Mattia Zaccagni menjadi penentu kemenangan Lazio atas AC Milan pada laga 16 besar Piala Italia yang berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (4/12/2025) waktu setempat. Melalui satu-satunya gol yang tercipta pada menit ke-80, Lazio memastikan langkah mereka menuju babak perempat final dan menjadi satu di antara delapan tim yang masih bertahan pada kompetisi tersebut.
Dalam laporan resmi Coppa Italia yang dikutip ANTARA, Zaccagni disebut sebagai pemain paling menentukan setelah sundulannya memecah kebuntuan pada pertandingan yang berlangsung ketat dan minim gol itu. “Pada pertandingan ini Mattia Zaccagni menjadi penentu kemenangan untuk Lazio atas AC Milan setelah berhasil mencetak gol pada menit ke-80,” demikian catatan Coppa Italia dalam laporan pertandingan.
Lazio Amankan Tiket Perempat Final Berkat Gol Telat Zaccagni
Laga ini menandai pertemuan penting dua klub besar Serie A yang saling berjuang memperebutkan tempat di babak selanjutnya. Setelah pertandingan berjalan imbang hampir sepanjang waktu, Lazio akhirnya menemukan momen krusial untuk mencetak gol dari situasi bola mati. Gol itu bukan hanya mengakhiri perlawanan Milan di Olimpico, melainkan juga memastikan Lazio akan menghadapi Bologna pada babak perempat final yang dijadwalkan berlangsung pada 3–12 Februari 2026.
Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Lazio di tengah ketatnya jadwal kompetisi domestik. Klub Ibu Kota tersebut berhasil menjaga konsistensi dan menunjukkan kemampuan memanfaatkan peluang meski tidak mendominasi sepenuhnya jalannya pertandingan.
BABAK PERTAMA: Laju Serangan Lazio dan Upaya Menembus Kokohnya Pertahanan Milan
Sejak awal pertandingan, Lazio tampil agresif dengan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Peluang pertama datang melalui Valentin Castellanos, yang melepaskan tembakan keras. Namun upaya ini mampu diblok oleh barisan pertahanan Milan yang tampil disiplin.
Tidak lama setelah itu, gelandang Toma Basic berusaha mencetak gol melalui tendangan jarak jauh. Akan tetapi, bola masih belum mengarah tepat ke sasaran, melenceng dari gawang yang dijaga Mike Maignan.
Castellanos kemudian kembali memperoleh peluang emas ketika ia berhasil melepaskan tembakan yang mengarah ke gawang Milan. Tetapi Maignan menunjukkan refleks cepatnya dengan melakukan penyelamatan penting untuk menjaga kedudukan tetap tanpa gol. Penampilan Maignan pada babak pertama menjadi salah satu faktor yang membuat Milan tetap kompetitif meski beberapa kali tertekan.
Laporan ANTARA mencatat bahwa peluang Castillo itu termasuk yang terbaik bagi Lazio di paruh pertama laga. “Castellanos memiliki peluang emas… akan tetapi upayanya masih dapat dibendung aksi kiper Milan Mike Maignan,” demikian dituliskan.
MILAN BALIK MENEKAN: MANDAS JADI KUNCI PERTAHANAN LAZIO
Setelah beberapa tekanan dari Lazio, AC Milan mulai menemukan ritme permainan mereka. Tim tamu mendapatkan beberapa peluang yang mengancam pertahanan Lazio, namun tidak satupun yang mampu berbuah gol.
Pada salah satu kesempatan, Milan melepaskan tembakan keras yang memaksa kiper Lazio, Christos Mandas, melakukan penyelamatan penting. Reaksi cepat Mandas membuat Milan gagal memanfaatkan peluang yang semestinya bisa mengubah arah pertandingan.
“Peluang tersebut dapat dipatahkan oleh aksi penyelamatan kiper Lazio Christos Mandas,” demikian laporan ANTARA menggambarkan situasi ketika Milan berusaha menyamakan intensitas pertandingan.
Meskipun dominasi berganti dari Lazio ke Milan, skor tetap tidak berubah hingga babak pertama berakhir. Kedua tim tampak berhati-hati dalam memanfaatkan peluang dan memastikan tidak ada kesalahan fatal yang bisa merugikan mereka.
BABAK KEDUA: Pertarungan Semakin Ketat dan Peluang Milan Hilang Begitu Saja
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan dengan intensitas yang lebih tinggi. AC Milan lebih banyak menekan dan mencoba mencari celah di pertahanan Lazio. Salah satu peluang terbaik mereka datang melalui sundulan Ruben Loftus-Cheek, tetapi bola melayang tipis dan gagal menemui sasaran.
Tidak lama kemudian, Rafael Leao mendapatkan kesempatan lain. Ia berhasil melepaskan tembakan yang cukup keras, namun bola tidak mengarah ke gawang Mandas dan hanya menghasilkan tendangan gawang bagi Lazio. Peluang ini menunjukkan bahwa Milan memiliki momentum, tetapi belum cukup klinis dalam penyelesaian akhir.
ANTARA mencatat, “Selanjutnya giliran Rafael Leao yang menciptakan peluang untuk Milan, akan tetapi tembakannya tidak mengarah ke gawang Mandas sehingga hanya menjadi tendangan gawang bagi Lazio.”
Tekanan Milan terus berlanjut, namun soliditas pertahanan Lazio membuat mereka tetap mampu mempertahankan gawang tanpa kebobolan.
MENIT KE-80: ZACCAGNI MENGUBAH PERJALANAN PERTANDINGAN
Setelah 79 menit tanpa gol, Lazio pada akhirnya berhasil mendapatkan momentum yang mereka cari. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi Nuno Tavares, bola melambung ke dalam kotak penalti dan disambut dengan baik oleh Mattia Zaccagni. Melalui sundulan terarah, ia mencetak gol yang menjadi penentu kemenangan pada pertandingan tersebut.
“Lazio sukses mencetak keunggulan terlebih dahulu pada menit ke-80 setelah tendangan sepak pojok Nuno Tavares dapat dikonversikan menjadi gol melalui sundulan Mattia Zaccagni,” tulis ANTARA.
Gol itu langsung mengubah suasana stadion. Para pendukung tuan rumah bersorak merayakan keunggulan yang sangat berarti di laga sistem gugur. Sementara Milan terlihat terkejut dan bergegas melakukan perubahan strategi dalam upaya mengejar ketertinggalan.
MENIT-MENIT AKHIR: MILAN MENGGEMPUR, LAZIO BERTAHAN TOTAL
Dalam sisa waktu pertandingan, AC Milan tampil lebih agresif. Berbagai serangan dilancarkan untuk mencoba menyamakan kedudukan. Namun, pertahanan Lazio mampu tampil solid dan disiplin. Setiap upaya Milan berhasil dipatahkan sebelum menghasilkan peluang emas.
Beberapa kali Milan mencoba menyerang melalui sisi sayap dan tendangan jarak jauh, tetapi tidak ada yang mampu menembus barisan pertahanan Lazio yang dipimpin Mandas. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan.
“Atas upaya Milan untuk menyamakan kedudukan… hingga pertandingan selesai, skor 1-0 untuk kemenangan Lazio tetap bertahan,” tulis ANTARA.
Hasil ini memastikan tersingkirnya Milan dari ajang Piala Italia musim tersebut.
IMPLIKASI KEMENANGAN: LAZIO MENUJU PEREMPAT FINAL HADAPI BOLOGNA
Kemenangan ini mengantar Lazio melangkah ke babak delapan besar Piala Italia. Pada babak tersebut, mereka akan berhadapan dengan Bologna, yang sebelumnya berhasil mengalahkan Parma 2–1. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada rentang tanggal 3 hingga 12 Februari 2026.
Dengan kemenangan ini, Lazio menjaga momentum positif di kompetisi piala dan menunjukkan kemampuan untuk tampil efektif dalam laga-laga krusial. Sementara bagi Milan, kekalahan ini menambah daftar tantangan mereka di musim kompetisi yang cukup padat.
ANALISIS KONTEKS: KETAJAMAN BOLA MATI DAN PENTINGNYA MOMENTUM DI TURNAMEN SISTEM GUGUR
Salah satu pelajaran penting dari pertandingan ini adalah efektivitas Lazio dalam memanfaatkan bola mati. Walaupun tidak menciptakan banyak peluang dari permainan terbuka, mereka mampu mencetak gol penting dari situasi sepak pojok—jenis peluang yang kerap menjadi pembeda pada laga-laga ketat.
Selain itu, pertandingan ini menggambarkan bagaimana kedua tim bermain dengan karakter masing-masing: Lazio yang fokus menjaga kompaknya struktur tim, dan Milan yang mengandalkan serangan cepat serta kreativitas pemain sayap.
Di turnamen seperti Piala Italia dengan sistem gugur tunggal, momentum serta efektivitas memanfaatkan peluang kecil sering kali menjadi penentu. Lazio berhasil menunjukkan hal tersebut di Stadion Olimpico malam itu.
MOMEN KRUSIAL ZACCAGNI DAN LANGKAH LAZIO SELANJUTNYA
Pertandingan Lazio melawan AC Milan memberikan gambaran jelas mengenai ketatnya persaingan di Piala Italia. Kedua tim menampilkan permainan disiplin, namun Lazio tampil lebih efektif dalam mengonversi peluang. Gol tunggal Zaccagni menjadi penentu sekaligus memastikan langkah Lazio ke perempat final.
Milan harus menerima kenyataan tersingkir lebih awal, sementara Lazio menatap tantangan baru menghadapi Bologna. Dengan performa yang stabil dan barisan pertahanan yang solid, Lazio memiliki modal untuk melangkah lebih jauh di kompetisi musim ini.














