17 September 2019

Sepenggal Catatan Tentang Sejarah Tari Balla Bulo

10 - Jan - 2014 | 23:28 | by:
Sepenggal Catatan Tentang Sejarah Tari Balla Bulo

Laporan : Fadly Syarif dari Selayar

Selayar, Beritakota Online-Pada era pemerintahan kerajaan tempo doeloe, tari tradisional pakarane Balla Bulo digelar sebagai sebuah bentuk persembahan bagi para raja dan tamu-tamu kehormatan kerajaan. Sejak pertama kali diciptakan pada abad ke XVIII M, tarian pakarena balla bulo disebut-sebut mengandung unsur mistik dan diduga memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan To Manurung atau bidadari yang baru turun dari kayangan.

Hal ini kemudian mengilhami jumlah penari balla bulo yang rata-rata terdiri atas angka ganjil, minimal lima orang dan maksimal sembilan orang penari wanita. Dalam penampilannya, para penari dibekali kipas dan selendang dengan dibantu oleh tiga orang yang bertindak sebagai pemain instrumen musik gendang serta gong.

Sementara To Manurung, diyakini akan menjadi penggenap saat dipersembahkannya tarian dihadapan raja ataupun tamu kehormatan kerajaan. Tarian tradisional Balla Bulo terdiri atas 5 adegang klimaks yang tergolong unik dan enak untuk ditonton.

Tarian tradisional ini diberi nama tari Balla Bulo sesuai dengan nama daerah asal dan tempat bertumbuhnya yakni, Distrik Balla Bulo yang sekarang berubah nama Desa Harapan, Kecamatan Bontosikuyu.

Tarian ini mulai tumbuh pada abad XVIII M. Tarian ini diberi nama tari Pakarena Ballabulo sesuai dengan nama daerah tempat tumbuhnya yaitu Distrik Ballabulo yang sekarang berubah nama menjadi Desa Harapan Kec. Bontosikuyu.(*)

Editor : Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Kesenian,Pariwisata | TRACKBACK |

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori Kesenian

Kategori Pariwisata