oleh

Waoh…!!! Desa Bontosomba Tompobulu Maros Segera Kembangkan Pasar Karbon Domestik

Maros, Beritakota Online-Disaat Pemerintah tengah merampungkan Peraturan Presiden yang mengatur jual beli kredit karbon, Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sudah siap untuk menawarkan karbon ke pasar dunia.

 

Apa itu Karbon dioksida (rumus kimia: CO2) atau zat asam arang
adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon.

Ia berbentuk gas pada keadaan
temperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi. Rata-rata konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi kira-kira 387 ppm berdasarkan volume, walaupun jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu.

Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan kuat.

Menurut Kepala Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Suparman, luas wilayahnya yang terdiri dari 3 dusun tersebut, nyaris mencapai 40 ribu ha, 70% diantaranya adalah hutan lindung, yang memiliki 75-80 persen carbon credit dunia dari hutan, gambut, dan hutan produktif milik desanya, siap untuk di pasarkan, ujar Suparman.

Kalau ini terlaksana, Insya Allah “Desa Bontosomba bisa jadi Top Country dengan skema Clean Development Mechanism (CDM). Kalau rencana ini disetujui, kami yakin harga bisa crash,” kata Suparman.

Pasar karbon di Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, diharapkan ikut mendukung tercapainya komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi GRK sebesar 29% pada 2030, seperti tertuang dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia yang sudah didaftarkan ke sekretariat Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC).

Untuk itu, Desa Bontosomba yang terletak di Kabupaten Maros, akan mendorong pengembangan pasar karbon domestik. Mekanisme yang dilaksanakan bisa CDM maupun cap and trade. “Segera kita siapkan untuk mendukung pencapaian NDC.” jika Pasal 6 Persetujuan Paris disepakati dalam COP (Konfrensi Perubahan Iklim PBB) ke 26 Tahun 2021, yang akan berlangsung di Glasgow, Skotlandia, tutup Suparman.(Mansur)

Editor : Andi Eka/Asrat Tella/Syamsul Bakhri/Saiful Dg Ngemba/Andi A Effendy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed