20 September 2017

Film Karya Anak Makassar Ditampilkan di Panggung F8

6 - Sep - 2017 | 13:30 | by: Admin1
Film Karya Anak Makassar Ditampilkan di Panggung  F8

Makassar, Beritakota On-line – Makassar International Eight Festival menyediakan delapan festival kolosal dan monumental dalam F8 di antaranya film, fashion, food and fruit, folk, fine art, flora dan fauna, fusion music, dan fiction writer and font, Selasa (5/9/2017).

Terkhusus untuk festival film, tim penyelenggara akan menampilkan sembilan film karya anak muda Makassar yang sempat booming di seluruh Indonesia yang akan diputar di panggung utama F8. Film pertama yaitu ‘Suhu Beku’.

Film karya sineas Makassar ini disutradarai Rusmin Nuryadin dan diproduksi oleh Meditatif Films dan Vonis Records bersama 786 Production ini juga memotret geliat industri musik di Kota Makassar. Kemudian film kedua yaitu ‘Cindolo na Tape’ (Cinta Sama Dengan Cindolo Na Tape) ini dalam film garapan 786 Production, Timur Pictures yang bekerja sama Rumah Media Makassar dan Aim Production, yang disutradarai oleh Andi Burhamzah itu kembali mengangkat kisah Timi yang berlanjut setelah patah hati saat SMP dari film pendek sebelumnya.

Berikutnya, film berjudul ‘Paotere’ yang dibintangi sejumlah selebriti papan atas seperti artis senior Cut Mini dan aktor Yama Carlos. Film ini diramu secara drama komedi dengan latar utama di sebuah titik di Paotere.

Menariknya, film ini menggabungkan beberapa talenta dari Jakarta dan Makassar, sehingga Makassar benar-benar sebagai tuan rumah. Lanjut, film ‘Molulo’ yang mengangkat budaya lokal di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Bercerita tentang seorang pemuda Makassar yang menolak dijodohkan orangtua. Sehingga lari ke Palu dan Kendari. Pada akhirnya bertemu dengan seorang gadis cantik di Kendari. Untuk mendapatkan perempuan ini, dia harus belajar Molulo. Untuk film kelima, berjudul ‘Makassar Underground’ yang bergenre modern action sineas Makassar ini merupakan terobosan berani melawan arus.

Mengingat maraknya film produksi Makassar yang berlatar belakang budaya lokal. Film ini disutradarai Arul Virgo dan bercerita tentang Rei, anak muda pemberani yang bertekad tidak kembali lagi ke  masa lalunya yang keras dan kelam. Kemudian film ‘Ati Raja’ yang akan tayang di bioskop Indonesia pada Imlek 2018 mendatang. Ati Raja merupakan film yang mengisahkan tentang kehidupan musisi peranakan Tionghoa Makassar, Ho Eng Djie. Berikutnya, ada film ‘Silariang’ yang mengangkat budaya Bugis-Makassar.

Menceritakan kisah cinta dua anak muda yang tidak direstui orang tua. Film Silariang ini adalah film produksi Ichwan Persada. Dengan sutradara Wisnu Adi dan Kunun Nugroho. Terakhir, pemutaran film penutup dari karya anak muda Makassar adalah film ‘Halo Makassar’ dan juga film ‘Pengejar mimpi’.

Panitia akan memutar teaser dan trailer sebagai bagian dari promosi kepada warga Makassar. Harapannya film-film Makassar bisa bangkit dan mengalahkan dominasi film nasional dan film asing.

Editor: Anjas/ Mirsyahbani/ Andi A Efendy

 


BERANDA | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Pilihan,Berita Terkini,Berita Utama,Hiburan,Kesenian,Makassar,Nasional | Responses are currently closed, but you can TRACKBACK .

Komentar ditutup.

Kategori Berita Pilihan

Kategori Berita Terkini

Kategori Berita Utama

Kategori Hiburan

Kategori Kesenian

Kategori Makassar

Kategori Nasional