13 December 2017

Keturunan Raja Gowa Pertanyakan Salokoa Yang Hilang

6 - Sep - 2017 | 19:26 | by: Admin1
Keturunan Raja Gowa Pertanyakan Salokoa Yang Hilang

Gowa, Beritakota On-line — Salokoa adalah Mahkota Kerajaan Gowa, yang terbuat dari bahan emas murni dan beberapa butiran permata serta berlian. Diameternya sebesar 30 cm, jumlah permata 250 batang dengan berat 1.768 gram.

Salokoa yang merupakan salah satu benda kebesaran Kerajaan Gowa yang digunakan sebagai mahkota bila ada penobatan Raja Gowa. Serta Mahkota ini disimpan di Museum Balla Lompoa, Sungguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan.

Sejak ditiadakannya tradisi Accera Kalompoang atau pencucian benda pusaka pada Hari Raya Idul Adha, beredar kabar tentang hilangnya Salokoa di museum Balla Lompoa.

Keturunan Raja Gowa, di antaranya Andi Baso Mahmud Karaeng Tumailalang Lolo, Andi Hasanuddin ABE, Ridwan Basri Daeng Nakku (unsur bate salapang/Gallarrang Parang-Parang), Achmad Yusuf Daeng Tompo (Gallarrang Tombolo), Hatta Hamzah Karaeng Gajang (Gallarrang Borisallo) dan Andi Ilhamsyah Karaeng Emba (Generasi Muda Sultan Hasanuddin Nusantara).

Mereka geram karena mengetahui mahkota kerajaan Gowa hilang, sedangkan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL yang juga sebagai ketua LAD hanya bisa melempar persoalan ini, ke pihak kepolisian.

Ungkap Ridwan Basri dg Nakku, yang mewakili keturunan Raja Gowa, saat jumpa pers di warkop phoenam, Rabu (6/9/2017).

Katanya, semenjak pasca ditangani kepolisian ada 3 gembok di pintu bilik.

“Gembok pertama dipegang oleh pihak kepolisian, gembok kedua dipegang oleh pihak kerajaan dan gembok ke tiga dipegang oleh pemda,” Jadi disini kami ingin mengetahui, dimana sekarang salokoa berada, terangnya.

“Kalau memang mahkota kerajaan Gowa, saat ini ada di pihak Kepolisian, kami mau keamanannya terjaga, karena salokoa merupakan simbol dari Kerajaan Gowa, jadi harus dijaga keutuhannya,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi Kabag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan, dia hanya menyampaikan pihaknya tidak tahu tentang keberadaan Salokoa.

“Karena pada saat itu, kami hanya menjaga dan pengamanan saja. Supaya tidak terjadi konflik dan terjadi keributan,” paparnya.

Mengenai prosesnya bukan kami yang menangani, jadi konfirmasi saja langsung ke Polda Sulawesi Selatan.

Laporan : Shanty

Editor : Anjas/ Andi A Efendy

 

 

Tags:


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Daerah | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Daerah