oleh

Imbas Banjir, PLN Padamkan 70 Gardu di Jeneponto dan Bantaeng

Makassar, Beritakota Online-PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar memadamkan listrik di sejumlah wilayah yang terendam banjir di Jeneponto dan Bantaeng, Sulawesi Selatan.

General Manager PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu mengatakan ada sekitar 70 gardu listrik dipadamkan sementara, akibat banjir Kemarin (12/6) .

“Demi keselamatan warga yang sedang mengalami banjir, untuk itu pada pukul 19.00 WITA kami mulai mengamankan aliran listrik agar tidak dialirkan terlebih dahulu ke lokasi-lokasi yang terendam banjir,” Ujar Ismail.

Ismail menghimbau kepada masyarakat untuk dapat mematikan listrik dari Miniature Circuit Breaker (MCB), mencabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak, dan menaikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman. “Serta menghubungi Contact Center 123 atau kantor PLN terdekat untuk memadamkan daerah terdampak banjir,” ujarnya.

Per pukul 19.00 WITA , sejumlah Desa di wilayah Jeneponto yakni Rumbia, Jombe, Sepanang, Munthe, Tino, Lebang Manai, Kelurahan Balang, Pallantikang.

Sedangkan sejumlah wilayah di Bantaeng, juga dilakukan pemadaman yakni di Desa Onto, Kayu Loe, Bonto Sunggu, Bonto Saluang, Bonto Lebang, Kelurahan Bonto Attu, Bonto Cinde, Kelurahan Bonto Jai, Bonto Lanfkasa dan Bonto Loe

Setelah banjir surut, PLN akan melakukan upaya perbaikan serta penormalan secepatnya akibat banjir di Jeneponto dan Bantaeng.

Selain itu, warga diimbau untuk menghubungi contact center PLN123 untuk dapat dinyalakan kembali. Ia meminta masyarakat untuk pastikan semua alat elektronik dan jaringan listrik dalam keadaan kering sehingga PLN juga memastikan semua jaringan distribusi listrik yang akan dioperasikan dalam keadaan kering dan aman untuk menyalurkan energi listrik.
(Humas PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar)

Editor : Andi Eka/Saiful Dg Ngemba/Syamsul Bakhri/Iwan/Kanisius/Djafring/H.Sakkar/Andi A Effendy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed