17 August 2018

Siswa SD Perlu Didorong Berpikir Kritis

3 - Jul - 2018 | 13:33 | by: Admin1
Siswa SD Perlu Didorong Berpikir Kritis

Makassar, Beritakota Online-Di sekolah dasar (SD) mata pelajaran IPS diajarkan pada kelas tinggi sesuai dengan Kurikulum 2013. Pembelajaran di kelas tinggi banyak menggunakan pembelajaran yang berbasis masalah, melakukan aktivitas menyelidiki, meneliti, dan membandingkan. Pengembangan sikap ilmiah siswa SD dapat dilakukan dengan cara menciptakan pembelajaran yang memungkinkan siswa berani berargumentasi dan mengajukan pertanyaan.

Demikian disampaikan Widya Karmila Sari Achmad saat mempertahankan disertasinya dengan judul “Pengembangan Bahan Ajar IPS Berbasis Pertanyaan Tingkat Tinggi untuk Menumbuhkembangkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SD di Kota Makassar” di depan Tim Penguji: Prof.Dr.Hamsu Abdul Gani,M.Pd., Prof.Dr.Patta Bundu,M.Ed., Prof.Dr.Suradi Tahmir,M.S., Prof.Dr.Muh.Jufri,S.Psi.,M.Si., Prof.Dr.M.Arifin Achmad,M.A., Prof.Dr.Syamsul Bachri Thalib,M.Si., Prof.Dr.Anshari,M.Hum., dan Prof.Dr.Muhammad Yunus,M.Pd. pada Selasa (3/6) di Aula Lt.5 PPs UNM.

Menurut dosen PGSD FIP UNM, masalah yang diberikan dalam pembelajaran dapat melatih siswa untuk berpikir kritis, analitik, dan sintesis. Masalah dapat dimunculkan dalam kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran kognitif. Perspektif model ini siswa memproses informasi dengan mengorganisasi, menyimpan, dan menemukan hubungan pengetahuan baru dengan yang telah ada.

Widya meneliti pengembangan bahan ajar IPS menggunakan model S. Thiagarajan, D. S. Semmel, dan M. I. Semmel yang dikenal dengan nama Four-D, Define, Design, Develop, dan Diseminate. Subjek penelitian siswa kelas V SD dengan jumlah 42 siswa. Sumber data adalah ahli materi, ahli media, guru, siswa, dan observer. Jenis data kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dokumentasi, dan angket.

Ketua UPT PPL UNM ini menghasilkan produk bahan ajar, yaitu bahan ajar IPS berbasis pertanyaan tingkat tinggi untuk menumbuhkembangkan keterampilan berpikir kritis dengan kualifikasi valid, praktis, dan efektif. Produk bahan ajar ini telah divalidasi ahli materi dan ahli media serta diuji coba pada pengguna sehingga sudah dapat diterapkan di SD.

Setelah tim penguji bersidang, Widya dinyatakan lulus meraih gelar doktor dengan IPK 3,85 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Widya memperoleh nilai A untuk ujian promosi. Widya merupakan doktor ke-712 PPs dan ke-112 Ilmu Pendidikan.

Menurut Prof.Dr.Anshari,M.Hum. perlunya siswa SD untuk didorong berpikir kritis agar mereka kelak dapat memecahkan masalah sosial di masyarakat. Selain berpikir kritis, siswa SD juga didorong berpikir kreatif.

Editor : BAK/H.Sakkar/Andi A Effendt


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Makassar,Pendidikan | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Makassar

Kategori Pendidikan