oleh

Kisruh Partai Demokrat, SAdAP : Sebaiknya SBY dan Moeldoko Duduk Bersama

>

Jakarta, Berita Kota Online-Polemik yang akhir-akhir ini menyita perhatian publik adalah kekisruhan yang terjadi di partai Demokrat, hingga akhirnya mengerucut pada perseteruan terbuka antara kubu pro dan kontra Kongres luar biasa (KLB).

Kubu Pro di inisiasi oleh Jhonny Allen dan beberapa kader, sementara di kubu kontra merupakan barisan ketua umum Agus Harimurti Yudhoyono yang juga putra dari mantan presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono.

Polemik ini sangat menyita perhatian publik sebab goncangan politik yang terjadi di tubuh demokrat menyeret dua nama Tokoh besar yakni pak SBY dan pak Moeldoko.

Melihat perkembangan kisruh partai demokrat, Syarifuddin Daeng Punna salah satu tokoh Masyarakat Sulsel di jakarta ikut menyampaikan uneg-unegnya karena selain menghentak publik, juga menyajikan tontonan yang kurang etis seperti kejadian bentrokan antara kubu pro dan kontra yang baru-baru saja terjadi di arena KLB demokrat yang dilaksanakan di Provinsi Sumatera Utara.

Sebenarnya sangat disayangkan hal ini bisa terjadi, kenapa mesti saling serang secara fisik sungguh sangat disesalkan ujar pria yang akrab disapa SAdAP ini.

Saya bukan kader demokrat akan tetapi saya memahami mekanisme dalam berpartai, ada rujukan aturan AD/ART.

Berbicara Partai politik, Saya pernah ikut terlibat dalam mendirikan dan merintis partai politik, di tahun 2003 ada beberapa partai yang saya rintis di Sulsel sebagai korwil indonesia timur, diantaranya Partai PITA, Partai Demokrat Bersatu (PDB) dan Partai pro republik (PPR) dan di tahun 2008 saya diamanahkan sebagai ketua Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) Sulsel , begitu terjadi kekisruan di DPP Saya memilih mundur dari Pengurus,

Lanjutnya, dari pengalaman yang di lalui dalam berpartai maka saya menyarankan agar kisruh partai demokrat dapat diselesaikan secara bermartabat dengan mengacu pada aturan main AD/ART sehingga tidak ada lagi pihak-pihak internal partai yang ingin memanfaatkan konflik demokrat saat ini, maka perlu pak SBY bertemu dengan pak Moeldoko selaku pemegang mandat KLB, duduk bersama dan membicarakan win solusi dalam menatap masa depan partainya tutup SAdAP.

Editor : Andi Eka/A.AR Rakhmansya/Saiful Dg Ngemba,/Herman Taruna/Asrat Tella/Uly/H.Sakkar/Kanisius/Djafring/Andi A Effendy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed