21 October 2019

Realisasi Penjualan Rumah Perumnas Region VII Semester I Tak Capai Target

25 - Nov - 2014 | 18:07 | by:
Realisasi Penjualan Rumah Perumnas Region VII Semester I Tak Capai Target

General Manager Perum Perumnas Regional VII Sulawesi, Maluku dan Papua, Vecky Wowor (Foto : Andi Ahmad)

Laporan : Andi Ahmad dari Makassar

Makassar, Beritakota Online-Realisasi penjualan rumah Perumahan Nasional (Perumnas ) Regional VII di semester I tak capai target dari yang diharapkan yakni 50%. Di periode tersebut, kisaran penjualan hanya diangka 30% saja.

Perum Perumnas Region VII meliputi Wilayah Sulawesi Maluku dan Papua dengan sebaran pembangunan wilayah, seperti Sulsel I terdiri dari kabupaten Takalar, Makassar dan Maros, Sulsel II yakni Parepare, Pinrang, Wajo, Palopo, Bone, Soppeng, Sinjai, Kendari Sultra, Sulteng, Palu Sulut, Gorontalo, Maluku, Papua dan Ternate.

General Manager Perum Perumnas Regional VII Sulawesi, Maluku dan Papua, Veky Wowor mengatakan, di semester satu rumah yang berhasil terjual sebanyak 496 unit dari total yang dipasarkan sebanyak 1807 unit atau setara dengan pendapatan Rp249 miliar dengan tawaran tipe mulai dari tipe 36, tipe 45 dan tipe 54. Sedangkan, di tahun lalu realiasi penjualan mencapai 1.308 unit atau setara dengan pendapatan Rp 149 miliar.

Menurut Vecky untuk mengikuti target seharusnya penjualan rumah sudah sampai setengah dari yang dipasarkan, namun hal tersebut tidak dapat terealisasi karena dipengaruhi berbagai faktor, katanya kepada Beritakota Online, diruang kerjanya, Selasa (25/11).

Faktor yang dimaksudkan, Veky menambahkan terkait dengan persyaratan yang diajukan bank, dimana mereka menghendaki adanya pengajuan sertifikat atas rumah yang dipasarkan.

Sementara, untuk merealisasikan hal tersebut membutuhkan waktu cukup lama kisaran 1-2 bulan, akibatnya banyak user yang seharusnya terakomodir menjadi tertunda dengan capaian user yang mengajukan aplikasi pembelian Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) mencapai 1000an yang sudah terikat di perumnas.

Veky Wowor sangat mengharapkan dari sisi investasi pembangunan di tahun ini target rumah yang dibangun sebanyak 1531 unit dengan total investasi Rp142 miliar, dimana dari jumlah tersebut baru terbangun sampai dengan Agustus 2014 sebanyak 80 unit dengan investasi Rp4,5 miliar.

Unit yang dibangun tersebar diwilayah Maros 22 unit, wilayah Antang 29 unit dan wilayah Tilamuta Gorontalo sebanyak 29 unit dengan tipe yang dibangun tipe 36 seharga mulai dari Rp170 juta sampai Rp200 juta khusus di Antang, di Maros sehargaRp125 juta dengan tipe yang sama dan di Gorontalo masih terdapat FLPP seharga Rp88 juta.

Untuk sampai Desember 2014 dibangun tipe lainnya sebanyak 426 unit, terdiri dari 313 dibangun dalam bentuk rumah tipe 36 dan tipe 45 dan sisanya sebanyak 313 unit dijual dalam bentuk Kavling Tanah Matang (KTM).

“Tahun ini juga, khusus di areal BTP akan dibangun unit perumahan komersil dalam bentuk Bawarange Residence yang menawarkan unit terbatas pula sebanyak 426 unit dengan luasan lahan 3500 meter persegi, sementara tawaran harga mulai Rp300 jutaan ke atas,” pungkasnya

Perum Perumnas Regional VII pada tahun ini menargetkan membangun 1.807 unit rumah dengan nilai invetasi Rp295 miliar. Yang terbangun atau siap huni hingga akhir tahun 2014 sebanyak 698 unit dengan nilai invetasi Rp5,2 miliar.

Editor : Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Properti,Perbankan,Perpajakan | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Properti,Perbankan,Perpajakan