17 July 2019

Kapolda Metro Jaya Harapkan Koordinator Aksi 22 Mei Agar Patuhi Aturan dan Tidak Melakukan Tindakan Provokatif

13 - Mei - 2019 | 12:18 | by: admin
Kapolda Metro Jaya Harapkan Koordinator Aksi 22 Mei Agar Patuhi Aturan dan Tidak Melakukan Tindakan Provokatif

Jakarta, Beritakota Online-Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si. mengatakan, 30 ribu personel Gabungan TNI- Polri dan Pemprov DKI Jakarta akan dikerahkan untuk pengamanan pengumuman hasil perhitungan suara tingkat nasional 22 Mei 2019. Personel pengamanan bakal disebar di sejumlah tempat wilayah DKI Jakarta, Sabtu (11/05/2019).

“Nanti pada saat 22 Mei akan terjunkan 30 ribu pasukan yang disebar di beberapa tempat,” terang Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya mendatangi kantor KPU RI guna mengecek persiapan pengamanan baik di tingkat daerah maupun pusat.

“Kami mengecek kesiapan pengamanan baik di tingkat KPUD/KPU RI menyiapkan anggota dari Polda Metro Jaya di KPU maupun Bawaslu,” tegas Irjen Gatot Eddy di kantor KPU RI, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (11/05/2019).

Kapolda Metro Jaya memastikan tidak adanya potensi kerusuhan menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019. Kapolda Metro Jaya mengatakan bahwa aksi-aksi berkaitan dengan Pemilu yang sebelumnya digelar berjalan aman dan damai.

“Syukur Alhamdulillah sampai hari ini teman-teman masih mematuhi aturan itu dan kita harap ke depannya juga ketika melakukan kegiatan penyampaian aspirasi dengan mematuhi aturan yang ada,” ungkap Jenderal Bintang Dua tersebut.

Meski demikian, Kapolda tetap mengimbau para koordinator aksi untuk mematuhi aturan selama aksi berlangsung. Misalnya, mengantongi izin dari pihak berwajib sebelum aksi berlangsung, hingga tidak boleh melakukan tindakan yang provokatif.

Jika dilakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang ada, maka bukan tidak mungkin pihak kepolisian mengambil tindakan tegas.

“Sudah diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998, bagaimana batasan-batasan daripada orang-orang atau massa yang melalukan unjuk rasa. Di antaranya, harus menjaga keamanan dan ketertiban, kedua harus menghormati hak azazi manusia, kemudian juga menghormati norma dan etika yang ada kemudian menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Kapolda Metro Jaya.

“Kalau ini dilanggar, apalagi dia tidak ada izin, Polri bisa melakukan pembubaran terhadap kegiatan tersebut,” lanjut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si

Editor : Hilal/H.Sakkar/Andi A Effendy
Sumber : kabarpolisi.com


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita TNI,Berita Utama,Hello Polisi,Liputan Pileg Pilpres 2019,Nasional,Nusantara | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita TNI

Kategori Berita Utama

Kategori Hello Polisi

Kategori Liputan Pileg Pilpres 2019

Kategori Nasional

Kategori Nusantara