oleh

7 Kades di Kabupaten Maros Raih Piagam Penghargaan Proklim Tahun 2020

>

BERITA KOTA ONLINE.COM, MAROS –Sebanyak 7 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Maros menerima Piagam Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2020 yang diberikan dari Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam saat membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tingkat Kecamatan ke 13 di Maros Baru Kabupaten Maros bertempat di samping Kantor Desa Bori Masunggu, Kamis (4/3 2021).

Hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Maros, Camat, Pimpinan Instansi, Kades dan lurah serta undangan lainnya.

Penyerahan Piagam Penghargaan Kategori Madya kepada 7 Kader Terbaik itu diberikan langsung Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam didampingi Wakil Bupati Maros Hj. Suhartina Bohari.

Adapun ke 7 kepala Desa penerima Piagam Penghargaan yaitu Kades Bori Masunggu, Kades Berikamase, Kades Majannang, Kades Marannu, Kades Minasa Upa, Kades Ampekale dan Kades Bonto Bahari.

Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam dalam sambutannya mengungkapkan, untuk Musrenbang yang di adakan di Kecamatan Maros baru adalah Musrenbang yang ke 13 dari 14 kecamatan di Kabupaten Maros.

“Sebentar sore Nantinya di kecamatan Turikale berarti sudah selesai di 14 Kecamatan untuk musrenbang tingkat kecamatan dan hasil dari diskusi masing masing perwakilan dari desa dan kelurahan di rumuskan dan di bahas di tingkat Kabupaten”, kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati Maros mengatakan kedepan mulai dari Desa, Lurah dan Kecamatan agar membuat Data riil di lapangan, namanya Bank data agar dapat di ketahui perkembangan masing masing Desa Lurah dan Camat.

“Berapa jumlah pemuda di desa, berapa yang punya keterampilan dan berapa yang belum ada keahliannya. Supaya dapat di ketahui perkembangan yang ada di wilayah masing masing” jelas Bupati mencontohkan.

Lebih jauh Chaidir Syam mengharapkan, program kedepan mulai dari Infrastruktur jalan jembatan dan perbaikan pinggir sungai dapat berjalan dan juga air bersih dan sampah terutama di Kecamatan Bontoa dan Maros Baru secepatnya di kerjakan agar masyarakat dapat menikmatinya.

“Terkhusus untuk tempat pembuangan akhir sampah (TPA) di maros sudah mulai full sehingga pemerintah daerah secepatnya mencarikan lokasi yang cocok dan bisa berpuluh puluh tahun di pakai baru penuh”, harap bupati.

Program Kampung Iklim merupakan program Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal berupa upaya adaptasi dan upaya mitigasi dengan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca. (Syamsul Bakhri. As).

Editor : Andi Eka / Robin / Asrat Tella / Syamsul Bakhri. As / Syaiful Dg Ngemba / A. AR. Rakhmansya Iskandar / Andi Ahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed