oleh

Jubir KPK Ali Fikri : Ada Tujuh Saksi Terkait Kasus Nurdin Abdullah Diperiksa di Polda Sulsel

Makassar, Berita Kota Online-Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri memperbarui informasi terkait perkara yang menjerat Gubernur Sulsel non-aktif Nurdin Abdullah.

“Hari ini, Jumat 12/3/2021 pemeriksaan saksi dugaan TPK (Tindak Pidana Korupsu) perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021,” kata Ali Fikri via pesan WhatsApp, Jumat siang.

Dengan tersangka NA (Nurdin Abdullah), ER (Edy Rahmat) dan AS (Agung Sucipto).

“Tempat riksa Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel Jl Perintis Kemerdekaan Makassar),” katanya, seperti dikutif dari Lintassulawesi.

Adapun terperiksa, kata Ali Fikri Ada tujuh orang.

“Atasnama saksi Herman Parudani Pegawai Negri Sipil pemprov Sulsel, Ansar Pegawai Negri Sipil pemprov Sulsel, Hizar Pegawai Negri Sipil Pemprov Sulsel,” ujarnya.

“Lalu Suhasril Pegawai Negri Sipil pemprov Sulsel, A Yusril Mallombassang Pegawai Negri Sipil Pemprov Sulsel, Asirah Massinai Pegawai Negri Sipil Pemprov Sulsel dan Astrid Amirullah Pegawai Negri Sipil Pemprov Sulsel,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menjadi Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).

Dari informasi sebelum yang vital di Media Online, Nurdin Abdullah ditangkap KPK, beredar melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp, proses penangkapan mulai pukul 01.00 Wita.

Tim KPK sebanyak 9 orang telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan. Nurdin Abdullah di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.

Hal itu berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan No : Sprin.Lidik-98/01/10/2020.

Tim KPK telah mengamankan beberapa orang antara lain: Agung Sucipto (Kontraktor, 64 Thn), Nuryadi (Sopir Agung, 36 tahun), Samsul Bahri (Adc Gubernur Provinsi Sulsel 48 tahun)

Selain itu, ada Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan) dan Irfandi ( Sopir Edy Rahmat).

Barang bukti yang diamankan oleh Tim KPK yaitu 1 (satu) koper yang berisi uang sebesar Rp 1 Miliar yang di amankan di Rumah Makan Nelayan Jl Ali Malaka, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E.Zulpan dikonfirmasi hal itu membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan KPK Sebanyak Tujuh Saksi terkait Pengembangan Kasus Gubernur Sulsel Non Aktif Prof DR H.Nurdin Abdullah, katanya di Makassar, Jumat (12/03/2021).

Editor : Andi Eka/AAR.Rakhmansya/ Syamsul Bakhri/Mansur/Saiful Dg Ngemba/H.Sakkar/Asrat Tella/Andi A Effendy

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed