No Banner to display

27 April 2018

SPBU di Bangkala Jeneponto Diduga Lakukan Pengisian BBM Premium Secara ” Gelap-Gelapan”

21 - Feb - 2018 | 11:35 | by: Admin1
SPBU di Bangkala Jeneponto Diduga Lakukan Pengisian BBM Premium Secara ” Gelap-Gelapan”

Manager Comrel & CSR Mor VII Sulawesi : Jika Terbukti Melakukan Pelanggaran, Maka SPBU Akan dikenakan sanksi, disesuaikan dengan kategori pelanggaran.

Jeneponto, Beritakota Online-SPBU Milik Sose atau Karaeng Dawa yang berada di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diduga melakukan transaksi pengisian BBM bersubsidi jenis premium dengan cara ‘Gelap-gelapan’ mematikan semua lampu di lokasi SPBU miliknya, sekitar pukul 01.00 Wita, Selasa, (20/2/2018)

Salah satu Karyawan SPBU Sose, Rahmadani,mengatakan, pengisian Premium Subsidi ini sudah sering kali dilakukan atas perintah Bosnya. Dan rata rata pengisian Premium Subsidi dilakukan pada tengah malam hari dengan menggunakan tiga mobil Pick Up warna hitam dengan DD 8703 DE

Dan yang satunya mobil Pick Up dengan DD 8304 BC. Dan mobil yang ketiga dengan DD 8638 AG yang berwarna putih, yang jumlahnya berkisaran puluhan jerigen

“Biasanya pengisian mulai berlangsung pada pukul 01.00 sampai pukul 02.00 Wita dini hari ” kata Rahmadani

Rahmadani menambahkan, “Pengisian BBM jenis premium berubsidi ini sudah seringkali dilakukan diantara mereka. Dan itu biasanya pada tengah malam hari”sambungnya

Kasat Intel Polres Jeneponto, M. Nur Parape yang dihubungi via telepon menuturkan, pihaknya belum bisa turun ke lokasi karena baru saja kembali dari lapangan.

“Dan kalau bisa nanti besok pagi kami turun ke lokasi tempat kejadian itu” ungkapnya

Atas kejadian itu, sejumlah barang bukti sudah diserahkan ke polisi. Beruntung polisi yang sedang jaga piket itu masih ada.

Sementara itu Beritakota Online konfirmasi kepada Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Sulawesi M Roby Hervindo  mengatakan Untuk Premium sebagai bbm penugasan (bukan bbm subsidi) dan solar sbg bbm subsidi, sesuai aturan internal Pertamina memang tidak boleh dilakukan penjualan melalui jeriken, katanya.

Menurut Roby Jika terbukti melakukan pelanggaran, maka SPBU akan dikenakan sanksi, disesuaikan dengan kategori pelanggaran (ringan – berat). Sanksi mulai dari teguran, sampai pemutusan pasokan, ucapnya.

” Terkait SPBU di Jeneponto yang diduga atau ditengarai melakukan pelanggaran, tentunya harus tabayyun. Ada proses pemeriksaan terlebih dahulu, untuk pembuktian,” Jelas Roby kepada Beritakota Online, Rabu(21/02/2018) via Kontak Whats Appnya.

Sampai saat ini juga Beritakota Online mengkonfirmasi kepada pihak pemilik SPBU itu tadi sulit ditemui, ” Bosku tidak ada pak kalau bisa temuiki dirumahnya, ucap salah satu karyawan SPBU di Jeneponto itu kepada Beritakota Online.

Laporan : Muh Sain/Nasir
Editor : Zul/Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Daerah,Ekobis,Hello Polisi,Hukum dan Kriminal,Nusantara | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Daerah

Kategori Ekobis

Kategori Hello Polisi

Kategori Hukum dan Kriminal

Kategori Nusantara