20 September 2019

Soal Dana Surat Keterangan Kesehatan SIM Disorot, Lemkira Minta Satlantas Polrestabes Makassar ” Transparan ” !

13 - Agu - 2019 | 16:03 | by: Biro Sulsel
Soal Dana Surat Keterangan Kesehatan SIM Disorot, Lemkira Minta Satlantas Polrestabes Makassar ” Transparan ” !

Menyorot Pelayanan Satpas SIM Polrestabes Makassar (Bagian 1)

Kasatlantas :  Tidak ada kaitannya pemungutan biaya atas jasa tersebut dengan Polri,

Makassar, Beritakota Online-Sebagai kelengkapan administrasi, pemohon SIM Warga harus membawa KTP dan surat keterangan sehat dari dokter yang ditunjuk.

Salah satu Petugas di Satpas SIM Polrestabes Makassar di SPN Batua menjelaskan tes kesehatan wajib dilakukan oleh seorang pemohon SIM baik untuk pembuatan SIM baru atau perpanjangan SIM. Surat keterangan sehat dari dokter itu, nantinya dilampirkan sebagai salah satu syarat mengikuti tes atau perpanjangan SIM.

“Kalau sudah ada surat keterangan sehat dari dokter, silakan dbawa dan ditunjukkan ke petugas,” ungkapnya.

Di unit pelayanan SIM seperti di Satpas SIM Polrestabes Makassar disediakan loket untuk menjalani kesehatan. Fasilitas itu diberikan kepada calon pemohon yang tidak melakukan tes kesehatan sebelumnya di luar, tetapi dikenai biaya tambahan sebesar Rp 35 ribu.

“Uang tes kesehatan itu tidak termasuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), tetapi tetap kita sediakan untuk melayani masyarakat yang tidak mau repot-repot membawa surat dari dokter, sudah include di situ. Kalau sudah bawa surat dari dokter,” jelas Salah seorang petugas SIM yang namanya tidak mau dimediakan.

Tes kesehatan itu meliputi tes visual untuk mengetahui kondisi mata seorang pemohon SIM. Selain tes mata, petugas kesehatan yang tersedia di loket pelayanan SIM di kepolisian juga akan menanyakan riwayat kesehatan si pemohon.

Terkait masalah Surat Kesehatan Yang wajib dilampirkan setiap pemohon SIM yang diduga disorot Warga terkait dengan dana yang lumayan jumlahnya tiap hari yang dipungut dari setiap warga pemohon SIM, hal ini hasil investigasi Lembaga Monitoring Kinerja Aparatur Negara Indonesia (Lemkira) selama ini dipantau dari sejumlah pemohon SIM yang bermohon di Makassar diantaranya di Satpas SIM Batua, Mobil SIM Keliling, Gerai SIM Di Mall.

Sementara hasil wawacara dengan Pemohon SIM di Satpas SIM Batua, Muh Iwan mengatakan Bahwa kalau bermohon SIM baru A dan C harus ada Surat Keterangan Kesehatan dan Surat Keterangan lulus Fisikotest dan ini diminta bayaran Rp 35 ribu untuk Surat Keterangan Kesehatan dan Rp 50 Ribu untuk Surat Lulus Fisikotest dan terjadi juga di Gerai SIM di Mall dan Di Mobil SIM Keliling , kemudian ditambah dengan PNBP SIM, katanya

Ketua Lemkira, Abd Rahman ini menjelaskan bahwa ada dugaan pungutan dana pemohon SIM di tiga loket di Makassar cukup besar jumlahnya dan diduga ini perlu diketahui oleh masyarakat dana ini mengalir dan disimpan dimana, contoh hasil investigasi ditemukan bahwa ada sekitar 150 pemohon SIM tiap hari ditiga loket ini, dan bila dikalikan dengan biayanya Rp 35 ribu total jumlahnya Rp 5,25 juta perhari dikali 24 hari maka jumlahnya Rp 126 juta Perbulan dana itu bisa dikumpulkan untuk surat Keterangan Kesehatan bila jumlah pemohon itu setiap hari begitu, dan bisa lebih juga, jelasnya.

Menurut Ketua Lemkira ini Ada jumlah Rp 126 juta itu cukup besar dan signifikan pemasukannya dibandingkan dengan PNBP SIM, dan perlu diduga dan dipertanyakan selama ini siapa yang simpan dan diduga mengalir kemana juga dana ini karena diduga bagian syarat permohonan SIM juga yang wajib dipenuhi Masyarakat selama ini.

Dan Pihak Lemkira mengharapkan ada semacam penjelasan pihak Satlantas Polrestabes Makassar diduga kemana aliran dana dan dimana simpan dana ini setelah terkumpul setiap harinya maupun setiap bulannya sebagai bentuk transfaransi dari Aparat Kepolisian Pada Satuan Lalulintas Polrestabes Makassar yang merupakan bagian dari Satpas SIM di Makassar.

Terkait masalah ini Beritakota Online konfirmasi kepada Kasatlantas Polrestabes Makassar, Kompol Yusuf Usman, S, Ik memberikan Penjelasan mengenai Kesehatan dan Psikologi ;
1. Tes kesehatan
Adalah kewajiban setiap pemohon sim, untuk dilengkapi dengan surat keterangan dokter yg bisa dipertanggungjawabkan, dari dokter yg memiliki kompetensi, katanya.

Menurut Kompol Yusuf Usman Untuk biaya yg dikeluarkan itu semua dipertanggungjawabkan oleh dokter yg telah di tunjuk. Dan tidak berkaitan dengan Polri.

“Demikian juga dengan psikologi, yang melaksanakan adalah lembaga psikologi yg telah memiliki kompetensi untuk mengeluarkan. Dan tidak ada kaitannya pemungutan biaya atas jasa tersebut dengan Polri, ” Jelas Mantan Kasat Sabhara Polrestabes Makassar ini dalam relisnya dikirim lewat kontak Whats Appnya.

Jadi intinya semua pemohon sim bisa melaksanakan tes kesehatan dan psikologi diluar / dimanapun, namun kami membantu masyarakat yang tidak sempat mengurus kesehatan dan Psikologi, di siapkan dan dihadirkan di tempat layanan Sim.

Dan Terkait masalah hasil Investigasi Lemkira selanjutnya masalah dugaan adanya Pungutan diluar PNBP dalam permohonan SIM A dan C di Satpas SIM Polrestabes Makassar Batua, bisa dibaca pada edisi selanjutnya (Tim) (Bersambung)

Editor : H.Sakkar/Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Daerah,Hello Polisi,Nusantara | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Daerah

Kategori Hello Polisi

Kategori Nusantara