PNUP Terapkan Pengering Jagung Rotary Dryer Berbasis PLTS di Bulukumba

BERITA KOTA ONLINE, BULUKUMBA – Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menerapkan teknologi mesin pengering jagung tipe rotary dryer berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Paccaramengang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut didanai melalui BLU Politeknik Negeri Ujung Pandang Tahun Anggaran 2026 dan ditujukan untuk membantu masyarakat mengatasi berbagai kendala dalam proses pengeringan jagung, terutama di wilayah perkebunan yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Tim PKM dipimpin Prof. Dr. Ir. Firman, M.T. sebagai ketua. Anggota tim terdiri atas Muhammad Yusuf Yunus, S.T., M.T., Sonong, S.T., M.T., dan Nur Rahmah Anwar, S.T., M.T.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yakni Iank Mulk Arafah, Irham Saifullah, Noerain Dwi Putra Widodo, dan Irgi Ahmad Fahrezi.

Pengeringan Jagung Masih Bergantung pada Sinar Matahari

Desa Paccaramengang merupakan salah satu dari 13 desa dan satu kelurahan di Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. Wilayah tersebut menjadi lokasi kegiatan karena masyarakat masih menghadapi sejumlah persoalan dalam proses pascapanen jagung.

Selama ini, proses pengeringan jagung masih dilakukan secara alami dengan memanfaatkan sinar matahari. Metode tersebut membuat proses pengeringan membutuhkan waktu lebih lama dan kadar air jagung sulit dikontrol secara optimal.

Persoalan lain muncul ketika petani menggunakan mesin pertanian dengan motor diesel. Ketersediaan bahan bakar minyak yang terbatas serta harga yang relatif mahal menjadi kendala dalam operasional mesin.

Sementara itu, lokasi perkebunan jagung yang belum terjangkau jaringan listrik PLN juga menyulitkan penggunaan mesin pertanian berbasis motor listrik.

Rotary Dryer Jadi Solusi

Melihat berbagai persoalan tersebut, tim PKM PNUP menerapkan teknologi tepat guna berupa mesin pengering jagung tipe rotary dryer.

Mesin tersebut menggunakan motor listrik sebagai penggerak sehingga tidak lagi bergantung pada bahan bakar diesel. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di lokasi perkebunan yang tidak terjangkau jaringan PLN, tim memasang sistem PLTS dengan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan mesin.

Penerapan teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses pengeringan jagung sekaligus membantu menghasilkan kadar air yang lebih terkontrol.

Gunakan Panel Surya 550 Wp

Mesin pengering jagung yang dihasilkan dalam kegiatan PKM tersebut menggunakan sistem kelistrikan berbasis energi surya.

Sistem PLTS terdiri atas satu panel PV berkapasitas 550 Wp, inverter 1.000 W, solar charge controller (SCC) 1.000 W, serta dua baterai masing-masing berkapasitas 100 Ah.

Adapun komponen beban pada mesin terdiri atas electric heater 500 W, blower 200 W, dan motor penggerak 250 W.

Dengan konfigurasi tersebut, mesin rotary dryer dapat digunakan tanpa harus mengandalkan pasokan listrik PLN maupun bahan bakar minyak.

Dorong Efisiensi Pengeringan Jagung

Penerapan teknologi pengering jagung berbasis rotary dryer dan PLTS menjadi salah satu upaya menghadirkan teknologi yang sesuai dengan kondisi masyarakat di wilayah pertanian.

Teknologi tersebut diharapkan dapat mengatasi persoalan lambatnya proses pengeringan, membantu mengontrol kadar air jagung, sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan bakar minyak.

Pemanfaatan energi surya juga memberikan alternatif sumber energi bagi masyarakat di kawasan perkebunan yang belum terjangkau jaringan PLN.

Melalui kegiatan PKM yang didanai BLU Politeknik Negeri Ujung Pandang Tahun Anggaran 2026 tersebut, penerapan teknologi tepat guna diharapkan dapat mendukung efisiensi proses pascapanen dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan pertanian jagung di Desa Paccaramengang, Kabupaten Bulukumba. (Humas)

src="https://beritakotaonline.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250923_154141.jpg" alt="" width="957" height="1600" /> >

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *