpinan polda terkait penanganan unras seperti itu tambah SAdAP.

SAdAP menilai bahwa apa yang dilakukan oleh kepolisian tujuannya adalah menjaga stabilitas keamanan, kalau ada yang meresahkan maka perlu ditindaki segera sebelum terjadi kekacauan yang fatal.

Saya menyarankan, pemerintah dalam hal ini bupati, walikota, gubernur dan institusi-intitusi pemerintahan agar membangun sinergitas dengan semua elemen seperti LSM, media, Ormas dan mahasiswa, sehingga pola komunikasinya terarah, yang tadinya unjuk rasa akan menjadi unjuk rembug tukas SAdAP.

Suatu masalah dapat diselesaikan dengan cara yang elegan, dialog yang solutif, pemda bisa memfasilitasi pertemuan dengan elemen masyarakat, kalau bisa tiap bulan sekali untuk membahas masalah-masalah sosial yang terjadi, disitulah terbangun sinergitas sehingga riak-riak dan kekisruhan dapat diminimalisir tambah SAdAP.

Masalah yang terjadi itu bagian dari sebuah proses dinamika alam, olehnya itu masalah bisa diselesaikan tanpa muncul masalah baru, caranya dengan duduk bersama membicarakan hal-hal yang urgensif terkait problem dan problem solving.

Lanjut SAdAP Sebenarnya aksi demo mahasiswa tidak dilarang sebab di lindungi Undang-undang, hanya saja perlu perenungan bersama apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini negara dilanda pandemi yang berdampak terhadap perekonomian, mahasiswa sebagai agen control harus tampil sebagai solusi, jangan justru menciptakan polemik yang ujung-ujungnya justru dapat merugikan orang lain.

Olehnya itu adik-adik mahasiswa diharapkan dapat memberi contoh yang baik agar masyarakat simpatik, gerakan mahasiswa diubah polanya dengan gerakan yang intelektual solutif tutup SAdAP.

Laporan : AA Rahmansya
Editor : Andi Eka/Syamsul Bahri/H.Sakkar/Asrat Tella/Andi A Effendy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed