oleh

Soal Warga Ambil Paksa Jenazah PDP Covid 19 Di Rumah Sakit, Kabid Humas Polda Sulsel Bilang Sudah 27 Orang Diamankan

Makassar, Beritakota Online-Kasus pengambilan paksa Janazah PDP Covid-19 di Dadi Makassar memasuki babak baru.

Keluarga maupun orang-orang yang ikut dalam pengambilan paksa jenazah yang terpapar virus corona (Covid 19) dipastikan akan diproses hukum.

Langkah hukum ini terpaksa ditempuh karena para keluarga nekat ini dinilai telah melakukan tindakan yang mengabaikan protokol kesehatan terhadap penanganan jenazah Covid 19, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji, Kota Makassar pada Jumat (5/6/2020) lalu.

Tindakan tegas tersebut, pihak kepolisian telah mengamankan sebanyak 27 orang terkait kasus pengambilan paksa jenazah keluarga pada dua Rumah Sakit rujukan yang ada di Makassar.

Kini semua orang yang diamankan itu tengah diambil keterangannya di Polrestabes Makassar, Selasa malam ini.

Hal tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Sulsel, KOMBES Pol Ibrahim Tompo, SIK, yang dikonfirmasi melalui pesan Whatsappnya, Selasa (9/6/2020) sesaat lalu.

Dijelaskannya, ke 27 orang yang telah diamankan itu, saat ini sedang diproses di Mapolrestabes Makassar guna dimintai keterangan lebih lanjut terkait dengan upaya pengambilan paksa jenazah.

“Ada 2 orang yang dimankan terkait kasus di RS Stella Maris, dan 25 orang lainnya diamankan terkait kasus RS Dadi Makassar yang akan dijerat hukum pidana,”ujar mantan Kabid Humas Polda Sulut itu.

Sebelumnya, seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona yang diambil paksa pihak keluarga RSUD Labuang Baji, Kota Makassar pada Jumat (5/6/2020) lalu.

Kini sang Anak yang berinisial (R) umur 20 tahun juga dikonfirmasi ikut terpapar dan dinyatakan telah Positif Covid-19 berdasarkan hasil swab tes, Minggu (7/6/2020).

Hal itupun dibenarkan oleh Direktur Umum RSUD Labuang Baji, Andi Mappatoba saat dikonfirmasi via telepon oleh awak media, Senin (8/6/2020).

Mappatoba mengatakan, Tim Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Sulsel menginformasikan jika R anak dari almarhum Muh Yunus, yang jenazahnya sempat diambil paksa pihak keluarga juga ikut terpapar atau positif Covid-19.

“Iya, hasil dari Laboratorum Kesehatan dan Dinas Kesehatan mengkorfimasi hasilnya positif,” kata Mappatoba.

Sedangan terpaparnya R, pihak Rumah Sakit Labuang Baji mengaku tidak mengetahuinya.

“Soal terpaparnya tidak ada yang tahu, pasien datang Kamis (4/6/2020) sore. Meninggal Jumat (5/6/2020) pagi . Beliau dirawat karena gejalanya, memang harus dirawat,” ucapnya.

Menurutnya pasien almarhum Muh Yunus hanya dirawat 1 malam. Artinya, tidak mungkin R terpapar di rumah sakit. “Karena proses inkubasi panjang,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, sekelompok orang membawa kabur jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona atau Covid-19 di salah rumah sakit di Kota Makassar kembali terjadi. Dari informasi yang dihimpun, diketahui kasus tersebut terjadi di RSUD Labuang Baji, Kota Makassar.

Videonya pun, kini viral diberbagi akun media sosial. Nampak dalam video yang berdurasi 1,28 detik beberapa orang menggotong tandu dengan membawa jenazah.

Jenazah pasien PDP diketahui bernama Muh Yunus (40) beralamat di Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Makassar dan dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (5/6/2020) pagi.

Direktur RSUD Labuang Baji Makassar, dr Andi Mappatoba memperkirakan ada puluhan orang menerobos ruang perawatan untuk mengambil jenazah PDP Covid tersebut. Kejadian terjadi sekira pukul 09.45 Wita.

Menurutnya, sekelompok warga menjemput paksa jenazah keluarganya yang meninggal dalam status PDP Corona, sehingga petugas keamanan di RSUD Labuang Baji kewalahan menghalau massa yang terlihat emosi.

“Kita tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi massa yang emosi, keselamatan kita terancam, sementara petugas keamanan juga jumlahnya sedikit, hanya ada anggota Polsek dan Koramil Mamajang,” kata Direktur RSUD Labuang Baji, Dr. Andi Mappatoba saat dikonfirmasi via telepon.

Sebelum meninggal, lanjut Dr. Andi Mappatoba, pasien tersebut dikabarkan sempat menjalani perawatan selama satu malam di RSUD Labuang Baji dengan keluhan sesak napas dan nyeri di dada.

“Pasien itu meninggal pada pukul 9.15 Wita, dan kami langsung laporkan ke tim Gugus Tugas Provinsi pukul 9.20 Wita. Namun, sekitar pukul 9.50 Wita, massa tiba-tiba datang menyerbu dan mengambil paksa jenazah, sebelum petugas Tim Gugus datang,” ucapnya.

Jumlah warga yang lebih banyak dari petugas keamanan membuat mereka berhasil membawa pergi jenazah pasien yang beralamat Jalan Rajawali tersebut, tanpa proses pemulasaran jenazah sesuai protokol penanganan Covid-19. ( Humas Polda Sulsel)

Editor : Andi Eka/Asrat Tella/Saiful Dg Ngemba/ Syamsul Bakhri/Andi A Effendy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed