Desa Puuloro Tunjukkan Semangat Luar Biasa Jelang Pameran Pembangunan Konawe 2025
Editor : Muh Amir Sijaya/Umar Dany/
Sampara, Konawe ,Berita kota Online– Semangat luar biasa ditunjukkan masyarakat Desa Puuloro, Kecamatan Sampara, menjelang Pameran Pembangunan Konawe 2025 yang akan digelar pada 5–10 November 2025 di Arena Eks MTQ Unaaha.

Meski berada di wilayah paling jauh dari jalan poros Kabupaten Konawe, hal itu tidak menyurutkan tekad warga Puuloro untuk berpartisipasi aktif dalam ajang bergengsi tersebut. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Puuloro, Pelda (Purn) Sardin Beemu, SHMM.NL.P. masyarakat bergotong royong menyiapkan stan pameran yang menampilkan beragam produk unggulan lokal serta potensi khas desa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa jarak bukan alasan untuk tertinggal. Puuloro siap membawa potensi terbaiknya dan ikut meramaikan Pameran Pembangunan Konawe 2025,”
ujar Sardin Beemu di sela persiapan stan pameran.
Pada kesempatan ini, Desa Puuloro mengusung tema “Ekspo Inovasi Desa Tahun 2025: Produktif dan Berdaya Saing.” Beragam potensi unggulan ditampilkan, mulai dari sektor pertanian dan perkebunan hingga olahan pangan tradisional seperti tepung sagu mokua nggoa, bepa iwoi, pisang goreng kering, jagung pakan, serta karya seni ukir khas masyarakat setempat.
“Semua warga terlibat — mulai dari ibu-ibu PKK, karang taruna, hingga kelompok tani. Ini bukan sekadar pameran, tapi wujud nyata gotong royong dan kebanggaan kami sebagai masyarakat Puuloro,” tambahnya.
Stan pameran Desa Puuloro juga dirancang unik dan bernuansa alami, hampir 90 persen bahan dekorasi terbuat dari tangkai daun sagu (gabah-gabah) dan janur, berpadu dengan sentuhan budaya lokal. Keindahan stan semakin lengkap dengan berbagai kerajinan tangan, seperti anyaman gabah-gabah dan hiasan rumah bernuansa etnik.
Tak ketinggalan, aneka kue dan panganan tradisional khas Konawe turut disajikan sebagai simbol kehangatan dan keramahtamahan warga dalam menyambut para pengunjung.
Sementara itu, seorang pemerhati lingkungan dan masyarakat memberikan apresiasi terhadap langkah Kepala Desa dan seluruh warga Puuloro yang tetap aktif dan kreatif meski berada jauh dari pusat kabupaten.
“Masyarakat desa patut meneladani semangat warga Puuloro. Meski di ujung wilayah, semangat mereka tidak pernah pudar. Dari sinilah kita melihat wajah sejati pembangunan berbasis masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sardin Beemu, apa yang dilakukan Desa Puuloro menjadi contoh model pembangunan desa yang berkelanjutan dan partisipatif, di mana seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif. Ia menegaskan bahwa Pameran Pembangunan Konawe 2025 bukan hanya ajang memamerkan produk, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan jaringan ekonomi bagi warga desa.
“Melalui pameran ini, masyarakat desa bisa memperluas jaringan, mengenalkan produknya, bahkan membuka peluang usaha baru. Secara tidak langsung, kegiatan seperti ini berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sardin menilai bahwa kegiatan ini juga menjadi barometer kemampuan sumber daya manusia (SDM) desa-desa di Konawe. Kreativitas warga dalam menghias stan, mengemas produk, dan menampilkan inovasi menjadi bukti nyata bahwa desa memiliki SDM yang unggul dan berdaya saing.
“Pameran ini memperlihatkan kualitas SDM dan kreativitas desa. Tidak hanya soal hasil bumi, tapi juga kemampuan berinovasi dan menampilkan identitas desa secara menarik. Puuloro sudah membuktikan hal itu,” tambahnya.
Ia menutup dengan pesan inspiratif:
“Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga kesadaran kolektif untuk maju bersama.”
Pameran Pembangunan Konawe 2025 sendiri merupakan bagian dari program besar “Konawe Bersahaja”, sebuah visi pembangunan yang menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan inovasi daerah.
Dengan segala keterbatasannya, Desa Puuloro justru tampil percaya diri, membawa pesan kuat dari perbatasan Konawe:
“Dari ujung kabupaten, kami ikut membangun Konawe dengan karya, semangat, dan kebersamaan.”
Laporan : Jumalin











