23 October 2017

Aksi UNRAS KP GRD Depan DPRD Diwarnai Insiden Ketegangan

22 - Sep - 2017 | 16:05 | by: Admin1
Aksi UNRAS KP GRD Depan DPRD Diwarnai Insiden Ketegangan

Makassar, Beritakota Online -Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD) kembali melakukan aksi unjuk rasa di beberapa titik aksi, yaitu di depan BPD Bank Sul-SelBar dan DPRD Provinsi Sul-Sel terkait dugaan KKN yang dilakukan oleh pihak Bank Sul-SelBar terhadap pembagian remunerasi yang tidak wajar terhadap 3 orang Komisaris dan 4 Direksi yang berjumlah Rp. 35M. Jumat, 22 September

Hal ini tentu sangat tidak wajar dan menuai banyak pertanyaan dari masyarakat. Pembagian remunerasi yang sampai 5% dari keuntungan laba bersih jelas tidak sesuai dengan aturan perbankan daerah yang berlaku.

Jelas ini sangat merugikan masyarakat, dimana Bank Sul-SslBar merupakan tempat dimana semua aset Sul-SelBar berada. Belum lagi masalah yang terjadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada tahun 2017, diduga telah terjadi penyimpangan dimana penetapan Calon Direktur Kepatuhan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, karena tidak berdasarkan rekomendasi hasil Asesment, yang mana dalam hasil test Tim Asesment menetapkan Sdr. Amri Mauraga diperingkat ke-1.

Namun yang ditetapkan dalam RUPS LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa) ditempatkan sebagai prioritas kedua saja untuk calon Direktur Kepatuhan. Berbeda dengan Sdr. Asril Aziz, ditempatkan sebagai prioritas utama sebagai calon Direktur Kepatuhan.

Padahal hasil seleksi Tim Asesment hanya menempatkannya diperingkat ke-5, hal ini adalah kesalahan fatal mengingat biaya yang dikeluarkan untuk membayar Tim Asesment sangat besar, dan hal ini diduga tanpa sepengetahuan para Walikota dan Bupati, yang mana hal ini merupakan hal yang wajib dan sangat penting untuk diketahui dan diberitahukan kepada para Walikota dan Bupati sebagai pemegang saham.

Aksi ini adalah aksi pra kondisi yang kami lakukan untuk mengawal kasus ini. Kami meminta transparansi dari pihak Bank Sul-SelBar agar semua masyarakat paham persoalan ini, ujar Andi Etus,M Mattumi Pimpinan Biro Politik KP-GRD.

Aksi diwarnai dengan ketegangan antara massa aksi dan aparat keamanan. Hanya saja aksi yang terjadi di kantor DPRD Provinsi diwarnai dengan insiden pemukulan yang dilakukan oleh salah satu staf DPRD Provinsi Sul-Sel terhadap salah seorang massa aksi yang merupakan anggota dari Komite Pusat Gerakan Revolusi Demokratik (KP-GRD). “Jelasnya

“kami menyayangkan insiden ini terjadi, karena kami berfikir bahwasanya seorang anggota staf di gedung elit seperti DPRD Prov. Sul-Sel tidak akan mungkin melakukan hal seperti itu. Ini staf atau preman. Main pukul dan langsung kabur, bersembunyi di salah satu ruangan.

Apakah ini bentuk etika yang diperlihatkan seorang staf DPRD Prov.Sul-Sel? Apakah ini kapabilitas yang diperlihatkan staf yang notabenenya penyambung lidah rakyat, “Ujar Andi Etus Mattumi, Pimpinan Biro Politik KP-GRD.

“Saya selaku pimpinan tidak terima perlakuan seperti ini dilakukan terhadap anggota saya, dan kami pasti akan menindak lanjuti kasus ini dan melaporkannya kepada pihak yang berwajib agar di proses secara hukum”, pungkas Andi Etus Mattumi dengan tegas.

Laporan : Shanty

Editor: Anjas/ Andi A Effendy


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Makassar | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Makassar