oleh

Massa Kama Cappi Unjuk Rasa, Blokade PIntu Masuk Dinas Pertanian Provinsi Sulsel, Soroti 2 Oknum dalam Dugaan Konspirasi Korupsi Proyek Drip Irriigation Takalar

BERITA KOTA ONLINE.COM, MAKASSAR – Massa Mahasiswa dari Lembaga Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GERMAK) Indonesia dan Lembaga Pemantau Pembangunan Sulsel kembali menggelar aksi unjuk rasa, kali ini massa menyasar Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulsel jalan Amirullah no 01 Makassar, Kamis (08/04/2021).

Para pengunjuk rasa dikordinir Jendral Lapangan, Maslim dan Ainun Nadjib serta rekannya, menaiki atap mobil komando, saling bergantian melakukan orasi menutup jalan pintu masuk kantor dinas pertanian dengan dikawal aparat kepolisian sektor Mamajang dengan protokol kesehatan.

Kedatangan massa yang dipimpin Kama Cappi di Kantor Plat Merah milik Pemprov Sulsel itu disebut terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan 2 orang oknum Pejabat Dinas Pertanian Sulsel yang diduga berkonspirasi dengan keluarga NA memuluskan 3 pihak rekanan mengerjakan proyek pembangunan Drip Irrigation di Takalar senilai Rp. 21 milliar Tahun Anggaran 2020 lalu.

“Proyek senilai 21 milliar itu dipecah jadi 3 masing masing kontraktor menikmati anggaran ada yang dapat 18 milliar ada 2 milliar dan ada 1 milliar, ada data dan buktinya” ungkapnya.

Kama Cappi menuturkan proyek yang berlokasi di Desa Bontomanai Kecamatan Mangarabombang kabupaten Takalar disebut dikerjakan 3 pihak rekanan kontraktor yang diduga masih menyisakan sejumlah masalah dan mangkrak.

“Masa PT dari jakarta mengerjakan proyek di takalar yang tidak tahu persis bagaimana lokasinya dan siapa pemilik lahannya. sekarang kasihan rakyat takalar yang menunggu airnya mengalir agar padinya bisa tumbuh dan dinikmati,” ujarnya.

Kama Cappi menyebutkan pihak kontraktor pembangunan Sumur dangkal Drip Irigasi dikerjakan oleh pemenang tender CV. Tiga Putra dengan anggaran Rp.1 Milliar dan pengadaan intilasi perpipaan Drip Irrigation yang dikerjakan oleh pemenang tender PT. Daya Santosa dengan anggaran senilai Rp.18 Milliar dan CV Arif Jaya senilai Rp. 2 Milliar dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Propensi Sulawesi Selatan

Dikatakan Kama Cappi Korupsi proyek irigasi di Kab. Takalar oleh Oknum Dinas Pertanian yang menelan anggaran senilai Rp 21 milliar itu tak terlepas dari keterlibatan keluarga dan Kroni Mantan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang telah ditangkap KPK beberapa waktu lalu.

“Dua orang ini merupakan kroni antek anteknya mantan gubernur sulsel yang nota bene diatur oleh taufik sebagai Iparnya nurdin yang ada diperusda, mereka ini bermain dengan pihak kontraktor sponsornya saat pilkada lalu”, beber Kama Cappi mantan Narapidana ini.

Dalam aksi itu pendemo meminta menemui Kadis Pertanian Dr. Ir A. Ardin Tjatjo, MP dan Kabid Sarana Prasarana, Muhlis yang disebut terlibat dugaan korupsi. Meski demikian para pendemo kecewa karena tak menemui orang yang diharapkan.

Sekretaris Kepala Dinas (Sekdis) Ir. H. Suaib. P, MP

Karena tak berada ditempat massa akhirnya diterima oleh Ir. H. Suaib. P, M selaku Sekretaris Kepala Dinas (Sekdis) di Ruangan Aula Kantor Dinas Pertanian.

“Saya sudah kontak pak kadis, beliau mempercayakan saya selaku sekdis untuk menerima teman teman. saya siap meneruskan apa yang menjadi tuntutan ke pak kadis untuk ditindak lanjuti, soal adanya dugaan korupsi yang sebutkan tadi saya tidak tahu apa-apa dan tidak punya kewenangan menjelaskan lebih jauh,” ucap.

Suaib menambahkan proyek Drip irrigation itu sudah rampung 100 persen 2020 lalu. “Terkait masih ada yang bermasalah yang dilaporkan tadi, kita perlu lihat dulu kontraknya seperti apa,” kata Suaib dihadapan awak media.

Dihadapan Sekdis, Kama Cappi menuturkan pihaknya dalam waktu dekat akan melaporkan 2 oknum pejabat tersebut ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel dan KPK.

“Saya punya data dan bukti, segera saya akan melaporkannya ke kejati dan polda, sudah lebaran saya ke KPK di jakarta minta supaya disupervisi,” tegas Kama Cappi (arya).

Editor : Andi Eka / Robin / Asrat Tella / Syamsul Bakhri As / Syaiful Dg Ngemba / A. AR. Rakhmansya Iskandar / Andi Ahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed