oleh

Jadikan TMMD Sebagai Sarana Perekat Kemanunggalan TNI-Rakyat Sekaligus Untuk Mengentaskan Rakyat Miskin di Pedesaan

Makassar, Berita Kota Online- Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tiga kali dalam satu tahun di tengah-tengah masyarakat, tak hanya menyoal pembangunan semata, akan tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan bangkitkan menumbuh kembangkan budaya kearifan lokal semangat gotong royong, sekaligus dalam rangka mempercepat pemerataan pembangunan di pedesaan.

Di TMMD juga sebagai bentuk wujud kolaborasi sinergitas TNI/Polri maupun Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat guna mewujudkan pembangunan di daerah terpencil dan tertinggal.

 

Kodam XIV/Hasanuddin tahun ini dalam program TMMD reguler ke-110 menyasar di empat wilayah diantaranya, di wilayah Korem 141/TP yakni Kodim 1405/Mallusetasi di Kodya Parepare, Kodim 1409/Gowa, di Kabupaten Gowa, wilayah Korem 142/Ttg yakni di Kodim 1401/Majene di Kabupaten Majene dan di wilayah Korem 143/HO yakni Kodim 1413/ Buton di Kabupaten Buton.

Berbicara TMMD reguler ke-110 tahun 2021 salah satunya di Kabupaten Gowa wilayah Korem 141/TP Kodim 1409/Gowa dengan sasaran di Desa Tanah Karaeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Selasa (1/4)

Program TMMD di tengah-tengah masyarakat bukan sekedar menghadirkan bangunan fisik, bukan juga sekedar menambah sarana dan prasarana infrastruktur desa, akan tetapi juga lebih penting yaitu terbangunnya semangat kebersamaan membangun desa sebagai basis ketahanan Nasional dan terjalinnya komunikasi yang baik antara TNI Polri, Kementerian/LPNK Pemerintah Daerah dan seluruh komponen bangsa, kehadiran TMMD di tengah masyarakat harus dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya membangun ketahanan nasional yang dari ketahanan wilayah, utamanya adalah ketahanan desa.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, S.H., M.H mengucapkan rasa terima kasih dan mengapresiasi kinerja satgas TMMD ke-110 di Kabupaten Gowa di tiga kecamatan dalam tiga tahun berturut-turut bekerja sama berkaitan dengan TMMD dan pemerintah kabupaten Gowa selalu ingin memberikan kontribusi terbaik dalam setiap pelaksanaan TMMD.

Dirinya mengaku, pemerintah daerah Kabupaten Gowa sudah bekerja sama berkaitan dengan TMMD yang ketiga kalinya, sudah sejak tahun 2016 sampai 2021 ini, yang pertama di Kecamatan Bungaya, Kecamatan Tompobulu dan sekarang ini di Kecamatan Manuju. Ini merupakan kolaborasi antara pemerintah Kabupaten Gowa masyarakat dan TNI, pasalnya program tersebut sangat membantu pemerintah, apa yang dikerjakan satgas TMMD dengan penuh keikhlasan bekerja gotong royong bersama masyarakat menyelesaikan beberapa pembangunan sebagai sasaran program, nanti hasil dari pembangunan tersebut akan bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat setempat dalam rangka mendukung percepatan pembangunan yang merata di wilayah pedesaan.

“Ini tentunya akan menunjang nilai ekonomi bagi masyarakat dan juga akan membuka fasilitas akses kepada masyarakat, ketika kita melihat jembatan ini, maka terlintas di benak kita bahwa akses jalur perhubungan antara kabupaten Gowa dan kabupaten Takalar jelas akan lebih meningkat”, tuturnya.

“Walaupun membuka daerah terisolir tidak mudah menghubungkan antara daerah dan kabupaten dengan kabupaten lainnya, hal ini bisa di kerjakan TNI bersama-sama masyarakat bisa berjalan dengan baik walaupun kondisi cuaca saat ini tidak menentu”, sambungnya.

“Sasaran fisik yang telah ditetapkan ini nantinya bisa mendukung tumbuh kembangnya usaha-usaha masyarakat dibidang perekonomian untuk meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat dan mendukung pemerintah dalam pemerataan pembangunan serta pengentasan kemiskinan”, harapnya.

Sementara itu Dandim 1409/Gowa Letkol Arh M. Syuaib selaku Dansatgas TMMD menjelaskan, sasaran fisik yang dibangun satgas TMMD adalah perkerasan jalan sepanjang 1000 meter, Pembangunan Jembatan 2 unit dengan ukuran 5 x 5,5 meter, kemudian pembangunan plat duekker 5 buah ukuran 1x 5.5 meter dan Pembangunan MCK 2 unit.

“Alhamdulillah semuanya sasaran fisik yang dikerjakan sesuai dan tepat waktu, ini berkat dukungan pemerintah setempat maupun warga dalam bekerja bahu membahu gotong royong menyelesaikan pembangunan tersebut” tuturnya.

“Perkembangan di lapangan progresnya secara umum berjalan dengan baik dapat diselesaikan tepat waktu hal ini sesuai dengan harapan kita bersama”, sambungnya.

“Diantaranya pembangunan salah satunya yakni jembatan yang akan menghubungkan antara Kabupaten Gowa dengan Kabupaten Takalar, jalan yang dibuka tersebut nantinya akan menjadi jalan alternatif untuk menghubungkan kedua daerah tersebut, kita berharap jembatan ini akan mempermudah para petani untuk mengangkut hasil buminya”, jelas Dandim.

“Selain itu juga ada sasaran non fisik diantaranya, penyuluhan hukum, bahaya narkoba, penyuluhan pertanian, kesehatan dan layanan posyandu”, tutupnya.

Sedangkan ditempat terpisah Wakapendam XIV/Hasanuddin Letkol Inf Sandi Yudho Panoto, S.E mengatakan, TMMD adalah program TNI dan pemerintah yang didukung masyarakat secara berkesinambungan dan berjalan tiga kali dalam tiap tahunnya, apalagi tahun ini dihadapkan dengan kondisi saat ini yang masih dalam pandemi Covid-19 maka pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk menghindari munculnya cluster baru.

“Namun demikian hal ini tidak menjadi penghalang bagi anggota satgas TMMD untuk bekerja secara maksimal baik pelaksanaan kegiatan fisik dilapangan maupun non fisik karena program ini nantinya diharapkan secara langsung akan berdampak yang sangat mendasar menyentuh masyarakat yang paling bawah”, sambungnya.

“Adapun hasil pembangunannya dapat dirasakan langsung bagi daerah terpencil dan tertinggal guna membuka jalur roda perekonomian masyarakat maupun perkembangan pemerataan pembangunan disuatu wilayah”, tutupnya.

Editor : Andi Eka/AAR.Rakhmansya/Syamsul Bakhri/Saiful Dg Ngemba/Asrat Tella/ Uly/H.Sakkar/Andi A Effendy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed