17 August 2018

Pembangunan Di Bawah Nahkoda TP, Nilai Budaya Leluhur

27 - Mar - 2018 | 14:05 | by: Admin1
Pembangunan Di Bawah Nahkoda TP, Nilai Budaya Leluhur

Parepare, Beritakota Online –Pembangunan sejumlah ikon di bawah nahkoda Taufan Pawe sebagai Wali Kota Parepare dinilai berdasar pada nilai-nilai luhur.

Hal itu diungkap Tokoh Masyarakat Bacukiki, Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Senin, 26 Maret 2018.

Wa’ Jare’ salah satunya. Tokoh masyarakat yang dituakan di Bacukiki ini, menilai pembangunan ikon kereta kuda adalah simbol Bacukiki, yang dikaitkan dengan legenda Batu Kiki yang dijadikan sebagai alarm datangnya marabahaya. Bacukiki sebagai penanda hadirnya Kota Parepare adalah pusat, yang dinilai menjadi ikon Parepare.

Selain itu, Wa’ Jare’ juga menyampaikan apresiasi atas ide dari Pemerintah Kota melalui kepemimpinan Taufan Pawe yang menghadirkan festival budaya Mallipa’ di tengah-tengah masyarakat Bacukiki. Hadirnya festival ini, selain melestarikan budaya yang ada di Bacukiki, juga berhasil mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

“Nanti Pak Taufan Pawe jadi Wali Kota ada festival Mallipa’ di Bacukiki. Sudah empat kali digelar. Ini bukti bahwa Pak Taufan bangun Parepare bukan hanya dari skala moderen, tapi juga berdasar nilai-nilai leluhur,” ungkap Wa’ Jare, pria yang sudah lanjut usia ini.

Hal senada juga dikatakan Muhammad Farid Toaha atau yang akrab disapa Puang Cawa. Warga kerukunan Sibolata’ yang berdomisili di dekat Masjid Al Mujahidin Bacukiki ini juga mengapresiasi penyelenggaraan festival mallipa’ dalam kepemimpinan TP.

“Bacukiki sudah mulai dikenal di luar karena ada festival Mallipa’. Itu digelar nanti Pak Taufan Pawe jadi wali kota. Masyarakat memanfaatkan momen itu berjualan jadi menambah penghasilan,” katanya.

Sementara, Anggota DPRD Parepare yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Bacukiki, Minhajuddin Achmad juga mengakui, jika pembangunan di bawah nahkoda TP berdasar nilai budaya leluhur.

“Saya pikir yang mendasari Bapak Wali Kota (TP, red) membangun Parepare itu karena berdasar budaya leluhur. Ada penyeimbangan antara pembangunan berskala moderen dan budaya sehingga itu menarik orang luar datang ke Parepare,” paparnya.

Laporan: Arman
Editor: Anjas/ Andi A Efendy

 


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Daerah,Politik | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Daerah

Kategori Politik