25 May 2018

Pertamina Bentuk Satgas Amankan Stok BBM Natal dan Tahun Baru 2018

17 - Des - 2017 | 20:00 | by: Admin1
Pertamina Bentuk Satgas Amankan Stok BBM Natal dan Tahun Baru 2018

Jakarta, Beritakota Online — PT Pertamina (Persero) kembali membentuk satuan tugas (satgas) dalam rangka pengamanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) selama masa libur Natal 2017 hingga Tahun Baru 2018. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan BBM dan LPG masyarakat.

Pertamina memperkirakan, konsumsi BBM dan LPG akan mengalami peningkatan antara lain Premium dengan kenaikan sebesar 2 persen, Pertalite 12 persen, Pertamax 7 persen, Pertamina Turbo 15 persen, Dexlite 10 persen, Pertamina Dex 12 persen, Avtur 11,5 persen dan LPG 4 persen. Sementara Solar turun 6 persen karena pembatasan operasional angkutan barang pada H-3 sampai H 3 dan penurunan kegiatan angkutan industri.

“Sebagai ilustrasi, kebutuhan BBM dan non BBM selama masa Natal dan Tahun Baru berorientasi dari realisasi tahun lalu. Peningkatannya kami sesuaikan prediksinya dari prediksi lalu ditambah kenaikan sedikit dari tahun berjalan,” ujar Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar melalui teleconference kepada awak media di Jakarta, Jumat (15/12), seperti dikutif dari CNN Indonesia.

Iskandar menyebutkan, akhir tahun lalu terjadi peningkatan premium rata-rata sekitar dua persen, dan untuk BBM dengan oktan tinggi meningkat sekitar tujuh persen. Sementara, kebutuhan elpiji rata-rata peningkatannya tiga hingga lima persen.

SVP Fuel Marketing & Distribution Pertamina Gigih Wahyu Hari Irianto menambahkan perseroan akan melakukan sejumlah langkah guna mengamankan pasokan BBM. Pertama, meningkatkan stok BBM, LPG, dan Avtur di tingkat Terminal BBM, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), dan depot LPG.

Rinciannya, premium dari 31.971 kiloliter (kl) menjadi 32.610 kl, Pertalite dari 42.201 kl menjadi 42.430 kl, Pertamax dari 16.000 kl menjadi 17.150 kl, Dexlite dari 1.154 kl menjadi 1.270 kl. Pertamina dex dari 500 kl menjadi 562 kl. Avtur dari 14.560 kl menjadi 15.250 kl.

“Kerosene (minyak tanah) untuk daerah yang belum dikonversi mengalami peningkatan seperti di Indonesia Timur, banyak daerah yang merayakan natal tumbuh 3 persen dari 1.630 kl menjadi 1.685 kl,”ujarnya.

Adapun volume LPG dalam situasi normal di Desember 23,02 ribu metric ton. Sementara untuk natal dan tahun baru naik menjadi 23.900 metrikton.

“Peningkatan stoknya sudah dimulai sejak 1 Desember hingga 17 Desember,” ujarnya.

Kedua, meningkatkan stok BBM di SPBU dan stok LPG di Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE), Agen hingga Pangkalan LPG.

Ketiga, penambahan mobil tangki, agen/pangkalan siaga LPG, serta menyiagakan kantong SPBU dan SPPBE di jalur wisata dan daerah rawan kemacetan. Setidaknya terdapat 35 SPBU kantong dan 51 SPPBE kantong yang disiagakan dengan sebaran di Sumsel, Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim.

Kemudian keempat, penyiapan layanan khusus KiosK Pertamax, mobile dispenser unit, BBM kemasan di SPBU, dan motor/mobil pengantar kemasan BBM di beberapa titik yang rawan kemacetan dan jauh dari SPBU.

Sebanyak sembilan titik KiosK Pertamax yang telah disiapkan antara lain di SPBU rest area Tol Cipali dan pantura Kota Tegal, serta 5 titik mobil tangki dispenser di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu, 15 titik motorist BBM kemasan di jalur Pantura Jabar dan Jateng dan Sumatera.

Untuk kelancaran tim satgas, perseroan juga berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait diantaranya Kemenhub, Polri, Kemen ESDM, BPH Migas, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan BPJT.

Perseroan juga mengkomunikasikan berbagai informasi yang memudahkan masyarakat melalui media, sosial media, aplikasi Pertamina GO, serta layanan kontak Pertamina 1 500 000.

Khusus LPG, menurut SVP Non Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) Basuki Trikora Putra, Pertamina akan memastikan pasokan LPG aman dengan menyiagakan 2.528 agen dan 23.848 pangkalan LPG di seluruh Indonesia.

Serta, berkoordinasi dengan pemda dan instansi terkait apabila diperlukan tambahan pasokan melalui operasi pasar LPG 3 kg.

“Kami memperkirakan terjadi peningkatan konsumsi hingga 4 persen dari rata-rata normal, dengan kondisi puncak pada 26-30 Desember 2017” jelas Basuki.

Laporan : Marwan
Editor : Azis Umar/Andi A Effendy

 


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Ekobis,Nasional | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Ekobis

Kategori Nasional