oleh

Dirlantas Polda Sulsel : Sistem E-TLE Upaya Polri Berantas Pungli, Negosiasi dan Konflik Pelanggar dengan Oknum Petugas

BERITA KOTA ONLINE.COM, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan menjadi salah satu dari 12 Polda yang ada di Indonesia yang akan menerapkan Tilang Elecronik. Sebanyak 16 titik di Kota Makassar akan dipasang Kamera pengawas untuk pemberlakuan mekanisme Tilang Elektronik.

Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel Kombes (Pol) Frans Sentoe S.IK mengatakan, seluruh 16 titik kamera pengawas berada di Pusat kota Makassar akan merekam aktivitas pengguna jalan hingga durasi 24 jam.

Dikatakan Frans penerapan E-TLE ini akan memudahkan petugas untuk mendeteksi nomor polisi kendaraan pelanggar selanjutnya teguran akan diinformasikan melalui surat ke alamat pemilik atau pesan singkat.

“ETLE pada saat merekam pelanggaran akan disingkronisasikan dengan data kendaraan bermotor, jadi surat teguran tetap akan kami layankan berdasarkan data kendaraan bermotor, sesuai alamat si pemilik kendaraan ataupun notifikasi pesan ditelpon genggamnya masing masing,” tutur Frans dalam keterangannya di ruang kerjanya, jalan AP. Pettarani Makassar, Jumat (26/03/2021).

Menurut Frans pemberlakuan Electronik Tracfict Law Enforcement (ETLE) merupakan program kerja Kapolri yang diberlakukan serentak secara nasional sejak 23 Maret 2021. Untuk tahap awal, ETLE akan di uji cobakan hingga 2 minggu kedepan.

“Sistem ETLE ini merupakan salah satu program prioritas bapak kapolri untuk memutus sentuhan langsung dengan petugas sehingga tidak terjadi praktek pungli, negosiasi, dan tidak terjadi konflik antara petugas sama pelanggar,” ucap Frans.

Pemberlakuan ETLE ini sebagai cara untuk menertibkan masyarakat agar lebih taat aturan dalam berlalu lintas sekaligus menjadikan kinerja polri lebih transparan. Bagi pengendara yang sudah menjual kendaraannya (Beralih Pemilik) Frans menyarankan untuk segera melapor ke Kantor pelayanan Samsat Makassar.

“jika dia sudah pindah tangan atau dijual, harusnya pada saat menjual, pemilik membuat laporan blokir di samsat bahwa kendaraannya sudah pindah tangan, nanti pada saat diperpanjang, besok pasti akan balik nama ke pembelinya,”tuturnya.

Frans menyebutkan jenis pelanggaran dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan seperti “Tidak mengggunakan sabuk pengaman, mengemudi menggunakan handphone, melawan arus, menggunakan kendaraan tanpa helm, ganjil genap (khusus DKI jakarta), selain itu juga melanggar batas kecepatan, melanggar marka, menerobs lampu stop, kendaraan yang tidak sesuai kelas jalannya, mati pajak dan nomor pelat palsu,” ujarnya.

Menurut Frans Petugas Posko pelayanan ETLE di Polrestabes hanya memberikan batas waktu 15 hari bagi pelanggar menyelesaikan tilang, selanjutnya serahkan kepengadilan untuk di eksekusi. Kendati demikian Frans menghimbau masyarakat Kota Makassar untuk senantiasa mentaati peraturan lalu semata mata untuk keselamatan jiwa.

“Pesan saya taatilah aturan lalu lintas, ingat kita menggunakan kendaraan harus juga bertanggung jawab, apa yang menjadi ketentuan, aturan lalu lintas, yah mari kita ikuti. masyarakat jangan takut dengan aturan, jangan takut dengan petugas tapi takutlah dengan aturan untuk keselamatan berlalulintas baik untuk keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” pungkas Dirlantas Polda Sulsel Kombes (Pol) Frans Sento SIK. (arya)

Editor : Andi Eka / Robin / Asrat Tella / Syamsul Bakhri As / Syaiful Dg Ngemba / A. AR. Rakhmansya Iskandar / Andi Ahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed