Safari Ramadhan di Manggala, Walikota Makassar Tekankan Camat, lurah, Ketua RT dan RW untuk Jadi Penghubung antara Masyarakat dan Pemerintah

MAKASSAR , Beritakota Online- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pembangunan di Kecamatan Manggala menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah dalam rangkaian Safari Ramadan malam ke-23 di Masjid Jami Nurul Ilham Kassi, Jalan Antang Raya, Kecamatan Manggala, Makassar, Kamis (12/3/2026).

 

Dalam sambutannya, Munafri menyebutkan Kecamatan Manggala merupakan satu dari 15 kecamatan di Kota Makassar yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

 

“Masih terdapat berbagai persoalan yang perlu mendapat penanganan khusus, mulai dari penataan wilayah hingga kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

 

Menurutnya, Safari Ramadan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendengar langsung berbagai persoalan yang ada di wilayah.

 

Salah satu persoalan yang disoroti Munafri adalah banjir tahunan yang kerap terjadi di Blok 8 dan 10 Kecamatan Manggala. Ia menyebut kawasan tersebut selama ini menjadi wilayah langganan banjir.

 

Munafri yang akrab disapa Appi menjelaskan pemerintah kota telah melakukan koordinasi lintas kewenangan untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

 

 

Ia mengakui tidak semua persoalan berada dalam kewenangan pemerintah kota, namun pihaknya tetap berinisiatif mencari solusi karena wilayah tersebut berada di Kota Makassar.

 

“Kita sudah melakukan koordinasi lintas kewenangan karena tidak semuanya menjadi kewenangan pemerintah kota,” terangnya.

 

Wali Kota juga memastikan penanganan banjir di kawasan tersebut akan mulai dilakukan secara bertahap melalui perencanaan pembangunan.

 

“Tahun ini kita harus mulai membenahi sedikit demi sedikit supaya tidak terjadi lagi banjir yang lebih besar,” katanya.

 

Munafri menilai kegiatan Safari Ramadan bukan hanya sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi, sinergi, dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

 

 

“Safari Ramadan ini bagian dari bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa membangun kerja sama, sinergi, dan kolaborasi yang baik,” jelasnya.

 

Ia menegaskan program pembangunan yang dirancang pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Sebaliknya, kegiatan masyarakat juga membutuhkan keterlibatan pemerintah agar dapat terlaksana secara optimal.

 

Munafri juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh kemuliaan yang sangat dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Karena itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan sebaik-baiknya.

 

“Artinya seminggu lagi Ramadan ini akan meninggalkan kita. Rugi kalau Ramadan hanya berlalu begitu saja tanpa ada bekas yang ditinggalkan,” ungkapnya di hadapan jamaah.

 

Selain itu, Munafri menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya dengan membersihkan saluran air dan drainase di sekitar rumah untuk membantu mencegah banjir.

 

Ia juga meminta camat, lurah, serta para ketua RT dan RW untuk menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah agar berbagai persoalan di wilayah dapat segera diketahui dan ditangani.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar bersama Bosowa Peduli juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat setempat.

Editor : Muh Aris / Andi Arya/Andi A Effendy

src="https://beritakotaonline.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250923_154141.jpg" alt="" width="957" height="1600" /> >

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *