Dua Tokoh Akademisi Asal Sulsel Berkontribusi Dalam IPI Dan Jaringan Regional Asean
Makassar, Beritakota Online -Dua akademisi terkemuka asal Makassar, Sulawesi Selatan, mencatat kontribusi signifikan dalam ekosistem keinsinyuran nasional dan regional ASEAN. Keduanya adalah Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Rektor Universitas Hasanuddin) dan Assoc. Prof. Ir. Sirmayanti, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng* (Dosen Teknik Elektro PNUP).

Di tengah momentum menuju CAFEO 44 (Conference of the Federation of Engineering Institutions of Asia and the Pacific) di Bandung, peran kedua tokoh ini menjadi representasi nyata bagaimana kampus di Kawasan Timur Indonesia menjembatani riset, profesi, dan standar global.
1. Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. – Rektor Unhas
Rektor Unhas yang terpilih kembali untuk periode kedua 2026-2030 ini dikenal sebagai pakar Ekologi dan Biologi Kelautan terkemuka Indonesia dan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).
Di bawah kepemimpinannya, Unhas tidak hanya mendorong internasionalisasi program studi keinsinyuran, tetapi juga memperkuat tata kelola riset berkelanjutan berbasis maritim yang menjadi keunggulan Sulsel. Kapasitasnya sebagai Insinyur Profesional Utama (IPU) dan ASEAN Engineer menjadikannya rujukan dalam penyelarasan kurikulum teknik dengan standar sertifikasi regional.
Prof JJ panggilan akrabnya memberi pesan bahwa kami di Unhas sedang mendorong internasionalisasi kurikulum agar berdampak pada industri.
“Bagi saya, gelar ASEAN Eng. dan IPU bukan sekadar titel, tapi tanggung jawab untuk memastikan lulusan teknik Unhas mampu bersaing dan tersertifikasi di tingkat regional. Menjelang CAFEO 44 di Bandung, kita di Unhas sedang mendorong internasionalisasi kurikulum vokasi-profesi agar riset maritim kita tidak hanya berhenti di jurnal, tapi berdampak pada industri,” ujar Prof. Jompa, Rektor Unhas periode 2026-2030 dan anggota AIPI, saat dihubungi di Makassar, Kamis (23/10)
2. Assoc. Prof. Ir. Sirmayanti, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. – PNUP
Dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, Assoc. Prof. Sirmayanti tampil sebagai sosok akademisi vokasi yang menembus jaringan internasional. Ia adalah dosen senior di Prodi Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi, Jurusan Teknik Elektro PNUP.
Keahliannya meliputi digital wireless communications, perencanaan jaringan radio 4G/5G, Open RAN, dan Artificial Intelligence (AI) untuk infrastruktur telekomunikasi.
Secara keprofesian, ia telah meraih sertifikasi tertinggi APEC Engineer dan aktif di Badan Kejuruan Teknik Elektro (BKE) Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Rekam jejak regionalnya semakin kuat setelah sukses memandu Global Outreach Series (GOES 2.0) III di Makassar pada Maret 2026, yang berkolaborasi dengan AEI – Electrical Installation Steering Committee (EISC) dan PII, membahas regulasi infrastruktur digital dan data center di Indonesia.
Sementara Assoc Prof Ir Sirmayanti berharap dosen vokasi dapat memberi kontribusi menembus jaringan global untuk menjembatani kebutuhan industri 5.0, open RAN dan AI.
“Sebagai dosen vokasi perempuan di bidang telekomunikasi, saya ingin membuktikan bahwa politeknik juga bisa menembus jaringan global. Sertifikasi APEC Engineer dan ASEAN Eng. yang saya raih saya gunakan untuk menjembatani kebutuhan industri 5G, Open RAN, dan AI dengan regulasi. Melalui forum GOES 2.0 III di Makassar kemarin, kita bersama PII dan AEI-EISC berhasil membahas roadmap infrastruktur digital dan data center yang aman dan berstandar,” ungkap Sirmayanti, Dosen Senior Prodi Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi PNUP.
Pilar Kolaborasi Menuju CAFEO 44 Bandung
Keduanya memiliki kesamaan sebagai pemegang gelar profesi Insinyur Profesional Utama (IPU) dan ASEAN Eng., sebuah pengakuan kompetensi insinyur yang memungkinkan mobilitas profesional di 10 negara ASEAN.
Keberadaan dua tokoh dari Unhas dan PNUP ini menjadi pilar penting dalam menyuplai riset, inovasi, dan SDM insinyur profesional yang sejalan dengan semangat kolaborasi CAFEO 44 di Bandung. Sinergi antara universitas riset (Unhas) dan politeknik vokasi (PNUP) ini membuktikan bahwa Makassar bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai hub pengembangan standar keinsinyuran Asia Tenggara.
Berdasarkan jadwal resmi CAFEO 44
– Day -1, Minggu 18 Okt 2026- Delegates Arrival & Re-registration
– *Day 0, Senin 19 Okt 2026* – Arrival, AFEO Friendship Golf 2026, Engineering Seminar, RAPIMNAS PII
– *Day 1, Selasa 20 Okt 2026* – Opening Ceremony, Country Report, WEAFEO/YEAFEO, AER Conferments, Welcome Dinner by Walikota Bandung
– *Day 2, Rabu 21 Okt 2026* – Engineering Conferences, Women Engineering Summit, Young Engineers Festival, Exhibition
– *Day 3, Kamis 22 Okt 2026* – Tree Planting, Indonesia Spices Experience, AFEO Governing Board Meeting, *Closing Ceremony*
– *Day 4, Jumat 23 Okt 2026* – Visit Sekretariat ASEAN di Jakarta & Bandung Excursions
Jadi acara inti 3 hari (20-22 Okt), tapi dengan rangkaian pre-event dan post-event totalnya 18-23 Oktober 2026 (6 hari).
Laporan : Andi Arya Rachmansyah










