26 November 2014

Effendi Gazali: Kekerasan Bupati Wajo, Pelanggaran Pilgub

10 - Feb - 2013 | 22:37 | by: Birosulsel
Effendi Gazali: Kekerasan Bupati Wajo, Pelanggaran Pilgub

Jakarta,Beritakota Online – Pengamat politik Effendi Gazali berpendapat aksi kekerasan kepala daerah terhadap warganya merupakan pelanggaran sistematis dalam perhelatan pemilihan gubernur di Indonesia.

Effendi mengemukakan pendapatnya itu dalam diskusi publik dengan tema Menggugat Kekerasan dalam Pilkada di Indonesia” (studi kasus kekerasan bupati Wajo di Pilgub Sulsel 2013) di Galeri Cafe Tim Jl Cikini Raya, Jakarta, Minggu (10/2).

Selain Effendi, dosen Fakultas Hukum UI Dr Margarito Kamis dan Ketua Umum DPP KNPI Akbar Zulfakar juga hadir sebagai narasumber di acara yang dihelat Koalisi Anti Kekerasan Pilkada (KAKP)dan DPP KNPI ini.

Acara yang dimediasi mantan Ketua PBHI Syamsuddin Rajab ini juga menghadirkan Akhiruddin, satu dari empat korban penculikan dan penganiayaan Bupati Wajo, Sulawesi Selatan.

Menurut Effendi, pemukulan oleh bupati terhadap warganya dalam sebuah Pilkada Gubernur karena warganya mendukung calon yang berbeda pilihan dengan bupati adalah pelanggaran sistematis.

Apalagi kalau dipertontonkan di depan massa rakyat. Itu tujuannya menakut-nakuti secara sistematis.

“Siapa pun yg menang dalam Pilkada, tindakan seperti itu harus ditindak Polisi, Bawaslu dan juga dilaporkan ke MK apalagi jika ada perselisihan. Karena apa? Tindakan itu Sistematis dan dengan menakut-nakuti selisih suara bisa massif,” imbuh Effendi.

Dr Margarito Kamis mendesak menkopolham dan kapolri memastikan terciptanya tatanan hukum yang melindungi semua warga mendapatkan keadilan.

“Tidak boleh ada intimidasi kepada warga dalam menyatakan hak-hak politiknya,” ujarnya dalam diskusi publik

Kepada Mahkamah Konstitusi jangan hanya melihat angka sebagai hasil penghitungan suara tapi spirit demokrasi sehingga hak-hak politik warga terlindungi alias tidak dirampas.

Sementara Ketua Umum DPP KNPI Akbar Zulfakar mengatakan, kekerasan dalam pilkada di sulsel telah menjadi ‘titik hitam’ yang mengancam proses demokrasi di sejumlah daerah.

Editor. : Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama | TRACKBACK |

Leave a Reply

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama