oleh

Anggota TNI Diduga Jadi Korban Penipuan Oknum Petugas Mobil Samsat Keliling

BERITA KOTA ONLINE.COM. MAKASSAR — Seorang Anggota TNI di Makassar diduga menjadi korban penipuan oknum petugas Bapenda Sulsel usai membayar pajak kendaraannya di Layanan Mobil Samsat Keliling. Pasalnya pembayaran Pajak kendaraan yang telah dilunasi selama 2 tahun periode 2019 dan 2020 lalu ternyata tagihannya masih muncul kembali.

Korban bernama Arifin berpangkat Peltu ini mengaku kaget dan baru sadar saat dirinya datang di Samsat berlokasi di Mallengkeri untuk membayar pajak selama 1 tahun periode 2021,

Dirinya terkejut saat dicek petugas ia diharuskan membayar 3 tahun mulai 2019, 2020 dan 2021.

“Saya kaget ketika saya mau melakukan pembayaran STNK untuk 2021 saya kembali diminta untuk membayar yang saya sudah bayar yaitu pajak 2019 dan 2020.” ungkap Arifin dalam keterangannya di media zonasulsel (15/5/2021).

Selain itu Arifin menerangkan pada lembar STNK yang ia terima tersebut terdapat cap dan stempel dari pihak kepolisian Samsat sebagai bukti pembayaran.

“Padahal sudah di stempel oleh petugas samsat yang bertugas di mobil samsat keliling di Mallengkeri” tuturnya

Lebih lanjut Arifin meminta masalah ini harus diselesaikan segera pihak Samsat, Anggota TNI berpangkat Peltu ini menilai kasus penipuan yang dilakukan oknum petugas pelayanan Mobil Samsat keliling yang nota bene salah satu inovasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, disinyalir ada pembiaran.

Adapun kronologis kejadian Arifin menjelaskan peristiwa itu berawal dari mobil Bekas merek SENIA buatan tahun 2005 yang dibelinya pada bulan Maret 2021. Ia mengaku mobil itu memang menunggak pajak dua tahun mulai dari 2019 hingga 2020,

Maka dari itu kata Arifin saat itu dirinya datang menyelesaikan pajak yang menunggak sebesar Rp2.300.000 di mobil Samsat keliling pada pertengahan Maret 2021 tanpa sedikitpun rasa khawatir.

“Saya kan bayar STNK di mobil pelayanan Samsat keliling yang mana pelayanan tersebut milik Samsat Makassar jadi saya sedikitpun tidak ada keraguan dan sangat percaya.” ujarnya.

Namun sayangnya Pihak Samsat seakan lepas tangan atas raibnya sejumlah uang miliknya. Menurut Arifin Pihak Samsat enggan bertanggung jawab mengganti rugi uang miliknya dengan dalih oknum petugas tersebut sudah dipecat dan meminta arifin menyelesaikan sendiri.

M. Madjid Kepala Seksi Pelayanan Samsat Makassar diruang kerjanya dijalan A. Mappanyukki, Senin (17/5/2021)

“Silahkan cari petugas yang melayani anda, minta uangta kembali baru bayar ulang disini,” tutur M. Madjid Kepala Seksi Pelayanan Samsat Makassar diruang kerjanya dijalan A. Mappanyukki, Senin (17/5/2021).

Kepala Seksi Pelayanan Samsat Makassar M. Majid mengaku bahwa kasus yang dialami Arifin bukan pertama kalinya melainkan sudah lebih ratusan orang yang datang melapor pada dirinya dengan kejadian yang sama.

“Sudah lebih seratus orang yang datang melapor masalah seperti ini, pelakunya itu oknum petugas yang kini sudah dipecat,” tutur M. Majid

Menurut M. Majid oknum petugas bernama Darmawansyah alias Wawan, pihak Samsat sendiri sudah memberikan teguran satu sampai dua kali atas perbuatannya, karena sudah banyak laporan akhirnya oknum tersebut dipecat.

“Jadi begini, begitu ada laporan kita konfirmasi yang bersangkutan dia mampu menyelesaikan ada juga yang tidak bisa dia selesaikan. Kami sudah melakukan teguran satu sampai dua kali karena sudah banyak laporan akhirnya kita melakukan pemecatan,” tandas M Majid. (arya).

Editor : Syamsul Bakhri As / Syaiful Dg Ngemba / Uly / H. Sakkar / A. AR. Rakhmansya Iskandar / Andi Ahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed