25 May 2018

Polsek Tamalanrea Diduga Lakukan Kriminalitas Terhadap Korban KDRT Jadi Tersangka, Ada Apa ?

16 - Jan - 2018 | 11:14 | by: Admin1
Polsek Tamalanrea Diduga Lakukan Kriminalitas Terhadap Korban KDRT Jadi Tersangka, Ada Apa ?

Makassar, Beritakota Online– Polsek Tamalanrea telah mencoreng instansi kepolisian dengan melakukan kriminalitas terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi tersangka, Senin (15/1/2018).

Ibu karmila yang menjadi korban KDRT yang dulakukan oleh suaminya Sahabuddin yang merupakan seorang mantan narapidana kasus narkoba harus menjadi tersangka dalam kasus KDRT.

Padahal Ibu Karmila yang disiksa dan diseret suaminya KDRT pertama mulai dari Jalan Perintis Kemerdekaan kota makassar hingga kekabupaten maros dengan mengalami luka membiru disekujur tubuh pada tanggal 17 September 2017 dan melaporkan ke Polsek Tamalanrea dan dilakukan pemeriksaan dan Visum RSU Daya.

Akhirnya pada tanggal 19 Suaminya Sahabuddin ditangkap oleh Resmob Polsek Tamalanrea sekitar pukul 23.30 wita.

Anehnya pada tanggal 20 September 2017 jam 10.00 wita. Suaminya sudah berada dirumah korban (Ibu Karmila) dan melakukan KDRT kedua dengan wajah sangat marah dengan memegang gunting masuk kedalam kamar menyiksa korban dan ingin membunuhnya. Korban yang melihat suaminya yang makin bringas menyeret korban dilantai dengan menarik rambutnya menggunakan tangan kiri sedangkan tangan kanannya memegang gunting yang hendak ditikam.

Korban hanya bisa berteriak minta tolong sambil bertahan memegang tangan suaminya yang memegang gunting dan merasa kesakitan.

Ketiga anaknya Alan, Rani dan Adit yang saat itu berada dirumah yang tidak tega ibunya disiksa langsung menegur bapaknya “Jangan Siksa Ibu, kasian Ibu.

Mendengar teguran anaknya, Akhirnya Bapaknya menggunting rambut korban dan kabur dengan menggunakan motor.

Korban pun langsung menuju Polsek Tamalanrea mempertanyakan kenapa suaminya lepas dan kembali menyiksa dan ingin membunuh saya dengan memperlihatkan luka membiru pada dirinya kepada Panit Reskrim Polsek Tamalanrea Ipda Saenal.

Namun apa yang didapatkan korban tidak digubris dan bahkan mengatakan bahwa suamimu itu kabur. “Ucap Ipda Saenal, seperti dikutif dari SimponiNews.com

Berarti dalam hal ini pihak kepolisian polsek Tamalanrea, adanya pembiaran hingga terjadi Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga terjadi berulang ulang.

Korban pun pulang dengan rasa kecewa merasa tidak diladeni terkait aduannya.

Merasa suaminya tidak dicari polisi korban setiap hari jadi santapan siksaan yang diterimanya dan kabur membawa handphone korban.

Sudah 4 handpone korban diambil dengan cara merampas saat melakukan KDRT.

Akhirnya salah satu anggota Resmob Polsek Tamalanrea menitip nomor handphone kepada korban jika suamimu datang telpon saya.

Akhirnya dua minggu kemudian suaminya pun ditangkap dan dijebloskan kedalam sel.

Sebelum ditangkap suaminya sempat mengancam kalau saya ditangkap saya bisa suruh tangkapko juga dengan membuat visum.

Lucunya suaminya pada saat ditangkap melaporkan istrinya dengan bukti visum dengan kejadian KDRT kedua waktu suaminya kabur dari Polsek Tamalanrea, saat korban mau dibunuh dan diabaikan saat korban melaporkan kejadian yang dialamimya.

Hari ini korban diperiksa sebagai dengan dasar visum dan memakai saksi yang tidak melihat kejadian dengan membawa ketiga anaknya.

Saat korban (ibu karmila) menanyakan kenapa saya tersangka dengan alasan pengacaranya datang terus ke Polsek tamalanrea kenapa kasus kliennya tidak ditindak lanjuti.

Usai menjalani pemeriksaan akhirnya korban ibu Karmila langsung disuruh tinggal oleh Panit Reskrim Ipda Saenal atas Perintah Kapolsek Tamalanrea Kompol Syamsul.

Korban pun hanya menangis didampingi ketiga anaknya yang tidak ingin pisah dengan ibunya hingga larut malam.

Ketiga anaknya Alan, Rany dan Adit Siap bersaksi bahwa apa yang dilaporkan Bapaknya adalah Bohong.

“Rany saat dilakukan wawancara mengatakan bahwa bapaknyalah yang suka pukul ibu saya dan menyiksanya hingga badannya biru biru.

Saya tidak suka Bapakku selalu pakai narkoba dikamar dan kasi liat liatka.

Inilah alasan Ibu Karmila menceraikan suaminya karena anaknya yang pertama dan kedua dirusak anaknya dengan mengajarinya memakai narkoba.

Bahkan anak keduanya yang diajar narkoba atasnama Bayu turut menyiksa ibunya dengan memukul mukanya.

Laporan : Muh Sain
Editor : Heriyanto/Anjas/Andi A Effendy
Sumber : SimponiNews.com


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Foto,Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Hello Polisi,Makassar | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Foto

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Hello Polisi

Kategori Makassar