Pasar Turatea Jeneponto Rp 172 Miliar Masuk Lelang, Arak Nusantara Soroti Penawaran di Bawah Pagu

Pasar Turatea Jeneponto Rp 172 Miliar Masuk Lelang, Arak Nusantara Soroti Penawaran di Bawah Pagu

Jeneponto, Beritakota Online— Pembangunan Pasar Turatea Karisa di Kabupaten Jeneponto kembali memasuki tahapan penting setelah proyek yang telah lama dinantikan masyarakat itu resmi masuk proses lelang dengan pagu anggaran mencapai Rp172 miliar.

 

Pasar Turatea Karisa diketahui telah lama terkatung-katung setelah mengalami kebakaran pada September 2020. Sejak saat itu, masyarakat Jeneponto menantikan pembangunan kembali pasar tersebut agar aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal.

Kabar pembangunan Pasar Turatea Jeneponto mulai mendapat titik terang setelah Pemerintah Pusat menetapkan APBN Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan pantauan redaksi pada laman resmi pengadaan pemerintah, proses lelang proyek tersebut saat ini telah berlangsung.

Paket Pekerjaan Konstruksi Pasar Turatea tercatat sebagai paket pekerjaan konstruksi pada Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Selatan.

Proyek tersebut menggunakan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pagu dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp172.000.000.000.

Lokasi pekerjaan berada di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

*Lelang Pasar Turatea Masuk Pascakualifikasi*

Dalam proses pengadaannya, paket pembangunan Pasar Turatea Jeneponto saat ini telah masuk tahap Pengumuman Pascakualifikasi.

Adapun jadwal keseluruhan proses lelang tercatat berlangsung mulai 27 Juli hingga 5 Oktober 2026.

Dari pantauan terhadap proses lelang, terdapat sejumlah peserta yang telah memasukkan penawaran.

Beberapa penawaran dengan nilai terendah terlihat berasal dari PT CSK, kemudian PT ABK, dan PT LNJ.

Sementara itu, dari daftar peserta lelang yang terpantau, hanya terdapat satu kontraktor BUMN yang mengikuti proses pengadaan tersebut.

Munculnya penawaran dengan nilai di bawah pagu kemudian menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat Jeneponto.

*Arak Nusantara Ingatkan Pokja Tak Sekadar Kejar Harga Murah*

Muhammad Nasir Ibrahim dari LSM Arak Nusantara meminta kelompok kerja (Pokja) pemilihan melakukan evaluasi secara seksama terhadap seluruh dokumen dan kemampuan peserta lelang.

Nasir mengingatkan agar Pokja tidak hanya menjadikan harga penawaran terendah sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pemenang proyek.

Menurutnya, nilai pagu pembangunan Pasar Turatea Jeneponto mencapai Rp172 miliar, sehingga kualitas pekerjaan, kemampuan kontraktor, waktu pelaksanaan, serta risiko proyek juga harus menjadi perhatian.

“Jangan hanya melihat terendah yang membuang anggaran sampai 20 persen di bawah pagu/HPS,” ujar Nasir Ibrahim.

Ia menegaskan, tujuan pengadaan pemerintah bukan semata-mata mendapatkan kontrak dengan harga paling murah.

Menurutnya, pekerjaan harus menghasilkan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan dengan memperhatikan biaya, waktu, dan risiko pelaksanaan.

Lima Hal Diminta Jadi Perhatian Pokja
Secara khusus, Arak Nusantara memberikan sejumlah catatan yang dinilai perlu menjadi perhatian Pokja Pemilihan dalam proses lelang pembangunan Pasar Turatea Jeneponto.

*Pertama, tidak hanya mengejar harga terendah*

Nasir menilai harga murah tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan pemenang.

Pengadaan harus menghasilkan pekerjaan dengan kualitas, biaya, waktu, serta risiko yang dapat dipertanggungjawabkan.

*Kedua, melakukan uji kewajaran harga*

Pokja diminta memastikan seluruh komponen penawaran masih realistis untuk dilaksanakan. Terlebih jika terdapat penawaran dengan selisih yang cukup besar dari pagu atau HPS.

“Uji kewajaran harga penting dilakukan. Kalau ada diskon sampai 20 persen, perlu dilihat apakah seluruh komponen pekerjaan secara realistis dapat dilaksanakan dengan harga tersebut,” katanya.

*Ketiga, memeriksa kemampuan dasar dan pengalaman perusahaan*

Perusahaan yang nantinya ditetapkan sebagai pelaksana harus benar-benar memiliki pengalaman dan kemampuan yang relevan dengan skala pekerjaan sekitar Rp172 miliar.

Menurut Nasir, persyaratan administratif saja tidak cukup. Kemampuan teknis dan rekam pengalaman perusahaan harus benar-benar diverifikasi.

*Keempat, memeriksa personel dan peralatan*

Pokja juga diminta memastikan personel manajerial, tenaga ahli, serta peralatan utama yang ditawarkan peserta benar-benar tersedia dan mampu dimobilisasi untuk mendukung pelaksanaan proyek.

Hal tersebut penting agar seluruh sumber daya yang tercantum dalam dokumen penawaran bukan sekadar persyaratan administratif di atas kertas.

*Kelima, memeriksa kemampuan keuangan perusahaan*

Kemampuan finansial kontraktor juga dinilai menjadi faktor penting. Perusahaan yang nantinya mengerjakan proyek harus mempunyai kemampuan keuangan yang memadai untuk melaksanakan pembangunan Pasar Turatea Jeneponto hingga selesai.

Masyarakat Berharap Pasar Turatea Berkualitas
Nasir menegaskan, masyarakat Jeneponto memiliki harapan besar terhadap pembangunan kembali Pasar Turatea Karisa.

Pasar yang terbakar pada September 2020 tersebut telah lama dinantikan pembangunannya.

Karena itu, proyek dengan anggaran Rp172 miliar tersebut diharapkan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan bangunan yang berkualitas dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Harapan terbesar kami masyarakat Jeneponto adalah Pasar Turatea ini, bangunan yang sangat dinantikan pembangunannya, dapat dikerjakan semaksimal mungkin menggunakan anggaran sesuai pagu/HPS yang dialokasikan dan dikerjakan dengan kualitas material, proses pengerjaan yang baik serta sesuai waktu yang ditetapkan,” tegas Nasir Ibrahim.

Dengan telah masuknya proses lelang ke tahap Pengumuman Pascakualifikasi, masyarakat kini menunggu hasil evaluasi terhadap para peserta hingga penetapan kontraktor pelaksana.

Pembangunan Pasar Turatea Karisa diharapkan menjadi momentum untuk mengakhiri penantian masyarakat sejak kebakaran 2020 sekaligus menghadirkan kembali pusat aktivitas perdagangan yang layak bagi warga Jeneponto. (Tim)

Editor : Bausad Nakku/Andi Arya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *