21 November 2017

Kasus Pencurian Gabah 200 Karung Mandek di Satreskrim Polres Takalar

20 - Okt - 2017 | 23:22 | by: Admin1
Kasus Pencurian Gabah 200 Karung Mandek di Satreskrim Polres Takalar

Takalar, Beritakota On-line — Kasus tindak pidana pencurian gabah sebanyak 200 karung, yang dilakukan oleh pelaku JU (40) dan berteman itu, sampai sekarang belum ada titik terang. Pasalnya kasus yang dilaporkan oleh korban Agus salim dg Nai, pada 23 Maret 2016 sampai sekarang bulan Oktober 2017 kasusnya masih terkatung- katung.

“Saya mau ini kasus, cepat ditangkap pelakunya, karena sudah lama sekali, saya laporkan sampai sekarang belum ada kejelasan. Bahkan pelakunya saja tidak ditangkap,” ujarnya saat ia dipanggil oleh Kanit Tahbang 2, Bripka Nawir, di Polres Takalar Jumat (20/10/2017)

Kehadiran Agus di Polres Takalar, katanya dipanggil oleh Kanit Tahbang 2, untuk memperjelas laporannya terkait tindak pidana pencurian yang ia laporkan bulan Maret 2016.

“Dia hanya mempertanyakan kasus yang saya laporkan, jadi saya hanya ceritakan sedikit. Tidak ada pertanyaan yang dilontarkan oleh Kanit tahbang,” katanya.

Dia berharap ini kasus segera dilimpahkan ke Kejaksaan karena sudah lama sekali dilaporkan sampai sekarang belum ada kejelasannya.

Padahal sudah jelas, lahan itu milik saya. Si pelaku tidak ada sama sekali surat- suratnya yang dia bisa perlihatkan.

“Kasus ini sudah 3 kali gelar kasus, saat itu yang pimpin masih Kapolres Takalar sebelumnya, karena sekarang Kapolres baru, dan kalau memang tidak bisa ditangani ini kasus, kenapa tidak bilang saja,” geram yang juga sebagai Kepala desa bontomanai.

Katanya dia sudah rugi sekali, karena lahannya tidak bisa dipakai untuk menggarap.

“Padahal sudah jelas lahan itu milik saya dan hasil dari cek fisik BPN kabupaten Takalar sudah ada atas nama saya,” paparnya.

Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP.H. Andi Alimuddin, yang dikonfirmasi di ruangannya mengatakan bahwa kasus tindak pidana pencurian ini sementara P21 tahap 2.

“Jadi kami sedang memenuhi permintaan Kejaksaan Negeri Takalar, yaitu tinggal menunggu hasil dari dinas pertanian saja,” ungkapnya.

Kalaupun sudah lengkap berkasnya, dan P21 maka pelakunya langsung ditahan. Serta akan diadakan sidang penuntutan dari Kejaksaan Negeri Takalar.

Untuk barang bukti itu sudah dijual oleh sipelaku, jadi tidak ada barang buktinya.

Saat ditanya nama pelaku dan saksinya, Kasat Reskrim, Andi Alimuddin, ia tidak mengetahuinya.

“Untuk lebih jelasnya, langsung ke Kanit Idik Tahbang saja, karena saya tidak mengetahui nama- namanya,” tandasnya.

 

Laporan : Shanty

Editor : Anjas/ Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Daerah,Hukum dan Kriminal,Polisi | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Daerah

Kategori Hukum dan Kriminal

Kategori Polisi