16 November 2019

RS Syekh Yusuf di Terpa Dugaan Malpraktek, Dokter Gigi Minta Maaf

26 - Jan - 2018 | 08:29 | by:
RS Syekh Yusuf di Terpa Dugaan Malpraktek, Dokter Gigi Minta Maaf

Gowa, Berita kota online— Adanya isu yang menerpa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Gowa yang dituding dugaan malpraktek akhirnya berujung damai. Dokter Gigi, Akbar dan bidan puskesmas Bontolempangan, Nurhayati, akhirnya meminta maaf kepada pihak RS Syekh Yusuf Gowa, keduanya mengaku bersalah dan khilaf.

Kepala dinas kesehatan Gowa, Dr.Hasanuddin, mengatakan dihadapan LSM dan wartawan yang hadir di ruang kerjanya, bahwa dia telah memanggil Dokter Gigi, Akbar dan bidan, Nurhayati untuk mengadakan rapat dan menyelesaikan opini yang berkembang di masyarakat tentang dugaan malpraktek RS Syekh Yusuf Gowa.

Dihadapan beberapa LSM, Dokter Gigi, Akbar, menyampaikan permohonan maafnya, yang sebesar- besarnya, kepada pihak RS Syekh Yusuf Gowa karena telah mengeluarkan statement “apabila itu keluarga saya, maka akan saya tuntut pihak RS”.

“Kata- kata itu, saya ceplos mengeluarkannya, karena merasa kasihan melihat kondisi bayi, terdapat luka dibagian paha dan dibelakang punggungnya,” ujarnya dengan penuh bersalah.

Sehingga statement yang dikeluarkan Akbar itu, menjadi opini yang berdampak adanya dugaan malpraktek di RS Syekh Yusuf Gowa.

“Saya telah menyadari, bahwa kata- kata yang saya keluarkan itu salah dan saya mengaku khilaf,” ucapnya yang penuh rasa bersalah. Kamis (25/1/2018).

Katanya, setelah dia mendengar penjelasan dari pihak Dokter omongannya itu, dia mengakui sangat malu.

“Saya langsung meminta maaf, karena celetuk itu didengar sama semua perawat yang ada di RS pada malam itu, waktu saya antar pasien,” akunya.

Sementara bidan, Nurhayati, juga menyampaikan setelah melakukan pertemuan dan mendengarkan penjelasan pihak RS, bahwa semua prosedur sudah sesuai dengan standar pelayanan RS.

“Dan diagnosa pihak RS adalah amniotic band, jadi ini bukan luka iris. Dan kalau saya memanggil polisi itu malam, hanya untuk mendampingi kami. Karena perjalanan sangat jauh, kita antar pasien jam 12 malam,” jelasnya.

Kami meminta maaf kepada pihak RS Syekh Yusuf Gowa, karena telah menimbulkan keresahan.

Hadir juga, Kabag program dan informasi, H.Muh.Taslim, yang menegaskan kembali bahwa RS Yusuf Gowa tidak ada malpraktek.

“Karena Dokter Gigi sama bidan ini, mengakui kesalahannya dan khilaf serta sudah meminta maaf kepada RS Syekh Yusuf Gowa, maka kami legowo memaafkannya,” tutur H.Taslim yang mewakili pihak RS Syekh Yusuf Gowa.

Berharap kedepannya, jangan sampai terulang lagi, sebab dampaknya kita bisa saling mencederai.

“Jadi ini adalah sebuah pelajaran dan perlu hati- hati dalam mengeluarkan statement sperti itu. Apalagi sesama orang kesehatan,” tandasnya yang datang ke dinas kesehatan Gowa bersama Kepala seksi pelayanan medik, dr. Suryadi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa RS Syekh Yusuf Gowa diduga telah melakukan malpraktek terhadap bayi mungil, yang bobotnya sampai 5 kg.

Sayangnya, bayi yang dilahirkan secara caesar oleh ibunya, daeng Tuni, warga desa Pa’ladingan kecamatan bontolempangan Gowa terdapat luka pada bagian paha dan di belakang punggungnya. Sehingga berkembang di masyarakat menjadi opini dugaan malpraktek. Padahal luka itu hanya bekas tekanan tali pusar.

Laporan : Shanty

Editor : Anjas/ Andi A Efendy

 


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Daerah,Kesehatan | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Daerah

Kategori Kesehatan