oleh

Sistem Penambangan Pasir Boskalis Berwawasan Lingkungan

Makassar, Beritakota Online – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa detail jarak zona penambangan (quarry) pasir laut ke lokasi reklamasi Makassar New Port yang dilakukan oleh PT Royal Boskalis sebagai kontraktor yang memenangkan tender penyediaan pasir sudah sesuai izin yang dikeluarkan.

Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Provinsi Sulsel, Andi Hasdullah mengatakan, jarak angkut dari quarry ke lokasi reklamasi Makassar New Port (MNP) sekitar 17 hingga 20 mil laut.

“Total waktu yang dibutuhkan untuk mengisi sebuah kapal isap, mengangkut pasir ke lokasi tujuan, membongkar dan kembali lagi ke tempat penambangan akan membutuhkan waktu kurang lebih 6 sampai 8 jam,” katanya.

Andi Hasdullah juga menuturkan, jalur angkut kapal isap melalui jalur yang telah ditentukan oleh Kantor Distrik Navigasi Makassar, yaitu mengikuti dan melalui jalur Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp).

Menurutnya, proses operasional penambangan pasir laut secara umum dibagi menjadi dua bagian. Pertama, penambangan pasir laut. Yaitu kegiatan penambangan dilakukan dengan cara menghisap pasir laut menggunakan kapal isap jenis Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) dengan hasil isapan berupa slurry atau campuran pasir dengan air dan ditampung di dalam Hopper.

Dia mengatakan, sistem penambangan yang diterapkan adalah crossing system, yaitu salah satu sistem penambangan yang berwawasan lingkungan karena dalam kerjanya membentuk batasan terkecil perlindungan alam atau minimum environmental protection standard, dengan sistem membentuk alur yang sejajar, baik melintang ataupun membujur blok-blok penambangan dan dengan memerhatikan arah arus setempat.

Kedua, pengangkutan dan pembongkaran hasil produksi pasir laut. Dalam sistem ini, pengangkutan dilakukan apabila kapasitas hopper kapal isap sudah penuh dan didampingi oleh kapal Polairud untuk mengamankan jalur pengangkutan ke lokasi penimbunan atau dumping area di lokasi reklamasi MNP yang berjarak sekitar 17 hingga 20 mil laut.

“Kegiatan pembongkaran muatan pasir laut dilakukan setelah sampai di lokasi pembongkaran. Metode yang digunakan dalam proses disposal menggunakan bottom doors of hopper dan menyemprotkan memperhatikan arah arus setempat,” ujar Kepala DPLH Sulsel. (Corporate Secretary PT Pelindo IV (Persero)

Editor : Umat/Andi Eka/Syamsul Bahri/Abd Haris/H.Sakkar/Asrat Tella/Andi A Effendy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed