Diduga ada kebobolan penggunaan anggaran peserta aksi demo minta Camat lurah LASALIMU di copot dari jabatan
Takawa-pasarwajo, Berita kota online- Minta di copot dari jabatan demikian tuntutan peserta aksi demo dari FMMPB ( Front Mahasiswa Masyarakat Peduli Buton) Rabu 06 maret 2025 di depan kantor Bupati Buton sekitar pukul 10.30 siang ini.

Front Mahasiswa Masyarakat Peduli Buton melakukan aksi karena menduga ada kebobolan pada penggunaan anggaran pembangunan gedung serba guna di Kelurahan Kamaru Kecamatan Lasalimu, FMMPB meminta agar mencopot Camat Lasalimu bahkan jika ada indikasi korupsi Lurah Kamaru juga ikut di copot.
salah satu korlap aksi menyampaikan aksi yang dilakukan untuk menyampaikan dugaan korupsi yang diduga dilakukan di kelurahan Lasalimu.
“Kami melakukan aksi ini bukan untuk kepentingan pribadi, kami ingin menyampaikan kepada pucuk pimpinan baru terkait gejolak di masyarakat Lasalimu,”ujarnya.
Sebelum melakukan aksi di depan kantor bupati Buton FMMPB juga lakukan aksi damai di depan polres Buton terkait gedung serba guna Lasalimu.
Korlap aksi lainnya Yulan menyampaikan hak – hak masyarakat diduga dirampas pada proyek pembangunan gedung rehabilitasi gedung serba guna di Kelurahan Kamaru.
“Kami sudah melihat ke lapangan ada beberapa item di gedung yang dimaksud tidak ada sesuai rencana pembangunannya,”katanya.
Kata dia lagi, sebagai salah satu putra buton ingin melihat kemajuan daerah karena pada dasarnya pembangunan untuk masyarakat dan yang kena dampaknya juga masyarakat, dan kami akan tetap mengawal persoalan ini sampai Tuntas.
Apabila tidak ada tindak Lanjut dari Pemda Buton dalam hali ini Camat Lasalimu untuk secepatnya melakukan pekerjaan pada pembangunan gedung rehabilitasi gedung serbaguna kelurahan Kamaru tahun anggaran 2024 sehingga tidak menimbulkan polemik di Tengah-tengah masyarakat, jika hal ini tidak di indahkan Maka Kami akan bersurat ke Kejaksaan dan Kejati, jika aspirasi ini tidak ditindak lanjuti,”ujarnya.
Setelah lakukan orasi di depan kantor bupati, peserta aksi di terima di ruangan asisten 1 yang di mana di terima langsung oleh asisten 1 Ali Mane dan asisten 2 Nanang Lakaungge dan menjelaskan pokok persoalan yang terjadi di lapangan mengatakan bahwa ada kesalahan input nomor rekening sehingga pekerjaan tersebut di katakan belum di lakukan karena jika di lakukan akan menjadi temuan BPK, imbuh asisten 1 dan 2 Kenapa harus ada kesalahan input nomor rekening ?
suatu kecurigaan peserta aksi demo kenapa sampai ada kesalahan input nomor rekening ?
Demikian penjelasan camat Lasalimu yang dihubungi via telepon oleh asisten 1 namun peserta aksi kurang menerima jawaban tersebut karena tidak ada fakta tertulis ( bukti ) yang di sampaikan ke peserta aksi demo hanya sekedar jawaban lisan.
Bahkan penjelasan camat Lasalimu la Ode zahaba yang di hubungi via telepon oleh asisten 1 di anggap berbeda oleh peserta aksi ketika di temui langsung di lapangan dan jawaban via telepon dan di anggap tidak merespon pertanyaan FMMPB sebelum lakukan aksi demo.
Kenapa baru sampai kita lakukan aksi demo baru di berikan penjelasan terkait gedung serba guna ? imbuh peserta aksi
FMMPB berharap bupati Buton yang baru di Lantik Alvin Akawijaya, S.H dapat memperhatikan dan mencopot camat dan lurah Lasalimu, imbuh para aktifis demo yang berakhir pukul 12.00 siang ini.
Laporan : Muh Hasyim
Editor : Moch Amir D/ A.Arya/Andi A Effendy










