22 November 2019

Dari Sampah Menjadi Miniatur “Kapal Phinisi” Bernilai Karya Seni

11 - Jun - 2014 | 00:07 | by:
Dari Sampah Menjadi Miniatur “Kapal Phinisi” Bernilai Karya Seni

Pet bersama kawan lamanya Aty Finalis Academy Dangdut Indonesia di Indosiar

Kapolres Hadiahkan Gazebo Jadi Tempat Berkarya Untuk ” Pet” di Selayar

Selayar, Beritakota Online-Panggilannya Pet sehari-harinya. Dia adalah Seniman yg mampu membuat Kapal Phinisi seorang diri tanpa bantuan siapapun dgn bermodalkan kayu pegangan eskrim, lem fox, cuter dan gunting maka jadilah sebuah Miniatur Kapal Phinisi dalam waktu sekitar 2 minggu.

Tambahan bahannya adalah dengan mengumpulkan sampah ranting kayu bakau untuk dirakit sebagai tiang layarnya. Harga Miniatur Kapal Phinisi buatannya dia tawarkan dengan Harga Rp. 200ribu. Dan perlu diketahui bahwa Pet adalah orang yg kurang beruntung dibandingkan kita semua karena kakinya cacat sejak kecil yakni telapak kakinya terbalik keatas dan menghadap ke belakang.

Dengan segala kekurangannya, tak membuat Pet patah semangat menjalani hidup dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Suka duka dan pahit manis kehidupan mampu ia lewati dengan berusaha menjadi manusia yang berguna dan berkarya meskipun dalam manis senyumnya terpendam keluh dan perih dalam perjuangan menghias bingkai kehidupannya.

Di sisi lain, Pet juga termasuk orang yang perhatian terhadap lingkungan sekitarnya. Mulai dari sampah yang mampu Ia daur ulang menjadi sebuah karya yang bernilai, bahkan sampai pada ketenaran dan kegigihan Kapolres Kepulauan Selayar dalam menjaga kamtibmas di Kepulauan Selayar.

Ilustrasinya kurang lebih seperti ini: Pet datang bertamu di Rumah Jabatan Kapolres Kepulauan Selayar dan memberikan Cinderamata kepada beliau.

“Kenapa Kita’ berikan saya secara gratis kapal ini? Tanya Kapolres dengan nada dan dialek Selayar.

Kemudian Pet menjawab ”Karena Saya suka Pak Dayat”.
“Kenapa?” Tanya Kapolres lagi dengan nada penasaran.
“Karena Pak Dayat tegas dan pernah tegur saya tidak pake helm”. Tapi setelah sadar ternyata sepeda motor yang digunakan adalah sepeda motor tanpa mesin yang berasal dari rongsokan motor bekas kemudian dirakit jadi sepeda kayuh”. Kapolres sontak terperangah, rasa haru dan iba bercampur jadi satu “Terimakasih Pet”.

Pet pernah ajukan proposal untuk mengembangkan karyanya kpda yang berwenang tapi tidak ditanggapi, ungkap Pet dalam pertemuan singkat itu. Sebagai wujud terimakasih Kapolres kepada Pet yang telah mengidola kan dan memberinya Cinderamata Kapal Phinisi, Gazebo yang berada di Samping Rujab Kapolres Ia berikan kepada Pet sebagai tempat workshopnya dalam membuat Miniatur Kapal Phinisi dan karya-karya lainnya.​

Editor : Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Kesenian | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Kesenian