oleh

Tetesan Keringat Satgas TMMD ke-109 Mengubah Wajah Dusun Pabbaresseng Kampung Attakae dan Tonronge Kab. Sidrap, Masyarakat pun Turut Bahagia

Sidrap, Berita Kota Online – Wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang atau biasa dikenal dengan Kabupaten Sidrap, merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Sulawesi yang terletak kira-kira 183 Km di sebelah Utara Kota Makassar (Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan). Secara astronomis, Kabupaten Sidrap terletak antara 3°43’-4°09’ Lintang Selatan dan 119°41’-120°10’ Bujur Timur, masing-masing berbatasan dengan, sebelah Utara Kabupaten Enrekang dan Pinrang, sebelah Timur Kabupaten Luwu dan Wajo sebelah Selatan Kabupaten Barru Soppeng, sebelah Barat kota Parepare dan Kabupaten Pinrang.

Secara Admnistrasi Kabupaten Sidenreng Rappang dengan luas 1.883,25 Km² terbagi dalam 11 Kecamatan dan 106 Desa/Kelurahan.

Tahun ini Kabupaten Sidrap menjadi salah satu sasaran TMMD ke-109 Tahun 2020 Kodam XIV/Hasanuddin yaitu tepatnya di Kodim 1420/Sidrap, diawali Pra TMMD sampai proses pengerjaan secara fisik dimana waktu terus berpacu baik siang dan malam, progres pembangunan berjalan seiring dinamika dilapangan.

Namun Satgas TMMD ke-109 tak kenal lelah berkerja demi kesejahteraan masyarakat. Bahkan nampak personel TNI dan masyarakat berbaur di bawah bayang terik matahari pemandangan ini bisa kita lihat sehari-hari bahkan panas menyengat tak dirasakan dengan harapan masyarakat senang, kitapun bahagia dengan penuh arti terpancar membayangi Satgas TMMD ke-109 dan warga di Dusun Pabbaresseng, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap. Jumat (23/10).

Di lokasi, personel Satgas dan Warga melakukan aktivitas pembangunan jembatan permanen dengan panjang kurang lebih 10 meter yang menghubungkan kampung Atakkae dengan kampung Tonronge, Dusun Pabbaresseng, Desa Mattirotasi.

Sedangkan pembangunan jalan Desa yang menghubungkan antara Dusun Pabbaresseng ke Dusun Attakae sepanjang 4.397 x 6 m dan Dusun Tasseso sepanjang 4.465 X 6 m.

Bunyi suara deru mesin molen, gerobak dorong, cangkul dan skop pasir yang saling bersautan semangat hiruk pikuk bekerja ditambah dengan suara canda tawa para Satgas TMMD dan Warga setempat menghiasi dalam keseharian itu menandakan adanya ikatan yang terpatri yang tidak dapat dipisahkan antara TNI dan masyarakat.

Bahkan tetesan keringat peluh basahi seragam loreng para Satgas TMMD ke-109 dengan niatan tulus ikhlas ingin mengubah wajah dusun semakin berarti, dengan cara bergotong royong bersama masyarakat yang bergabung dalam pelaksanaan pengerjaan jembatan dan jalan, hal ini membawa semangat baru bagi warga Dusun Pabbaresseng.

Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Hanryan Indrawira, S.Sos menjelaskan, TMMD ke-109 Tahun 2020 Kodam Hasanuddin kebagian empat Kabupaten yaitu Kabupaten Bulukumba Kodim 1411/Bulukumba, Kabupaten Sidrap Kodim 1420/Sidrap, Kabupaten Mamuju Kodim 1418/Mamuju dan Kabupaten Muna Kodim 1416/Muna.

“TMMD ini merupakan program terpadu dan berkesinambungan, dilaksanakan tiga kali dalam satu tahunnya, hal ini sudah di programkan oleh pimpinan TNI dan pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat serta membantu mendorong percepatan pembangunan yang ada di daerah”, tuturnya.

“Selain mengerjakan program-program fisik juga dilaksanakan program non fisik , terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini, dengan memberikan penyuluhan secara intens mengenai Virus Corona”, tambahnya.

“TMMD ini dibuka pada tanggal 22 September lalu, dan akan ditutup pada tanggal 21 Oktober mendatang, dengan harapan apa yang menjadi tujuan dari pelaksanaan program ini dapat dirasakan dampaknya oleh warga”, tutup Kolonel Hanryan.

Senada hal itu, Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf JP. Situmorang, S.Sos mengatakan bahwa Kodam XIV/Hasanuddin tahun ini memilih empat Kodim di wilayah jajaran salah satunya mempercayakan Kodim 1420/Sidrap menjadi sasaran TMMD ke-109 dari berapa Kodim di wilayah Kodam Hasanuddin.

“Mengingat dimasa pandemi Covid-19, pelaksanaan TMMD tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan sama seperti tahun sebelumnya yakni, para anggota Satgas tinggal di rumah penduduk, hal ini bertujuan untuk lebih dekat lagi dan menyatu”, ungkapnya.

“Sebagaimana sasaran yang dikerjakan secara fisik dan non fisik, Semuanya berjalan dengan baik atas kerja sama Forkopimda Kabupaten daerah dan di dukung lapisan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, para pemuda dan instansi terkait lainnya dalam mendukung kegiatan di lapangan. Diakui sebagian Sidrap merupakan daerah pedesaan, dan terpencil seperti di wilayah Dusun Pabbaresseng, Desa Mattirotasi”, tambahnya.

Bupati Sidrap Ir. H. Dollah Mando selaku Kepala Daerah Kabupaten Sidrap mengaku bersyukur karena di daerahnya menjadi sasaran TMMD ke-109 Tahun 2020.

“Kami sangat mengapresiasi Kodam Hasanuddin, dimana wilayah kami menjadi sasaran TMMD tahun ini”, ucapnya.

Tentunya TMMD pada hakikatnya sangat besar faedah atau manfaatnya dirasakan oleh masyarakat dan sekaligus membantu mensejahterakan serta turut mempercepat pengembangan pembangunan khususnya di daerah.

TMMD merupakan salah satu solusi guna mewujudkan ketahanan nasional dan komitmen pengabdian TNI kepada rakyat dalam mengimplementasikan jati dirinya sebagai tentara profesional, tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional.

Karena pada dasarnya, kemanunggalan TNI tidak lepas dari sejarah perjuangan bangsa. Atau sangat tepatnya jika dikatakan TNI lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, tambahnya.

Diketahui, TMMD ini merupakan salah satu wujud Operasi Bhakti TNI dari program terpadu lintas sektoral antara kementerian, lembaga pemerintah daerah, serta komponen bangsa lainnya.

“Dengan adanya program ini diharapkan dapat mendorong akselerasi pembangunan daerah, termasuk di kabupaten Sidrap ini”. tandasnya

Hal ini dibuktikan oleh Supardi (54) salah satu warga Desa Mattirotasi mengaku bahagia atas pembangunan yang dilakukan di desanya.

“Alhamdulillah, Pak TNI datang membangun, kamipun bahagia, kita warga di sini bisa menikmati jembatan dan jalan sudah bagus”, ungkapnya.

Supardi pun bercerita sebelum Pak TNI datang, warga disini mengalami kesulitan untuk menyeberang ke dusun tetangga, namun sekarang sudah dibangun jembatan dan jalan oleh TNI, mobilitas warga sangat terbantu dalam menjalankan roda perekonomian dengan memanfaatkan sarana tersebut.

“Wajah desa kami berubah drastis disisi lain jalanan sudah bagus karena selama ini terisolasi dan tidak adanya akses jalan penghubung, ada pula jembatan sebagai pelintasan sangat ramai sehingga bisa memperlancar mengangkut hasil pertanian warga, bahkan anak-anak sekolah turut senang bisa melintasi menikmati jalanan yang sudah bagus”, jelas Supardi.

Sementara, Komandan lapangan Lettu Inf Abd Rajab mengatakan rasa capek tidak dihiraukan lagi oleh para Satgas TMMD ke-109 karena dengan keikhlasan dan ketulusannya berkeinginan membahagiakan warga.

“Semangat para Satgas dan warga bergotong royong dengan penuh keikhlasan, ketulusan dalam bekerja, hal ini menjadi kepuasan tersendiri buat kami, ibaratnya berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing”, tutupnya.
( Pendam XIV/Hsn)

Editor : A.AR.Rahmansya/Andi Eka/Andi A Effendy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed