Bikin Inspiratif, Menteri Wihaji Janji Akan Tambah Ruangan Tamasya An Nisa di Garut

Bikin Inspiratif, Menteri Wihaji Janji Akan Tambah Ruangan Tamasya An Nisa di Garut

Editor : Andi Arya /Andi Eka/Andi A Effendy

GARUT, Beritakota Online– Taman asuh yang dikelola masyarakat Desa Mekarmukti dengan infak hanya 500 perak setiap anak per hari membuat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Kepala/Keluarga (BKKBN) Wihaji tercengang.

Ia menilai jika inisiatif warga ini dapat menjadi inspirasi pada daerah lainnya untuk bersinergi dengan program pemerintah dalam membangun keluarga berkualitas.

“Saya turun melihat langsung untuk menyentuh dan menyelesaikan masalah guna melahirkan generasi emas Indonesia. Demikian intruksi Bapak Presiden Prabowo untuk tidak banyak melakukan seminar,” katanya.

Wihaji mengatakan, Pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten dan Kota, dunia usaha, Lembaga, masyarakat, BNI dan PLN ikut bergerak bersama dalam program ini. “Jadi meskipun Anak-anak orang tuanya bekerja tetap mendapatkan pola asuh yang baik. Kita fokus memperkuat ketahanan keluarga,” ujar Wihaji dalam rilisnya saat berkunjung di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (11/11/2025).

Lebih lanjut ia mengungkapkan setelah mendengarkan gaji guru Tamasya An Nisa yang merupakan program nasional Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) ini hanya Rp1 juta, Wihaji bilang luar biasa gurunya sabar, tawakkal dan ikhlas.

“Dari keikhlasan maka akan lahir pendidikan penuh makna. Kami akan bantu menambah ruangan karena sudah mencapai 56 anak didik guna melahirkan generasi Indonesia emas. Ini keluarga yang kuat, masyarakatnya mampu menghadirkan tempat penitipan dan pendidikan anak dengan cara gotong royong. Saya salut dan baru menemukan cara seperti ini,” bebernya menambahkan.

“Program keluarga berkualitas di Kecamatan Caringin, termasuk Tamasya An Nisa ini istimewa. Selain infaknya kecil, anak-anak juga mendapat MBG atau Makan Bersama Gratis. Ini bentuk kepedulian dan inovasi masyarakat desa ini yang bisa menjadi inspirasi,” imbuhnya.

Wihaji menyebutkan bahwa program Tamasya sudah tersebar lebih dari 3.000 titik di seluruh Indonesia. Ia juga turun langsung memastikan bahwa setiap keluarga, terutama yang berisiko stunting untuk mendapat perhatian dan pendampingan langsung. Tidak hanya anaknya yang sehat, tapi juga ibunya bahagia dan lingkungannya mendukung. (*)

Laporan : Ishak M

src="https://beritakotaonline.com/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250923_154141.jpg" alt="" width="957" height="1600" /> >

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *