22 October 2018

“Percikan Pertama Ramadhan” KUPINANG KAU DENGAN BUKU

16 - Mei - 2018 | 14:43 | by: Admin1
“Percikan Pertama Ramadhan”  KUPINANG KAU DENGAN BUKU

Oleh : Bachtiar Adnan Kusuma, Motivator Minat Baca Nasional dan Pembelajar

Kalau ditanya siapa yang paling berbahagia dan bersyukur hari ini, maka jawabannya adalah saya. Mengapa? Selain karena hari ini adalah hari pertama puasa Ramadhan 1439 H juga hari ulang tahun pernikahan kami yang bertepatan dengan Hari Buku Nasional sekaligus HUT Penerbit Yapensi yang kami kelola selama 22 tahun. Jujur, setiap menjelang Tanggal 17 Mei setiap tahun, hati saya selalu berbunga-bunga dan bersyukur kehadiran Allah SWT. Betapa tidak, tak sekadar hanya memperingati hari buku nasional, tapi juga hari lahirnya ibu dari keempat anak saya dan berdirinya sebuah lembaga profit bernama penerbit dan percetakan Yapensi yang pertamakali berdiri di Slipi, Jakarta Barat, 1997.

Nah, pertanyaannya, apa pentingnya sebuah buku? Benarkah buku penting dalam kehidupan manusia? Menurut saya, buku sangatlah penting dalam proses perjalanan hidup kami. Kami berdua, saya dan Suriani Kaimuddin berjumpa di pondok pesantren DDI Mangkoso, karena buku. Pertemuan berikutnya, menuju jenjang pernikahan dan saat meminang istri saya, maka maharnya adalah buku. “Kupinang Kau dengan Buku”.

Buku itu, ibarat sebuah emas yang selalu disepuh agar berkilau dan indah. Demikianlah pentingnya seorang pembaca haurs menjaga bukunya agar ia selalu memantik manfaat dari bukunya. Karena hanya dengan buku yang terjaga dan terpelihara dapat mendorong jiwa manusia untuk membacanya. Para ulama, sangat memerhatikan buku-buku mereka dengan perhatian yang begitu besar. Sebagian ulama berkata,” jangan kamu menjadikan bukumu seperti batu bata. Atau janganlah kamu menumpuk bukumu seperti batu bata. Karena itu, kesungguhan ulama dalam memelihara buku, maka ada di antara mereka menjelaskan tentang cara meletakkan bukunya ketika membaca. Sebagian mereka berkata,” jagalah buku-bukumu dari tindakan yang bisa merusaknya.

Apa saja yang bisa merusak buku? Meletakkan buku dalam posisi terbalik atau membiarkannya dalam keadaan terbuka dalam waktu lama, membuka buku dengan keras, menumpuk buku hingga tinggi, meletakkan buku-buku besar dan tebal di atas buku-buku kecil meneyabkan buku mudah jatuh dan lepas sampulnya, melipat pucuk kertas atau ujung halaman untuk mengetahui tempat sampai di mana ia telah membacanya.
Dalam sebuah kesempatan, ada seorang bijak bertemu dengan laki-laki yang duduk di atas buku, maka ia berkata” subhanallah, dia menjaga bajunya tapi tak menjaga bukunya, padahal menjaga buku lebih utama daripada menjaga baju. Demikian pentingnya buku selalu dijaga dan dirawat agar tetap terjaga dengan baik.

Buku ibarat emas, kalau selalu disepuh akan mengkilat. Maka bacalah bukumu agar selalu mengkilat. Buku tak sekadar perhiasan, apalagi pajangan di rak-rak buku, namun yang lebih penting adalah membaca buku-buku itu. Selamat hari buku 17 Mei 2018.

 


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Daerah,Hello Polisi,Surat Pembaca | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Daerah

Kategori Hello Polisi

Kategori Surat Pembaca