JAKARTA, Beritakota Online— Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin meminta seluruh jajaran polisi lalu lintas mengubah cara kerja dari sekadar menjalankan rutinitas menjadi hadir secara bermakna di tengah masyarakat Alat Keamanan

Arahan itu disampaikan dalam Commander Wish bersama para Direktur Lalu Lintas Polda se-Indonesia di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2026), seperti yang dilansir di laman website korlantas.polri.go.id.

Menurut Aries, keberhasilan tugas Polantas tidak boleh hanya dinilai dari banyaknya kegiatan atau angka laporan.
Ia menilai, laporan yang hanya mencantumkan ribuan kegiatan pengaturan lalu lintas belum tentu mencerminkan manfaat nyata bagi warga.
“Kehadiran polisi bukan hanya hadir. Polisi memberi arti dari kehadiran itu,” ujar Aries.
Ia menegaskan, penempatan personel harus didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat. Polisi lalu lintas, kata dia, perlu berada di titik dan jam yang paling rawan macet, rawan kecelakaan, atau paling banyak digunakan warga untuk beraktivitas.
“Tempatkan anggota pada waktu dan lokasi masyarakat membutuhkan. Penempatan personel harus menyesuaikan karakteristik wilayah dan jam sibuk agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Aries juga menegaskan bahwa tugas Polantas tidak berhenti pada pengaturan kendaraan. Baginya, kelancaran dan keamanan jalan merupakan bagian dari penjagaan ruang aman pembangunan nasional.
Ia menjelaskan, jalur transportasi menjadi urat nadi distribusi kebutuhan pokok, bahan pangan, material bangunan, hingga bahan bakar minyak.
Karena itu, gangguan lalu lintas berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Menjaga ruang aman pembangunan. Lalu lintas itu ruang aman di bidang pembangunan, bagaimana menjaga alur distribusi baik sembako, upaya bahan pangan, bahan bangunan, BBM, itu aman,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kakorlantas meminta penegakan hukum dilakukan secara profesional, adil, dan tetap memperhatikan kondisi sosial masyarakat di wilayah tugas masing-masing.
Aries menekankan, tegasnya aturan tidak boleh menghapus sisi kemanusiaan. Namun, aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan tetap menjadi batas yang tidak boleh dikompromikan.
Ia juga meminta jajaran Polantas meningkatkan kecepatan dan ketepatan menanggapi laporan masyarakat melalui layanan darurat 110. Setiap laporan, tegasnya, harus ditindaklanjuti tanpa mengelak dari tanggung jawab pelayanan publik.
Polisi Bersama Masyarakat
Aries mengingatkan seluruh personel agar menghidupi semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, slogan yang dicetuskan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.Alat Keamanan
Menurutnya, kata “polisi” dalam slogan tersebut menegaskan bahwa pembangunan kepercayaan publik bukan hanya tugas pimpinan, melainkan tanggung jawab setiap anggota, dari level pusat hingga petugas yang bertugas di lapangan.
Kakorlantas juga meminta Korlantas memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Kolaborasi itu dinilai penting agar penanganan lalu lintas tidak berjalan sendiri, tetapi terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik.Buka Komunitas
Dengan arahan tersebut, Aries menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Polantas ke depan bukan semata-mata jumlah kegiatan, melainkan sejauh mana kehadiran mereka mampu memberikan rasa aman, kenyamanan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.(RTMC Korlantas Polri)
Editor : Zulkifli/Andi Eka/Andi A Effendy











