oleh

Kades Sambueja Ritual Musim Tanam, Warisan Tradisi Agraris dari Sambueja

Maros, Berita Kota Online – Ratusan orang berkumpul di “Seribu Goa Perawan” di Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, tengah melasungkan tradisi ritual musim tanam, Senin (4/11/2020).

Sejumlah petani dan pengunjung wisata membawa bakul yang di penuhi dengan berbagai menu makanan dan buah, kemudian disimpan di atas nampang, sebagai bentuk persembahan untuk memulai musim tanam.

Mantra, doa, dipanjatkan dengan khusyuk, sebagai etika budaya sebelum musim tanam.

“Izin sebelum musim tanam itu, tentu kepada Allah SWT, sebagai ungkapan penerimaan, rasa sukur kepada sang pencipta atas rezeki yang diterima,” ujar Daeng Ramang salah seorang petani, usai pembacaan doa di depan mulut Seribu Goa Perawan, Desa Sambuaeja.

Pria 40 tahun itu juga mengatakan, tradisi ini kerap dilakukan secara turun temurun di masyarakat Sambueja, ujarnya.

Ia merupakan keturunan ketujuh yang tetap mempertahankan tradisi itu.

Sementara Kepala Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Darawati S. S.Pd, menjelaskan
Terlepas dari pro kontra tradisi itu, Kepala Desa dua priode itu, ingin menyajikan tradisi tersebut, sebagai salah satu wisata agraris yang ada di sambueja.

Tradisi yang digelar tiap tahunnya ini, sedikit diimprovisasi dan disesuaikan dengan zaman, tanpa mengubah tata cara tradisi tersebut. “Tujuannya untuk menarik perhatian, memberi pengetahuan kepada wisatawan,” katanya.

“Jika ingin hasil yang baik, kita harus bersungguh-sungguh,” kata Kepala Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Darawati S. S.Pd.(Mansur/Haris)

Editor : Andi Eka / Syamsul Bakhri/A. AR. Rakhmansya Iskandar / H.Sakkar/Andi A. Effendy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed