oleh

Kasat Reskrim Polres Gowa Angkat Bicara : Beri Klarifikasi dan Hak Jawab Soal Penangguhan Penahanan Terduga Kasus 480

BERITA KOTA ONLINE.COM, GOWA – Terkait Pemberitaan di salah satu media online yang menyebutkan dugaan adanya terduga kasus 480 menjadi “Sapi Perah” oleh oknum penyidik dalam proses penangguhan penahanan di Satreskrim Polres Gowa, membuat Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir angkat bicara melalui siaran pers Humas Polres Gowa, Rabu (25/02/2021).

Jufri Natsir mengaku dirinya menanggapi tudingan pemberitaan di salah satu media Online itu sebagai upaya langkah klarifikasi dan hak jawab pihak Polres Gowa.

Menurut Jufri Natsir pihaknya membantah tudingan sebagaimana disebutkan awak media bahwa terduga kasus 480 jadi “Sapi Perah” yang kemungkinan diketahui oleh Kapolres Gowa kata jufri adalah tidak benar.

“Bahasa “kemungkinan diketahui oleh Kapolres Gowa” merupakan narasi dan opini yang sengaja dihembuskan oleh salah satu awak media dalam pemberitaannya dengan tujuan untuk mendiskreditkan Polres Gowa”, beber Jufri Natsir.

Terkait adanya permohonan pihak keluarga tersangka Penadah yang mengajukan penangguhan penahanan dengan memberikan upeti sebagai jaminan kata Jufri Natsir sudah sesuai prosedur berdasarkan undang-undang nomor 8 tahun 1981 pasal 31 ayat (1) seorang tersangka memiliki hak untuk mengajukan penangguhan penahanan.

Adapun syarat dilakukan penangguhan dijelaskan Jufri Natsir berdasarkan UU No 8 tahun 1981 KUHAP yang berbunyi atas permintaan tersangka atau terdakwa, penyidik atau penuntut umum atau hakim sesuai dengan kewenangan masing-masing dapat mengadakan penangguhan penahanan.

“Dengan demikian, untuk seseorang mendapat penangguhan penahanan, harus ada permintaan dari tersangka atau terdakwa, penangguhan penahanan ini disetujui oleh penyidik atau penuntut umum atau hakim yang menahan dengan atau tanpa jaminan sebagaimana ditetapkan dan adanya persetujuan dari tersangka/terdakwa yang ditahan untuk mematuhi syarat dan jaminan yang ditetapkan”, pungkasnya.

Dalam isi UU itu soal Penangguhan penahanan dijelaskan Jufri Natsir diadakan dengan atau tanpa jaminan uang atau jaminan orang, berdasarkan syarat yang ditentukan.

“Uang penangguhan telah kami terima dari tersangka dan telah di serahkan ke panitera pengadilan negeri Sungguminasa sebagai jaminan”, terang Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir.

Lebih lanjut Jufri menegaskan bahwa hak penangguhan penahanan terhadap tersangka penadah telah dilakukan pihak polres gowa dan saat ini kata Jufri terduga kasus 480 telah berstatus wajib lapor namun proses hukum terus berjalan.

“Dan syarat yang ditentukan dalam penangguhan penahanan dimana seorang tersangka harus wajib lapor dan tidak keluar rumah serta tidak keluar kota dan hingga saat ini tersangka penadahan sudah melakukan wajib lapor”, imbuhnya.

Jufri Natsir menuturkan kasus pencurian emas 200 gram yang TKP nya berada di Kec. Barombong Kab. Gowa telah dirilis secara resmi oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu.

Dikatakan jufri berdasarkan hasil introgasi pihak polisi, pelaku yang diamankan mengaku telah menjual salah satu emas kurang lebih 5 gram ke salah satu tempat.

Dari hasil lidik kata jufri kemudian polisi langsung ke TKP dan mengamankan pelaku berinisial HA terduga kasus 480 dimana dihadapan polisi HA mengakui telah pernah membeli satu buah emas seberat kurang lebih 5 gram.

“Hingga saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi kemudian berkas perkara sementara dirampungkan dan selanjutnya akan segera kita limpahkan ke kejaksaan, tuturnya (Herman Taruna)

Editor : Andi Eka / Asrat Tella / A. AR. Rakhmansya Iskandar / Andi Ahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed