oleh

Wujudkan Pilkada Jujur Dan Adil, SAdAP Gandeng Ormas, Tokoh Masyarakat Dan Mahasiswa Serukan Tidak Ada Politik Uang

>

Jakarta, Beritakota Online-Syarifuddin Daeng Punna tokoh Masyarakat Sulsel yang ada di jakarta menitipkan pesan kepada masyarakat khususnya di kota makassar yang 9 desember mendatang akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan walikota makassar 2020.

Pria yang akrab disapa SAdAP ini mengemukakan pentingnya pendidikan politik kepada masyarakat agar tidak ada lagi permainan politik kotor seperti bagi-bagi beras dan uang.

Hal ini dikemukakan SAdAP ketika melihat realitas yang terjadi dimana ada tim sukses yang kedapatan membagi bagikan sembako dari calon walikota dan masalah ini sudah dalam tahap penyidikan terang SAdAP.

Masyarakat sudah cerdas melihat figur siapa yang akan dipilih, apalagi di kota Makassar mayoritas penduduknya masuk kategori pemilih rasional yang memilih pemimpin berdasarkan track recordnya bukan karena ada iming iming uang seperti yang sering terjadi di tiap pemilihan kepala daerah.

Money politik merupakan salah satu cara yang sama sekali tidak mendidik padahal para calon ini kesemuanya adalah orang yang terpelajar, seharusnya mereka memberikan pencerahan kepada tim suksesnya agar tidak menggunakan pola seperti itu sebab sangat merusak tatanan demokrasi yang diharapkan dapat menghasilkan pilkada jujur, adil dan berintegritas.

lanjutnya, Kita akan memilih pemimpin untuk masa bhakti selama 5 tahun atau , maka dimasa pilkada proses sehari dapat merusak tatanan yang akan dibangun selama satu periode, tentunya calon yang menggunakan cara cara money politik akan berpikir untuk mengembalikan biaya yang telah dikeluarkannya urai SAdAP.

Saya berpesan kepada masyarakat kota makassar, sebab sudah lama kita melakukan pemilihan kepala daerah secara langsung dan tentu sudah tahu agenda politik para calon, ada calon yang berjanji tapi kemudian dia mengingkari janjinya, ada juga yang menggunakan cara-cara yang tidak proporsional, membagi bagikan uang kepada masyarakat dengan harapan agar dipilih kemudian, inilah pengalaman yang sudah saatnya untuk dijadikan pelajaran agar tidak lagi memilih calon dengan tipikal seperti itu karena banyak yang tidak peduli lagi dengan nasib rakyat ketika terpilih, mereka hanya memikirkan keluarga dan kelompoknya saja dan itu sudah menjadi turun temurun jelas SAdAP.

Oleh sebab itu, saya berpegang pada prinsip untuk saling mengingatkan satu dengan lainnya, bukan sebagai orang yang mau mengajari sebab saya pikir semuanya sudah pintar dan paham dengan aturan yang berlaku. Masyarakat sudah saatnya memberi pelajaran kepada politisi yang mengandalkan money politik, bila memaksakan sesuatu ambil uangnya dan jangan pilih orangnya, ini yang harus kita gaungkan agar mereka tidak lagi berpikir untuk membeli suara rakyat dengan harga yang murah tutur SAdAP.

Allah memperingatkan hambanya agar tidak mendekati sifat fasad, sebagaimana yang dijelaskan dalam Alquran “Innallaha La yuhibbul mufsidin” bahwa sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berbuat kerusakan, dalam politik orang orang yang menggunakan cara kotor maka dia bagian dari perusak demokrasi dan azab Allah akan datang padanya, maka dari itu saya mengajak untuk kebaikan kita bersama covid 19 merupakan suatu pelajaran tentang kebersihan atas ijinnya , Taawanu Alal birri wattaqwa wala taawanu alal ismi wal udwan, saling mengajaklah kita dalam hal ketaqwaan dan kebaikan dan jangan mengajak ke hal hal yang merugikan tutup SAdAP.

Memilih pemimpin yang Pembohong adalah kesalahan tapi mempertahankan pemimpin penghobong adalah kebodohan ” Dongo alias Beleng-Beleng, ” tegas Ustazd Dasad Latif dalam ceramahnya yang bertema ada Lima syarat memilih pemimpin.

Editor : A.AR.Rakhmansya/Andi Eka/Asrat Tella/Syamsul Bakhri/Andi A Effendy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed