oleh

Kasus Rp400 juta Raib dalam Waktu 49 detik Belum Terungkap, Nasabah BRI Bakal Ajukan ke Bareskrim Polri

BERITAKOTAONLINE.COM,  MAKASSAR- Sigit, selaku nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) hingga saat belum mendapat kejelasan terkait kasus hilangnya uang tabungan 400 juta dalam 49 detik.

Pasalnya kejadian yang menimpanya hanya berselang waktu 49 detik hilang setelah menabung melalui teller BRI.

Sigit telah melaporkan kepada Polda Sulsel dalam kriminal umum, kemudian digelar perkara khusus yang dihadiri oleh pihak kriminal khusus.

Berdasarkan gelaran tersebut, dilimpahkan perkara dari kriminal umum ke kriminal khusus karena adanya kegiatan perbankan.

Hingga saat ini Sigit masih belum mendapatkan kejelasan perkara kasus uangnya yang hilang.

“Katanya pihak krimsus masih melakukan penyelidikan, nah sampai detik ini kami masih menunggu penyelidikan yang dilakukan oleh pihak krimsus,” terang Sigit, Sabtu (10/07/2021).

Sigit menyampaikan, dalam hal ini berdasarkan keterangan Polda Sulsel, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) telah menuai hasil berdasarkan keterangan saksi. Berdasarkan hal ini pihak kami akan melihat sampai dimana penyelidikan oleh pihak Krimsus.

“Dari polda sulsel menerangkan masih melakukan penyelidikan. Tahap penyelidikannya sampai saat ini keterangan dari saksi dan sayapun telah dimintai keterangan dan hasilnya SP2HP dari Krimsus, pekan depan katanya akan melakukan koordinasi kepada ahli OJK,” ujarnya.

Kasus yang dialaminya telah memakan waktu yang cukup lama hingga satu tahun lebih, menjadikan Sigit hanya meminta kepastian kejelasan hukum.

Lebih lanjutnya, ketika kasus ini belum tuntas, pihak Sigit akan membawa perkaranya ke ranah Bareskrim Mabes Polri.

Sigit, selaku nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) hingga saat belum mendapat kejelasan terkait kasus hilangnya uang tabungan 400 juta dalam 49 detik

“Saya beserta kuasa hukum saya telah mengambil langkah-langkah ketika hal ini tidak tuntas pada Polda Sulsel, kami akan membawa perkara ini ke pihak Bareskrim Mabes Polri,” bebernya.

Sigit merasa BRI belum menunjukkan sikap itikad baik dan tidak ada penjelasan, seakan bungkam terhadap hal ini.

Lanjutnya, disini jelas masyarakat dapat menilai, terkait diamnya BRI dan menjadikan hal ini berlarut tanpa kepastian terhadap nasabah.

Ia merasa disepelehkan dalam, hal ini berarti BRI tidak melindungi nasabahnya.

“Tentunya saya akan berjuang bersama kuasa hukum saya, ini hak saya dan kami akan buktikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sigit menduga adanya pembiaran terhadap oknum yang berkeliaran dalam hal ini. Dimana, belum ada konfirmasi terkait berlarutnya kasus dari tahun 2018 menabung deposit pada program ‘Simpedes Hadiah Langsung’ hingga 2021.

Semoga kasus ini cepat terungkap beserta oknum yang terlibat dan hal ini menjadi peranan dari OJK dalam mengawasi hilangnya uang nasabah.

Sigit berharap agar tragedi krisis ekonomi pada masa pandemi Covid-19 ini tidak tertimpa terhadap nasabah lainnya.

“Saat ini saya mengalami kehancuran disaat pandemi Covid-19 , dimana kondisi ekonomi tidak stabil, tentunya tidak ada pemasukan dikarenakan hilangnya uang yang akan saya gunakan dalam merintis usaha dan sampai saat ini belum ada itikad baik dari BRI,” ungkapnya (*)

Editor : Syamsul Bakhri As / Uly/ Syaiful Dg Ngemba / H. Sakkar / A. AR. Rakhmansya Iskandar / Andi Ahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed